Aceh Timur – Gedung Magnet School yang terletak di Desa Dama Tutong, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, akhirnya menemukan fungsi baru setelah puluhan tahun terbengkalai. Bangunan yang selama ini hanya menjadi beban anggaran daerah itu akan dialihfungsikan menjadi perguruan tinggi, tepatnya sebagai Kampus 2 Universitas Samudra (Unsam) Langsa.
Kepastian tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dan Universitas Samudra yang berlangsung di Medan, Kamis (5/2/2026). Melalui kerja sama ini, gedung Magnet School diarahkan menjadi pusat pendidikan tinggi baru di wilayah timur Aceh.
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menyatakan bahwa pengaktifan Magnet School sebagai kampus merupakan langkah strategis dan rasional. Selama bertahun-tahun, aset tersebut tidak memberikan manfaat sepadan dengan biaya yang harus ditanggung daerah.
“Setiap tahun anggaran Aceh Timur terus terpotong untuk melunasi utang pembangunan gedung ini. Nilainya mencapai Rp16,4 miliar per tahun,” ujar Al-Farlaky dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Sabtu (7/2/2026).
Menurutnya, membiarkan gedung tersebut terus terbengkalai hanya akan memperpanjang kerugian fiskal. Oleh karena itu, Pemkab Aceh Timur memilih jalan keluar yang lebih produktif dengan memanfaatkan aset tersebut untuk kepentingan pendidikan.
“Daripada dana publik terus terkuras tanpa hasil, lebih baik gedung ini kita hidupkan kembali dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Pengalihan fungsi Magnet School menjadi Kampus 2 Unsam diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Aceh Timur, khususnya di kawasan Peureulak dan sekitarnya. Selama ini, keterbatasan fasilitas pendidikan tinggi menjadi salah satu kendala bagi lulusan sekolah menengah yang ingin melanjutkan studi tanpa harus ke luar daerah.
Selain berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, keberadaan kampus baru juga diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Aktivitas mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan berpotensi menggerakkan sektor usaha warga, mulai dari kos-kosan, kuliner, transportasi, hingga UMKM.
“Keberadaan kampus tidak hanya soal pendidikan, tetapi juga membawa efek berganda bagi perekonomian masyarakat di sekitar kawasan,” tambah Al-Farlaky.
Pemkab Aceh Timur memastikan proses renovasi dan penyesuaian gedung akan segera dilakukan. Pemerintah menargetkan Kampus 2 Universitas Samudra di Peureulak dapat mulai beroperasi bertepatan dengan jadwal penerimaan mahasiswa baru.
Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur tercatat memiliki pinjaman kepada Pemerintah Pusat sebesar USD 5.193.523,21 atau setara Rp73,25 miliar (nilai tahun 2020). Pinjaman tersebut berasal dari pendanaan Islamic Development Bank (IDB) yang digunakan untuk pembangunan Magnet School di Gampong Balee Buya dan Desa Dama Tutong, Kecamatan Peureulak.
Dengan dialihfungsikannya Magnet School menjadi kampus, Pemkab Aceh Timur berharap investasi besar yang telah dikeluarkan selama ini tidak lagi menjadi beban semata, melainkan berubah menjadi fondasi pembangunan pendidikan dan masa depan daerah.(**)
Editor: Redaksi









