Banda Aceh – Kehadiran Gerbang Tol Padang Tiji diharapkan tidak sekadar menjadi jalur perlintasan kendaraan, melainkan harus menjadi katalisator kebangkitan ekonomi kerakyatan. Hal ini ditegaskan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Khalid, pada Rabu (23/3/2026).
Politikus Partai Golkar asal daerah pemilihan (Dapil) Pidie dan Pidie Jaya ini menekankan bahwa infrastruktur jalan tol membawa akses baru bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Menurutnya, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar kawasan tersebut harus berada di garis depan dalam memanfaatkan momentum ini.
Khalid mengimbau para pedagang, pengelola warung, hingga pelaku usaha kecil untuk menyambut para pengguna jalan tol dengan sikap yang humanis dan penuh keramahan (hospitality).
”Masyarakat setempat diharapkan dapat memberikan pelayanan terbaik dengan mengedepankan rasa aman, nyaman, dan keramahan khas daerah,” ujar Khalid.
Selain aspek pelayanan, ia mendorong warga untuk menonjolkan potensi lokal sebagai daya tarik utama bagi pelintas. Produk kuliner tradisional, kerajinan tangan, hingga penggunaan ornamen khas daerah dinilai sebagai nilai tambah yang mampu menarik minat pengunjung untuk singgah.
Khalid menegaskan bahwa pengelolaan yang baik terhadap keberadaan tol dapat menciptakan multiplier effect bagi kesejahteraan warga, mulai dari peningkatan omzet pelaku usaha hingga pembukaan lapangan kerja baru.
“Kehadiran tol harus menjadi peluang, bukan hanya jalur lintasan, tetapi juga pintu masuk bagi tumbuhnya ekonomi rakyat yang mandiri dan berdaya saing,” pungkasnya.
Dengan semangat kebersamaan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar Gerbang Tol Padang Tiji, diharapkan tercipta dampak ekonomi nyata yang mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Editor: redaksi










