Jantho – Tradisi meugang menjelang Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Aceh Besar tahun ini terasa berbeda. Di tengah proses pemulihan pascabanjir yang melanda akhir November 2025 lalu, ratusan keluarga terdampak mendapatkan bantuan daging sapi dari Pemerintah Pusat.
Bencana hidrometeorologi yang terjadi beberapa bulan lalu memang tidak separah di sejumlah daerah lain di Aceh, namun tetap meninggalkan dampak bagi warga di sejumlah kecamatan. Pemerintah pun berupaya memastikan masyarakat tetap dapat menyambut bulan suci Ramadan dengan penuh kebersamaan melalui tradisi meugang yang telah mengakar kuat dalam budaya Aceh.
Bantuan hewan ternak sapi tersebut secara simbolis diserahkan oleh Wakil Bupati Aceh Besar, Syukri A. Jalil, di Posko BPBD Aceh Besar, Selasa (17/02/2026). Penyerahan turut disaksikan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat.
Dalam kesempatan itu, Syukri menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada Pemerintah Pusat atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat terdampak banjir di Aceh Besar. Ia menegaskan, bantuan ini bukan hanya soal daging yang dibagikan, tetapi juga wujud kepedulian negara terhadap warganya yang sedang bangkit dari musibah.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kita. Semoga dapat meringankan beban saudara-saudara kita dalam menyambut Ramadan,” ujar Syukri.
Data Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mencatat, dari total 23 kecamatan, sebanyak 10 kecamatan terdampak banjir bandang yang meliputi 94 gampong. Ribuan warga harus menghadapi kerusakan rumah, lahan pertanian, hingga terganggunya aktivitas ekonomi.
Melalui program bantuan ini, sebanyak 7.263 kilogram daging sapi berhasil disalurkan kepada 905 kepala keluarga terdampak. Pembagian dilakukan secara merata agar setiap penerima memperoleh bagian dengan berat yang sama.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, menjelaskan bahwa seluruh proses penyaluran dilakukan secara tertib dan sesuai prosedur. Daging sapi dipotong, dibersihkan, lalu dikemas dalam paket seragam sebelum didistribusikan.
“Distribusi dilakukan melalui para camat di 10 kecamatan terdampak. Selanjutnya, camat menyerahkan langsung kepada warga yang telah terdata sebagai penerima manfaat,” jelas Ridwan.
Penyaluran bantuan ini mengacu pada surat resmi Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia terkait penggunaan Bantuan Presiden untuk mendukung tradisi meugang menjelang Ramadan 2026.
Bagi masyarakat Aceh, meugang bukan sekadar tradisi memasak dan menyantap daging bersama keluarga. Ia merupakan simbol kebersamaan, rasa syukur, serta persiapan menyambut bulan penuh berkah. Karena itu, dukungan pemerintah dinilai sangat penting agar seluruh lapisan masyarakat tetap dapat merasakan kebahagiaan yang sama, termasuk mereka yang sedang dalam masa pemulihan pascabencana.
Di tengah upaya rehabilitasi dan pemulihan pascabanjir, bantuan ini diharapkan mampu memperkuat semangat gotong royong serta menghadirkan senyum di wajah warga yang terdampak. Ramadan pun disambut dengan harapan baru—bahwa setelah musibah, akan selalu ada kepedulian dan kebersamaan yang menguatkan.(**)
Editor: Dahlan









