Home / Berita

Sabtu, 12 September 2026 - 12:22 WIB

Milad ke-800 Samudera Pasai di Aceh Utara Ternoda Persoalan Sampah

REDAKSI

Perayaan Milad ke-800 Samudera Pasai di Landeng, Lhoksukon, Aceh Utara ternoda persoalan sampah. Sampah plastik, kemasan makanan, botol, dan kantong plastik berserakan di arena pameran hingga depan Kantor Bupati pada Sabtu 12/9/2026.

Perayaan Milad ke-800 Samudera Pasai di Landeng, Lhoksukon, Aceh Utara ternoda persoalan sampah. Sampah plastik, kemasan makanan, botol, dan kantong plastik berserakan di arena pameran hingga depan Kantor Bupati pada Sabtu 12/9/2026.

ACEH UTARA — Perayaan Milad ke-800 Samudera Pasai di Landeng, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, ternoda oleh persoalan kebersihan. Sampah plastik dan sisa jajanan pengunjung terlihat berserakan di sejumlah titik arena pameran, termasuk di badan jalan hingga kawasan depan Kantor Bupati Aceh Utara, Sabtu, 12 September 2026.

Di lokasi, sampah didominasi kemasan makanan, botol minuman, kantong plastik, serta berbagai limbah lainnya. Sampah tersebut terlihat menumpuk dan berserakan di sejumlah titik yang sebelumnya digunakan untuk aktivitas pameran dan bazar kuliner.

Baca Juga :  Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Bupati Aceh Besar Adakan Pertemuan dengan Kadis Kesehatan dan Kepala Puskesmas

Kondisi itu membuat kawasan yang menjadi pusat kegiatan perayaan milad tersebut terlihat kurang terawat, terutama setelah aktivitas pengunjung dan pedagang berlangsung sejak pagi.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Aceh Utara, Saiful Fata, mengatakan pihaknya telah mengingatkan event organizer (EO) agar menjaga kebersihan selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, sampah yang dihasilkan pengunjung maupun pelaku usaha semestinya langsung ditempatkan ke tong sampah atau kontainer yang telah disediakan di sekitar arena kegiatan.

Baca Juga :  Buntut Insiden Makan Gratis di Bener Meriah, YAC Desak BGN Copot Korwil SPPG

“Kita sudah mengingatkan event organizer untuk menempatkan sampah-sampah tersebut di tong atau kontainer yang sudah disediakan di sekeliling dan dalam lingkungan event,” kata Saiful.

DLHK Aceh Utara juga mengerahkan tiga unit truk pengangkut sampah untuk menangani peningkatan volume sampah selama rangkaian perayaan Milad ke-800 Samudera Pasai.

“Kita mengerahkan tiga truk armada pengangkut di arena lokasi kegiatan agar bisa mengangkut sampah-sampah di sana,” ujarnya.

Saiful mengatakan produksi sampah di Aceh Utara meningkat cukup signifikan selama momentum perayaan Milad ke-800 Samudera Pasai. Peningkatan tersebut, kata dia, mencapai sekitar 7,5 ton per hari atau setara dengan tiga armada truk pengangkut sampah.

Baca Juga :  Pangdam IM Perkuat Sinergitas Kodam IM-BULOG Aceh dan Pemda untuk Wujudkan Swasembada Pangan

“Biasanya per hari petugas mengangkut sekitar 200 hingga 250 ton, sekarang bertambah lagi sebanyak 7,5 ton atau tiga truk armada pengangkut,” ujarnya.

Peningkatan volume sampah tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pengelolaan kebersihan di tengah berlangsungnya salah satu agenda besar yang mengundang masyarakat dan pelaku usaha ke kawasan Landeng.***

Penulis: Tika Fitri Lestari

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Berita

Pemerintah Aceh Terima Apresiasi Nasional atas Dukungan Program 3 Juta Rumah

Berita

Komitmen Pemulihan dan Pencegahan Keberulangan Pelanggaran Hak Asasi Manusia yang Berat

Aceh Besar

Kepala DPMPTSP Aceh Besar Pastikan Layanan MPP Kembali Normal Pasca Libur Idul Fitri

Berita

Penerangan Kodam IM Gelar Syukuran HUT Ke-74 Penerangan TNI AD

Berita

Jumat Barokah, Satlantas Polres Lhokseumawe Hadirkan Kepedulian untuk Warga

Berita

Wabup Aceh Besar Tekankan Pentingnya Kebersamaan Dalam Membangun Aceh Besar

Berita

Pj Gubernur Ajak HIMAS Berkomitmen Bangun Simeulue

Berita

Kodim 0108/Agara dan Warga Perkuat Jembatan Gantung Perintis di Ds. Kumbang Jaya, Aceh Tenggara