Home / Politik

Minggu, 22 Februari 2026 - 16:09 WIB

Tito Karnavian Minta Kepala Daerah Validasi Data Rumah Rusak Akibat Banjir

Redaksi

Mendagri Muhammad Tito Karnavian meninjau lokasi banjir dan menyerahkan bantuan kepada warga terdampak di Gampong Bale Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Sabtu (21/2/2026).

Mendagri Muhammad Tito Karnavian meninjau lokasi banjir dan menyerahkan bantuan kepada warga terdampak di Gampong Bale Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Sabtu (21/2/2026).

Bireuen – Muhammad Tito Karnavian meminta para gubernur, bupati, dan wali kota untuk turun langsung ke lapangan memastikan kondisi rumah warga yang rusak akibat bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan tanah longsor.

Permintaan tersebut disampaikan Mendagri saat meninjau lokasi banjir sekaligus menyerahkan bantuan tali asih dari pemerintah pusat kepada warga di Gampong Bale Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Sabtu (21/2/2026) sore.

Tito menjelaskan, di Provinsi Aceh terdapat delapan kabupaten/kota yang masih menjadi perhatian pemerintah karena berada di wilayah dataran rendah (lowland) yang rawan banjir. Bencana tersebut membawa lumpur yang menimbun rumah, permukiman, sawah, serta fasilitas umum.

Baca Juga :  Wagub Fadhlullah Apresiasi Komisi II DPR RI yang Dukung Perpanjangan bahkan Permanenisasi Dana Otsus Aceh

“Saya meng-update dan melihat langsung kondisi di lapangan. Akses jalan, komunikasi, dan mobilisasi logistik yang sebelumnya rusak dan terputus akibat banjir kini sudah kembali berjalan setelah dilakukan penanganan pemerintah,” ujarnya.

Mendagri juga menyoroti adanya masyarakat terdampak banjir yang belum masuk dalam pendataan karena tidak memenuhi kriteria awal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Menurutnya, pedoman yang digunakan sebelumnya masih mengacu pada petunjuk pelaksanaan bencana gempa bumi.

Baca Juga :  Daniel Abdul Wahab Dukung Langkah Mualem Surati Presiden, untuk Selesaikan Tanah Blang Padang

Saat melakukan kunjungan ke Sumatera Utara dan Sumatera Barat, sejumlah kepala daerah meminta agar formulir pendataan disesuaikan dengan karakter bencana banjir bandang dan tanah longsor.

“Tadi disampaikan agar tidak menggunakan juklak gempa, karena yang terjadi adalah banjir bandang dan longsor,” kata Tito di hadapan Wakil Gubernur Aceh Fadhullah dan pejabat terkait.

Baca Juga :  Lembaga Wali Nanggroe Aceh Verifikasi Batas Wilayah Dengan Sumatra Utara

Sebagai Ketua Satgas, Mendagri kemudian menetapkan keputusan baru mengenai tipologi rumah rusak berdasarkan kriteria banjir, yakni rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan.

Ia mencontohkan, dalam kunjungannya ke Tapanuli Tengah ditemukan rumah warga yang tidak tertimbun lumpur, namun mengalami kerusakan akibat hantaman kayu dan batu besar.

Tito berharap pemerintah daerah segera memasukkan masyarakat yang belum terdata ke dalam pendataan susulan agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.(**)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Plt Sekda Sampaikan Raqan RPJMA 2025-2029 di Rapat Paripurna DPRA

Nasional

Wakil Gubernur Aceh bersama Wali Nanggroe Aceh dan Akademisi Bertemu SBY Bahas 20 Tahun Perdamaian Aceh dan Revisi UUPA

Parlementarial

Ketua DPRA Aceh Desak Pemerintah Pusat Memenuhi Tuntutan Rakyat Aceh

Parlementarial

Komisi I DPR Aceh Dorong Kemudahan Pengangkatan PPPK dan Perjuangkan Nasib Tenaga Non-ASN

Politik

Pj Bupati Pidie Jaya dan Bupati Terpilih Bahas Pembentukan Tim Penyusunan RPJMD

Politik

Kertas Posisi GEDSI Diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) dalam RPJMA
Ketua Umum DPP PPP romahurmuziy tengah

Berita

Strategi PPP Menangkan Duet Ganjar dan Gus Yasin

Politik

Ketua DPA Laskar Panglima Nanggroe Ajak Rakyat Aceh Jaga Mualem dari Upaya Pembunuhan Karakter