Aceh Tenggara – Pembangunan dan perbaikan Jembatan Gantung Perintis Tahap II di wilayah Kodim 0108/Aceh Tenggara terus menunjukkan perkembangan yang positif. Hingga Sabtu (09/05/2026), progres pengerjaan jembatan yang menghubungkan Desa Kumbang Jaya, Kecamatan Badar, dengan Desa Gulo, Kecamatan Darul Hasanah, telah mencapai 27,85 persen.
Pembangunan jembatan tersebut merupakan salah satu langkah strategis dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus membuka akses transportasi yang lebih aman, mudah, dan layak bagi masyarakat. Selama ini, warga di kedua desa masih menghadapi keterbatasan sarana penyeberangan, terutama saat kondisi cuaca kurang bersahabat dan debit air sungai meningkat. Oleh karena itu, keberadaan jembatan gantung ini nantinya diharapkan dapat menjadi solusi nyata bagi kebutuhan mobilitas masyarakat sehari-hari.
Komandan Kodim 0108/Aceh Tenggara Letkol Czi Arya Murdyantoro, S.T., melalui Peltu Dedi Cahyadi menyampaikan bahwa proses pembangunan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan personel gabungan dari Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama anggota Yon TP. Selain dukungan personel TNI, pengerjaan di lapangan juga dibantu oleh tenaga tukang serta partisipasi aktif masyarakat setempat yang secara sukarela bergotong royong membantu pelaksanaan pembangunan.
Menurut Peltu Dedi Cahyadi, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting yang memberikan semangat tersendiri bagi personel di lapangan. Sinergi yang terjalin antara TNI dan warga mencerminkan kuatnya kebersamaan dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.
“Pembangunan jembatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam membuka akses penghubung antarwilayah yang selama ini cukup sulit dilalui. Kami berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan lancar hingga selesai sesuai target yang telah ditentukan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada tahap pekerjaan saat ini personel tengah melaksanakan pengecoran pondasi jembatan di sisi Desa Gulo. Sementara itu, pondasi di Desa Kumbang Jaya telah selesai dikerjakan dan saat ini memasuki tahap pengeringan hasil pengecoran sebelum dilanjutkan pada proses konstruksi berikutnya.
Jembatan gantung yang dibangun memiliki panjang sekitar 220 meter dengan lebar 1,2 meter. Nantinya, jembatan tersebut akan menjadi akses vital bagi masyarakat di kedua desa, terutama dalam menunjang kegiatan ekonomi, pendidikan, sosial, serta aktivitas keseharian warga. Kehadiran jembatan ini diyakini mampu memperpendek waktu tempuh masyarakat yang selama ini harus menempuh jalur memutar atau menghadapi risiko saat menyeberang.
Selain memberikan kemudahan akses, jembatan gantung ini juga diharapkan dapat mendorong peningkatan perekonomian masyarakat. Sebagian besar warga setempat menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian dan perkebunan. Dengan tersedianya sarana penghubung yang memadai, proses distribusi hasil panen maupun mobilitas menuju lahan pertanian akan menjadi lebih efektif, aman, dan efisien.
Selama proses pembangunan berlangsung, situasi di lapangan terpantau aman dan kondusif. Kondisi cuaca yang cukup mendukung turut membantu kelancaran pekerjaan. Di samping itu, kekompakan personel TNI bersama masyarakat menjadi faktor utama yang terus mendorong percepatan pembangunan di lapangan.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat bersama personel TNI menjadi gambaran nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kebersamaan tersebut tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang sedang dibangun demi kepentingan bersama.
Kodim 0108/Aceh Tenggara berharap pembangunan Jembatan Gantung Perintis Tahap II ini dapat segera rampung sesuai target, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas, khususnya warga Desa Kumbang Jaya dan Desa Gulo yang selama ini sangat membutuhkan akses penyeberangan yang aman dan layak.
Salah seorang warga setempat, Muhib (52), mengaku sangat bersyukur atas pembangunan jembatan gantung tersebut. Menurutnya, selama ini masyarakat cukup kesulitan saat hendak menyeberang, terlebih pada musim hujan ketika debit air sungai meningkat dan arus menjadi lebih deras.
“Kami sangat senang dan berterima kasih kepada TNI yang telah membantu membangun jembatan ini. Kalau nanti sudah selesai, masyarakat tentu akan lebih mudah menuju kebun, membawa hasil panen, dan anak-anak juga akan lebih aman saat beraktivitas,” ungkapnya.
Dengan terus berjalannya pembangunan secara bertahap, masyarakat menaruh harapan besar agar jembatan tersebut segera dapat difungsikan. Kehadirannya diyakini akan membawa dampak positif yang besar bagi peningkatan kesejahteraan, kelancaran aktivitas ekonomi, serta kemajuan wilayah di pedalaman Aceh Tenggara.
Editor: Redaksi









