Lhokseumawe – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meninjau langsung pemulihan awal lahan persawahan yang terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Utara. Kunjungan tersebut berlangsung di Gampong Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Kamis (15/1/2025), guna memastikan proses rehabilitasi lahan, penyaluran bantuan sarana produksi, serta percepatan tanam berjalan sesuai rencana.
Dalam peninjauan itu, Mentan Amran didampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), sejumlah anggota Komisi IV DPR RI, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil, serta pejabat terkait lainnya.
Mentan Amran menegaskan, seluruh lahan sawah yang rusak akibat bencana akan diperbaiki dengan pembiayaan penuh dari pemerintah pusat. Perbaikan dilakukan melalui skema padat karya yang melibatkan langsung para petani terdampak.
“Semua sawah yang terdampak bencana akan diperbaiki. Seluruh biayanya ditanggung oleh pemerintah pusat,” ujar Amran.
Melalui skema padat karya tersebut, para petani atau pemilik lahan dilibatkan langsung dalam proses perbaikan sawah milik mereka. Meski bekerja di lahan sendiri, para petani tetap memperoleh upah harian yang dibayarkan oleh pemerintah pusat.
“Kita sepakat menggunakan padat karya. Rakyat yang memiliki sawah bekerja dan digaji harian oleh pusat. Dengan begitu, mereka tetap mendapatkan penghasilan sambil memperbaiki lahannya sendiri,” jelasnya.
Amran menambahkan, target pemulihan tahap awal lahan pertanian di wilayah terdampak bencana, khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, ditetapkan maksimal dalam waktu tiga bulan. Ia juga memastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman.
“Stok pangan nasional saat ini mencapai 3,2 juta ton dan cukup untuk tiga hingga enam bulan ke depan. Untuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, pasokan pangan tidak bermasalah,” pungkasnya.(**)
Editor: Mulyadi









