Home / Berita / Pemerintah Aceh

Rabu, 30 April 2025 - 14:14 WIB

Pemerintah Aceh dan PT Flora Agung Bahas Potensi Investasi Agribisnis, Peternakan, dan Industri Hilir Sawit

REDAKSI

Asisten I Sekda Aceh, Azwardi, memaparkan secara komprehensif potensi sektor agribisnis, peternakan, dan kawasan industri dalam sebuah diskusi terbuka bersama PT Flora Agung yang berlangsung di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh, Rabu 30/4/2025 (Foto:Dok.Adpim Setda Aceh)

Asisten I Sekda Aceh, Azwardi, memaparkan secara komprehensif potensi sektor agribisnis, peternakan, dan kawasan industri dalam sebuah diskusi terbuka bersama PT Flora Agung yang berlangsung di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh, Rabu 30/4/2025 (Foto:Dok.Adpim Setda Aceh)

Banda Aceh – Pemerintah Aceh memaparkan secara komprehensif potensi sektor agribisnis, peternakan, dan kawasan industri dalam sebuah diskusi terbuka bersama PT Flora Agung yang berlangsung di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh, Rabu (30/4/2025). Pertemuan tersebut menjadi momentum awal penjajakan kerja sama investasi jangka panjang antara pemerintah dan sektor swasta.

Paparan disampaikan oleh Asisten I Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Azwardi, mewakili Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. Dalam paparannya, Azwardi mengungkapkan apresiasi atas ketertarikan PT Flora Agung terhadap sektor strategis di Aceh dan membuka ruang kolaborasi untuk mempercepat pembangunan ekonomi daerah.

“Pertemuan ini menjadi bagian penting dari strategi kami dalam menjalin kemitraan dengan dunia usaha nasional. Kami percaya bahwa pembangunan Aceh yang inklusif hanya bisa dicapai melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah dan sektor swasta,” ujar Azwardi, yang didampingi Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Restu Andi Surya.

Azwardi menjelaskan, Aceh memiliki luas areal perkebunan mencapai 1,17 juta hektar dengan 22 komoditas unggulan. Di antaranya kelapa sawit, kopi arabika dan robusta, karet, nilam, dan pala. Komoditas kelapa sawit menjadi yang paling dominan, dengan produksi Crude Palm Oil (CPO) mencapai lebih dari 808 ribu ton pada 2023 dari 73 pabrik yang tersebar di 12 kabupaten/kota.

Baca Juga :  Wakili Pj Bupati Aceh Besar, Ir. Makmun Terima 700 Mahasiswa PPKPM UIN Ar Raniry

Namun demikian, nilai tambah dari industri hilir sawit di Aceh dinilai masih sangat minim. Untuk itu, Pemerintah Aceh telah menyiapkan lahan dan skema pembangunan pabrik mini CPO serta pabrik turunan seperti minyak goreng, terutama di Nagan Raya dan Subulussalam. Dengan adanya pabrik, diharapkan stabilitas harga lebih terjaga, petani sejahtera, dan pusat pertumbuhan ekonomi baru muncul di daerah-daerah penghasil komoditi dimaksud.

Selain sawit, sektor peternakan juga menjadi perhatian serius. Dengan lahan penggembalaan dan hijauan pakan ternak seluas 8.725 hektar, Aceh memiliki potensi besar namun belum memiliki peternakan skala besar.

Peluang investasi terbuka di berbagai subsektor: peternakan unggas berbasis kandang modern (closed house), penggemukan sapi, sapi perah, pembibitan ruminansia, hingga pabrik pakan ternak.

“Kami telah menyiapkan fasilitas seperti Pusat Kesehatan Hewan di setiap kabupaten serta 1.247 petugas kesehatan hewan dan 378 petugas inseminasi buatan. Pemerintah juga siap memfasilitasi lahan dan regulasi untuk investor,” jelas Azwardi.

Baca Juga :  Mendagri Lantik Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh

Selain itu, lanjut Azwardi, pemerintah Aceh juga mendorong pengembangan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus (KEK) seperti di Ladong, Nagan Raya, Calang, Langsa, dan Lhokseumawe. Zona-zona ini difokuskan untuk sektor manufaktur, industri halal, agroindustri, dan logistik.

Pelabuhan-pelabuhan strategis seperti Malahayati, Krueng Geukueh, dan Calang disiapkan untuk mendukung rantai logistik ekspor-impor, termasuk distribusi hasil pertanian dan peternakan.

“Infrastruktur dasar terus kita siapkan. Pemerintah Aceh terbuka terhadap ide dan inisiatif swasta, dan siap memfasilitasi perizinan serta membangun kemitraan lokal,” kata Azwardi.

Sementara itu, Direktur Utama PT Flora Agung, Ivansyah, menyampaikan ketertarikannya terhadap potensi besar Aceh, khususnya dalam pembangunan industri hilir kelapa sawit.

“Aceh adalah satu-satunya provinsi di Sumatera yang belum memiliki pabrik refinery atau pengolahan CPO menjadi minyak goreng. Padahal Aceh adalah produsen sawit. Ini ironi yang harus kita ubah bersama,” ungkap Ivansyah.

Ia juga menyampaikan rencana pembangunan pabrik minyak goreng di Aceh, dan berharap peletakan batu pertama dapat dilakukan dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Gubernur Terima Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Aceh Tahun 2024 dari BPKP 

“Harapan kami, masyarakat Aceh bisa menikmati produk lokal tanpa harus bergantung dari luar daerah. Investasi ini nilainya tidak kecil, dan tentu kami butuh dukungan dari pemerintah daerah dan perbankan lokal,” ujar Ivansyah.

Menurutnya, Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf telah memberi sinyal dukungan penuh terhadap rencana investasi ini. “Saya sudah sampaikan ke Pak Gubernur, dan beliau menjamin proyek ini akan berjalan. Mudah-mudahan tahun ini bisa dimulai,” tambahnya.

PT Flora Agung merupakan perusahaan mitra pemerintah dalam distribusi minyak goreng subsidi (Minyakita), serta dipercaya Bulog dalam distribusi beras dan program ketahanan pangan di sejumlah daerah. Ivansyah berharap peran tersebut dapat diperluas di Aceh melalui kerja sama strategis dalam pengendalian inflasi dan produksi pangan lokal.

“Mudah-mudahan dalam lima tahun ke depan, dengan dukungan semua pihak, kita bisa wujudkan cita-cita ini. Potensi Aceh sangat besar, tinggal bagaimana kita menyatukan langkah,” pungkas Ivansyah. []

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Berita

dKupiAceh Hadir di Rest Area KM 54 Tol Sibanceh, Nikmati Kopi dan Keindahan Gunung Seulawah

Pemerintah Aceh

𝗪𝗮𝗴𝘂𝗯 𝗔𝗰𝗲𝗵: 𝗘𝗺𝗽𝗮𝘁 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗿 𝗣𝗲𝗻𝗲𝗿𝗶𝗺𝗮 𝗕𝗲𝗮𝘀𝗶𝘀𝘄𝗮 𝗸𝗲 𝗧𝗶𝗼𝗻𝗴𝗸𝗼𝗸 𝗗𝗶𝘀𝗶𝗮𝗽𝗸𝗮𝗻 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗚𝗲𝗻𝗲𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗴𝗲𝗿𝗮𝗸 𝗛𝗶𝗹𝗶𝗿𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶

Nasional

Bunda PAUD Aceh Kunker ke Yogyakarta Terkait Pola Asuh Anak Usia Dini

Pemerintah Aceh

Wagub Aceh Bersama Menko Polkam Resmikan Hunian Tetap Korban Bencana di Aceh Utara

Pemerintah Aceh

Terima Silaturahmi Kepala BKKBN Aceh, Plt. Sekda Tegaskan Dukungan Pemerintah Aceh

Aceh Besar

Pj Bupati Bersama Forkopimda Aceh Besar Tinjau Pos Pengamanan Tahun Baru 2025

Pemerintah Aceh

Plt Sekda Aceh Minta Pejabat Administrator Adaptif dengan Era Digital dalam Bekerja

Berita

Bupati Aceh Besar Melayat ke Rumah Duka Anggota DPRA, Tgk Rasyidin Ahmad (Waled NURA)