Home / Parlementarial / Pemerintah

Rabu, 5 November 2025 - 15:16 WIB

Aceh Kehilangan Triliun Rupiah, DPRA Desak Bangun Pelabuhan Ekspor CPO Sendiri

REDAKSI

Komisi III DPRA menggelar rapat kerja dengan pimpinan dan perwakilan pabrik serta perkebunan kelapa sawit di kawasan barat-selatan Aceh, Rabu 5/11/2025 (Foto:Dok.Ist)

Komisi III DPRA menggelar rapat kerja dengan pimpinan dan perwakilan pabrik serta perkebunan kelapa sawit di kawasan barat-selatan Aceh, Rabu 5/11/2025 (Foto:Dok.Ist)

Banda Aceh – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Nurchalis, mengusulkan agar pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh membangun pelabuhan khusus ekspor minyak sawit mentah (CPO) di wilayah pantai barat Aceh. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat setempat.

“Dengan adanya pelabuhan ekspor CPO, pendapatan asli daerah Aceh dapat dimaksimalkan dan memberi dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Nurchalis di Meulaboh, Rabu 5 November 2025

Baca Juga :  Sekda Nasir Optimis Kader Muda Seudang Mampu Lanjutkan Estafet Perjuangan Partai Aceh

Ia menegaskan bahwa PAD merupakan sumber keuangan vital bagi daerah, sehingga perlu digali secara optimal. Salah satu potensinya, kata dia, berasal dari aktivitas perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di kawasan pantai barat dan selatan Aceh.

Selama ini, ekspor CPO dari Aceh dilakukan melalui Pelabuhan Belawan di Medan, Sumatera Utara. Akibatnya, penerimaan pajak dari aktivitas ekspor tersebut justru masuk ke kas Provinsi Sumatera Utara, bukan ke Aceh.

Baca Juga :  DPRA Laksanakan Prosesi Pengangkatan PPPK, Tekankan Peran Penting dalam Pelayanan Legislatif

“Informasi yang kami peroleh, pajak dari ekspor CPO Aceh yang melalui pelabuhan di Sumatera Utara mencapai nilai triliunan rupiah setiap tahun. Ini tentu kerugian besar bagi Aceh,” tutur Nurchalis.

Menurutnya, solusi terbaik agar pajak ekspor dapat menjadi bagian dari PAD Aceh adalah dengan membangun pelabuhan ekspor CPO di wilayah sendiri.

Sebagai bagian dari upaya optimalisasi PAD, Komisi III DPRA juga telah menggelar rapat kerja dengan pimpinan dan perwakilan pabrik serta perkebunan kelapa sawit di kawasan barat-selatan Aceh, pada Jumat (31/10) lalu di Meulaboh.

Baca Juga :  Kepala Bappeda Aceh Besar Tutup Training Raya HMI di Bapelkes Jantho

Rapat tersebut membahas sejumlah isu strategis, termasuk pelaporan penggunaan BBM industri oleh perusahaan kepada Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA). Sebanyak 89 perusahaan sawit turut diundang dalam kegiatan tersebut.

Rapat tersebut membahas sejumlah isu strategis, termasuk pelaporan penggunaan BBM industri oleh perusahaan kepada Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA). Sebanyak 89 perusahaan sawit turut diundang dalam kegiatan tersebut. [Adv]

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Parlementarial

Lembaga DPR Aceh tunjuk Anwar Ramli sebagai Ketua Tim Revisi UUPA

Parlementarial

Ketua DPRK Banda Aceh Luruskan Kabar Ibu Kelaparan: Dia Korban KDRT, Baru Pulang dari RS

Parlementarial

Hardiknas 2026, Ketua DPRA: Perkuat SDM Aceh Lewat Sinergi Pendidikan Umum-Dayah

Olahraga

Pemkab Aceh Besar Tampil Sengit versus DPRK, Syeh Muharram Jadi Pembeda di Menit Akhir

Parlementarial

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Menjadi Pembina Upacara di SDN 66 Ilie dan Berikan Pesan Inspiratif Kepada Siswa

Parlementarial

Ketua DPRA Terima LHP Kinerja Semester II 2025 dari BPK RI Perwakilan Aceh

Aceh Besar

Wakili Pj Bupati, Kadisparpora Aceh Besar Tutup Turnamen DJBC Boxing Cup I 2025

Pemerintah

Pemerintah Aceh dan DPRA Sepakat Konsultasi ke Mendagri Soal Bendera Bulan Bintang Pascaricuh di Banda Aceh