Banda Aceh – Warga Banda Aceh kembali dihadapkan pada kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kg dengan harga yang wajar. Pangkalan gas resmi mengaku kosong, sementara pengecer menjual gas dengan harga yang jauh melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp 18.000 per tabung.
Menurut laporan, hampir semua kios pengecer di Banda Aceh menjual gas 3 kg subsidi dengan harga Rp 35.000 hingga Rp 50.000 per tabung. Hal ini sangat membebani masyarakat kecil, terutama pedagang yang bergantung pada gas subsidi untuk usaha mereka.
”Beredar Video di beberapa platform media sosial mengungkapkan Banyak pangkalan kosong tapi gas di kios kios pengecer banyak dijual dengan harga jauh diatas HET, mohon kepada pemerintah untuk menindak tegas terkait hal Ini,” jelas pria dalam video tersebut.
Ketua Satgas PPA Aceh Mustafa Abdullah Juga mendesak pihak terkait untuk serius menangani masalah kelangkaan gas dan meminta pengawasan ketat terhadap distribusi gas elpiji subsidi agar sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya di salah satu warkop Banda Aceh Kamis 19/05/2026.
”Harga gas melon 3 kg saat ini jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Pemerintah dan aparat harus bertindak tegas jika ada penyimpangan, karena ini sudah terjadi berulang kali,” kata Pria yang sering disapa Cek Mus ini.
”Jika masalah ini tidak segera diatasi, warga dan UMKM akan semakin terpuruk. Kami mendesak pemerintah segera turun tangan dan tangkap para mafia migas agar harga gas kembali stabil dan masyarakat tidak semakin terbebani,” tutupnya.
Editor: Redaksi









