Banda Aceh – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Muharuddin, mengapresiasi upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Utara pada akhir November 2025.
Meskipun demikian, ia menyoroti masih adanya desa yang terisolir akibat akses jalan yang terputus.
“Kami melihat penanganan dan pemulihan wilayah bencana banjir di Kabupaten Aceh Utara secara umum sudah cukup bagus.
Namun, masih ada yang perlu percepatan seperti desa masih terisolir karena terputusnya akses,” kata Muharuddin di Banda Aceh, Senin (26/1/2026).
Muharuddin menjelaskan bahwa terisolasinya desa-desa tersebut menghambat penyaluran bantuan dan pemulihan ekonomi masyarakat setempat.
Ia meminta pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah-langkah untuk membuka kembali akses jalan yang terputus.
“Akses jalan sangat penting untuk menghubungkan desa-desa terisolir dengan pusat pemerintahan dan wilayah lainnya.
Tanpa akses jalan, masyarakat akan kesulitan untuk mendapatkan bantuan dan melakukan aktivitas ekonomi,” ujarnya.
Selain itu, Muharuddin juga meminta pemerintah daerah untuk memberikan perhatian khusus kepada masyarakat yang tinggal di desa-desa terisolir.
Ia mengatakan bahwa masyarakat tersebut membutuhkan bantuan pangan, air bersih, dan fasilitas kesehatan.
“Pemerintah harus memastikan bahwa masyarakat di desa-desa terisolir mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan. Jangan sampai mereka merasa diabaikan,” katanya.
Muharuddin berharap pemerintah daerah dapat segera mengatasi masalah desa terisolir ini agar proses pemulihan pascabencana di Aceh Utara dapat berjalan dengan lancar dan merata.
“Kami akan terus memantau perkembangan pemulihan pascabencana di Aceh Utara.
Kami berharap pemerintah daerah dapat bekerja keras untuk mengatasi semua masalah yang ada,” pungkas Muharuddin. [Adv]
Editor: Redaksi












