Home / PT.Andalas

Rabu, 4 November 2026 - 12:55 WIB

Kembangkan Kacang Koro Pedang Jadi Solusi Alternatif Bahan Baku Tempe,  Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba Kementerian ESDM 2026

REDAKSI

 Direktur PT Solusi Bangun Andalas, Edi Sarwono menerima penghargaan Apresiasi Minerba 2026 kategori Badan Usaha Pertambangan Komoditas Mineral dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia di Jakarta, 3 November 2026.

Direktur PT Solusi Bangun Andalas, Edi Sarwono menerima penghargaan Apresiasi Minerba 2026 kategori Badan Usaha Pertambangan Komoditas Mineral dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia di Jakarta, 3 November 2026.

Lhoknga – Ketergantungan terhadap pasokan bahan baku tempe dari luar daerah menjadi salah satu tantangan bagi keberlanjutan usaha pangan lokal di Aceh(4/11/2026). Sekitar 90% kebutuhan kedelai untuk Aceh dipasok dari luar provinsi dan rentan terhadap fluktuasi harga global yang berdampak langsung pada biaya produksi dan keberlangsungan usaha perajin tempe.

Menjawab tantangan tersebut, PT Solusi Bangun Andalas menghadirkan solusi berbasis potensi lokal melalui pengembangan kacang koro pedang sebagai alternatif bahan baku tempe. Inisiatif program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dikembangkan bersama Rumoh Pangan Aceh (RPA) ini, berhasil meraih Apresiasi Minerba kategori Badan Usaha Pertambangan Komoditas Mineral dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia di Jakarta, 3 November 2026.

Apresiasi ini diberikan atas keberhasilan program bertajuk Keberhasilan Merevitalisasi Kearifan Lokal Koro Meusyahu, yang dikembangkan melalui program PENDEKAR (Pelestarian pangan lokal, Eksistensi, Nilai Adat, dan Eratnya Kohesi Sosial, Komunitas Lingkar Tambang, Revitalisasi Mandiri Gampong).

Baca Juga :  Bagikan Dividen 329,3 M, Solusi Bangun Indonesia Lanjutkan Transformasi Bisnis

Direktur PT Solusi Bangun Andalas, Edi Sarwono, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi apresiasi atas kolaborasi perusahaan dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi lokal untuk menjawab tantangan ketahanan pangan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

“Bagi kami, pemberdayaan masyarakat bukan sekadar menghadirkan bantuan, tetapi bagaimana bersama-sama menemukan solusi atas tantangan yang dihadapi masyarakat. Melalui revitalisasi kacang koro pedang, kami ingin mendorong pemanfaatan potensi pangan lokal yang memiliki nilai ekonomi, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah, serta membuka peluang usaha yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat,” ungkap Edi Sarwono.

Dari Potensi Lokal Menjadi Solusi Ketahanan Pangan

Program ini berangkat dari tantangan yang dihadapi perajin tempe lokal, yakni tingginya ketergantungan terhadap pasokan kedelai impor dari luar Aceh. Ketika harga global berfluktuasi, biaya bahan baku ikut terpengaruh sehingga dapat menekan keberlanjutan usaha para perajin.

Baca Juga :  Solusi Bangun Andalas dan Insan Pers Aceh Perkuat Silaturahmi dalam Cahaya Ramadan

Bersama Rumoh Pangan Aceh, Solusi Bangun Andalas mendorong masyarakat ring 1 di Desa Nagaumbang untuk mengoptimalkan budidaya kacang koro pedang sebagai komoditas alternatif.

Kacang koro pedang memiliki biaya pokok produksi yang lebih rendah dan produktivitas lahannya lebih baik dibandingkan kedelai. Pemanfaatannya sebagai bahan baku tempe juga memberikan peluang bagi perajin untuk mengurangi biaya produksi hingga 15%.

Selain memberikan efisiensi biaya, pengembangan komoditas lokal ini turut memperkuat ketahanan usaha masyarakat karena bahan baku yang dibudidayakan di wilayah setempat, serta berpotensi mengurangi jejak emisi karbon dari transportasi bahan baku yang selama ini didatangkan dari luar provinsi.

Baca Juga :  Solusi Bangun Andalas Perluas Jangkauan Bantuan ke Lebih Banyak Warga Termasuk Wartawan di 18 Kabupaten Terdampak Banjir di Aceh

Memperkuat Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Lebih dari sekadar budidaya komoditas pertanian, revitalisasi kacang koro pedang merupakan upaya membangun ekosistem pangan lokal yang melibatkan masyarakat, kelompok pengolah pangan dan pelaku usaha. Kolaborasi ini membuka peluang agar potensi lokal tidak hanya berhenti sebagai hasil pertanian, tetapi berkembang menjadi produk bernilai tambah yang menciptakan nilai bersama (shared value) sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Melalui program PENDEKAR, Solusi Bangun Andalas mendorong masyarakat untuk mengembangkan potensi pangan lokal sekaligus memperkuat eksistensi kearifan lokal dan kohesi sosial di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Inisiatif revitalisasi kacang koro pedang diharapkan dapat menjadi salah satu model pengembangan pangan lokal yang dapat direplikasi di wilayah lain, sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan penguatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

PT.Andalas

Bangun SDM Aceh, Solusi Bangun Andalas Perluas Akses Pendidikan bagi 5.500 Pelajar

PT.Andalas

Solusi Bangun Andalas dan Insan Pers Aceh Perkuat Silaturahmi dalam Cahaya Ramadan

Aceh

PT. Solusi Bangun Andalas Gelar FKM 2025, Ajak Masyarakat Evaluasi dan Tingkatkan Program CSR

PT.Andalas

Manfaatkan 172 Ribu Ton RDF, Kontribusi Solusi Bangun Indonesia Tekan Emisi Karbon dan Atasi Darurat Sampah Nasional

PT.Andalas

Bagikan Dividen 329,3 M, Solusi Bangun Indonesia Lanjutkan Transformasi Bisnis

Aceh

Solusi Bangun Andalas Perluas Jangkauan Bantuan ke Lebih Banyak Warga Termasuk Wartawan di 18 Kabupaten Terdampak Banjir di Aceh

PT.Andalas

Gugatan Koperasi Syariah Semen Andalas Ditolak, Pengadilan Negeri Jantho Nilai Prematur

PT.Andalas

Uang Rupiah Tak Layak Edar Disulap Jadi Energi Ramah Lingkungan, Bank Indonesia dan Solusi Bangun Andalas Kolaborasi di Aceh