Home / Ekbis

Sabtu, 13 Desember 2025 - 16:35 WIB

Listrik Padam, KADIN Aceh Tuding PLN Tak Serius

REDAKSI

Pemadaman listrik lebih dari setengah bulan melumpuhkan UMKM Aceh, KADIN Aceh desak evaluasi kinerja PLN dan pemerintah, Sabtu 13/12/2025 (Foto: Dok.Ist)

Pemadaman listrik lebih dari setengah bulan melumpuhkan UMKM Aceh, KADIN Aceh desak evaluasi kinerja PLN dan pemerintah, Sabtu 13/12/2025 (Foto: Dok.Ist)

Banda Aceh — Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Aceh, Muhammad Iqbal Piyeung, mengatakan pemadaman listrik yang terjadi setengah bulan lebih telah melumpuhkan aktivitas sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Iqbal, pemadaman listrik tidak hanya berdampak pada terganggunya operasional usaha, tetapi juga menyebabkan banyak pelaku UMKM terpaksa menghentikan produksi karena keterbatasan energi, termasuk pasokan gas dan kebutuhan energi lainnya.

“Banyak UMKM selama ini tidak bisa berproduksi sama sekali. Dampak ekonominya sangat besar dan dirasakan langsung oleh masyarakat di sektor riil,” Ujarnya.

Baca Juga :  Tren Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Ramah Lingkungan BSI Tumbuh 476%

Ia menilai kinerja PT PLN dalam menangani krisis kelistrikan di Aceh sangat mengecewakan. Menurutnya, penanganan yang dilakukan terkesan tidak serius dan tidak sejalan antara pernyataan resmi dengan kondisi nyata di lapangan.

“Apa yang disampaikan berbeda dengan kenyataan. Ini membuat kepercayaan publik terhadap pemerintah ikut tergerus, bahkan berdampak sampai ke presiden. Masyarakat akhirnya menilai seolah-olah pernyataan pemerintah tidak sesuai dengan realita,” ujarnya.

Baca Juga :  Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA),Desak Pemerintah Pusat Percepat Alih Kelola Migas Aceh

KADIN Aceh, kata Iqbal, mendesak agar kinerja PLN dan pihak-pihak terkait dievaluasi secara menyeluruh. Desakan tersebut, kata dia, tidak hanya datang dari kalangan dunia usaha, tetapi juga dari masyarakat luas yang terdampak langsung.

Ia menegaskan, apabila pembangkit listrik di Aceh mengalami gangguan serius, seharusnya pemerintah dan PLN segera menyiapkan solusi alternatif. Salah satunya dengan mendatangkan pembangkit listrik bergerak atau kapal pembangkit, seperti yang pernah dilakukan pascabencana tsunami Aceh.

“Kalau jaringan listrik di wilayah bencana belum pulih, seharusnya daerah yang tidak terdampak tidak ikut dipadamkan. Kenapa harus padam serentak? Ini yang tidak masuk akal bagi masyarakat,” ucapnya.

Baca Juga :  Penunjukan Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank Aceh Masih dalam Tahap Kajian

Iqbal berharap agar pemerintah tidak menganggap remeh kondisi darurat yang terjadi. Ia mengingatkan agar musibah alam yang terjadi tidak diperparah oleh lemahnya pengelolaan dan kebijakan.

“Jangan main-main dengan musibah. Jangan sampai bencana ini justru berubah menjadi bencana buatan manusia. Kehidupan dan keselamatan rakyat tidak boleh dikorbankan,” pungkasnya.

Editor: RedaksiSumber: https://AJNN.net

Share :

Baca Juga

Ekbis

T Rival Amiruddin: Jejak Pengusaha Transportasi yang Menjadikan Kepedulian sebagai Identitas

Ekbis

Kepiting Soka Budidaya Meuraxa Banda Aceh Sukses Diekspor ke Singapura, Malaysia, Jepang, dan China

Daerah

Wujudkan Impian untuk Masa Depan, 350 Pelajar Terima Beasiswa Semen Andalas 2025

Berita

Dampak Rencana Kebijakan Ekspor Satu Pintu BUMN, Harga TBS Sawit di Aceh Anjlok

Bsi

Pulihkan Pesisir Aceh Tamiang, BSI Dan Relawan Bakti BUMN Tanam 15.000 Mangrove

Ekbis

Jaga Kedaulatan Bangsa, Sinergi Bank Indonesia dan TNI AL dalam Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di Aceh

Ekbis

BSI-ANTAM Gas Pol Industri Bullion, Dorong Ekosistem Emas Nasional Naik Kelas

Ekbis

Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA),Desak Pemerintah Pusat Percepat Alih Kelola Migas Aceh