Home / Daerah

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:20 WIB

Mentan Amran Tinjau Pemulihan Sawah Terdampak Banjir di Aceh Utara

Redaksi

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) dan jajaran meninjau langsung pemulihan awal lahan persawahan terdampak banjir dan longsor di Gampong Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Kamis (15/1/2025). Pemerintah pusat memastikan perbaikan sawah melalui skema padat karya guna mempercepat tanam sekaligus menjaga penghasilan petani terdampak.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) dan jajaran meninjau langsung pemulihan awal lahan persawahan terdampak banjir dan longsor di Gampong Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Kamis (15/1/2025). Pemerintah pusat memastikan perbaikan sawah melalui skema padat karya guna mempercepat tanam sekaligus menjaga penghasilan petani terdampak.

Lhokseumawe – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meninjau langsung pemulihan awal lahan persawahan yang terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Utara. Kunjungan tersebut berlangsung di Gampong Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Kamis (15/1/2025), guna memastikan proses rehabilitasi lahan, penyaluran bantuan sarana produksi, serta percepatan tanam berjalan sesuai rencana.

Dalam peninjauan itu, Mentan Amran didampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), sejumlah anggota Komisi IV DPR RI, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil, serta pejabat terkait lainnya.

Baca Juga :  RSUD Sultan Iskandar Muda Nagan Raya Resmikan Layanan Cuci Darah untuk Pasien Gagal Ginjal

Mentan Amran menegaskan, seluruh lahan sawah yang rusak akibat bencana akan diperbaiki dengan pembiayaan penuh dari pemerintah pusat. Perbaikan dilakukan melalui skema padat karya yang melibatkan langsung para petani terdampak.

“Semua sawah yang terdampak bencana akan diperbaiki. Seluruh biayanya ditanggung oleh pemerintah pusat,” ujar Amran.

Baca Juga :  Berhasil Ungkap Narkoba Senilai Rp1,5 Miliar, Kapolres Aceh Tenggara Terima Penghargaan dari Bupati

Melalui skema padat karya tersebut, para petani atau pemilik lahan dilibatkan langsung dalam proses perbaikan sawah milik mereka. Meski bekerja di lahan sendiri, para petani tetap memperoleh upah harian yang dibayarkan oleh pemerintah pusat.

“Kita sepakat menggunakan padat karya. Rakyat yang memiliki sawah bekerja dan digaji harian oleh pusat. Dengan begitu, mereka tetap mendapatkan penghasilan sambil memperbaiki lahannya sendiri,” jelasnya.

Baca Juga :  Antar Bantuan Pemkot Mojokerto, Wali Kota Illiza Disambut Hangat Warga Aceh Utara

Amran menambahkan, target pemulihan tahap awal lahan pertanian di wilayah terdampak bencana, khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, ditetapkan maksimal dalam waktu tiga bulan. Ia juga memastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman.

“Stok pangan nasional saat ini mencapai 3,2 juta ton dan cukup untuk tiga hingga enam bulan ke depan. Untuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, pasokan pangan tidak bermasalah,” pungkasnya.(**)

Editor: Mulyadi

Share :

Baca Juga

Daerah

Anggota KPA Aceh Timur Ajak Semua Pihak Jaga Stabilitas Perdamaian Aceh

Daerah

Asisten II Sekdakab Aceh Besar Hadiri Sosialisasi Waspada Aktivitas Keuangan Ilegal Dan Money Game 

Daerah

Pemerintah Aceh Situasi Kritis, minta BNPB Terbangkan Bantuan Darurat ke Wilayah Terisolasi

Daerah

Pemkab Aceh Barat Pastikan Stok LPG 3 Kg Aman

Daerah

Pangdam IM tinjau penanganan pasca bencana alam banjir bandang di Aceh Tamiang

Daerah

Disdik Aceh Seumeugleh di Pante Bidari, Plt Kadisdik Sekolah dan Masjid Harus Segera Layak Digunakan

Daerah

Aceh Besar Presentasikan Keterbukaan Informasi Publik di Komisi Informasi Aceh

Daerah

Kadisdik Aceh Motivasi Siswa SMA Negeri 9 Banda Aceh: “Mimpi Bukan Sekadar Angan, Jadikan Rencana dan Wujudkan Jadi Kenyataan”