Home / Berita / Pemkab Aceh Besar

Selasa, 25 November 2025 - 07:57 WIB

Peringati Uro Lahe ke-69, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar Tegaskan Komitmen Percepatan Pembangunan

REDAKSI

Bupati Aceh Besar Pimpin Upacara Peringatan Uro Lahe ke-69 Kabupaten Aceh Besar Tahun 2025, di Lapangan Bungoeng Jeumpa, Senin (24/11/2025). FOTO/MC ACEH BESAR

Bupati Aceh Besar Pimpin Upacara Peringatan Uro Lahe ke-69 Kabupaten Aceh Besar Tahun 2025, di Lapangan Bungoeng Jeumpa, Senin (24/11/2025). FOTO/MC ACEH BESAR

Kota Jantho – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menyelenggarakan Upacara Peringatan Uro Lahe ke-69 Kabupaten Aceh Besar Tahun 2025. Kegiatan ini mengusung tema “Putoh Ngeun Meupakat, Kuat Ngeun Meuseuraya”, sebagai wujud ajakan memperkuat kebersamaan dan sinergi dalam pembangunan daerah, bertempat di Lapangan Bungoeng Jeumpa, Senin (24/11/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris menyampaikan rasa syukur atas bertambahnya usia penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Aceh Besar yang kini telah menginjak 69 tahun. Peringatan ini berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2024 yang menegaskan bahwa 24 November 1956 merupakan tanggal pembentukan Kabupaten Aceh Besar sebagaimana ditetapkan melalui Undang-Undang Darurat Nomor 7 Tahun 1956.

“Di usia yang ke-69 ini, kita patut bersyukur atas berbagai capaian pembangunan Aceh Besar yang terus menunjukkan kemajuan, baik dalam bidang keagamaan, ekonomi, pendidikan, pariwisata, infrastruktur, pertanian, sosial budaya, maupun kesehatan,” ungkap pimpinan daerah dalam amanat upacara.

Baca Juga :  Pangdam Iskandar Muda lantik 78 anak yatim menjadi Prajurit TNI AD

Lebih lanjut ditegaskan bahwa momentum hari lahir daerah merupakan kesempatan untuk memperkuat kembali komitmen seluruh elemen masyarakat dalam melanjutkan perjuangan para pendahulu dan melakukan percepatan pembangunan di segala sektor.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai inspirasi untuk terus berkarya. Dengan semangat persatuan serta kerja-kerja produktif, kita optimis Aceh Besar akan terus tumbuh, berkembang, dan memberikan kesejahteraan yang paripurna bagi seluruh masyarakat,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Aceh Besar juga mengulas kembali sejarah administratif Aceh Besar yang dahulu dikenal dengan sebutan Aceh Rayeuk, meliputi Aceh Besar, Banda Aceh, dan Sabang. Setelah adanya regulasi, wilayah tersebut dimekarkan menjadi satu kabupaten dan dua kota. Dalam proses perpindahan pusat pemerintahan dari Banda Aceh ke Kota Jantho sejak tahun 1984, Aceh Besar meninggalkan berbagai aset sejarah, ekonomi, dan kebudayaan yang kini berada di wilayah Banda Aceh.

Baca Juga :  Pererat Silaturrahmi, Marlina Muzakir Gelar Buka Puasa Bersama Ketua TP PKK se-Aceh

“Dulu kita memiliki kota yang hidup, pasar yang besar, Museum Rumoh Aceh, Masjid Raya Baiturrahman, serta pusat ekonomi masyarakat. Namun regulasi dan pembentukan wilayah baru membuat seluruh aset itu kini berada di Banda Aceh,” disampaikan dalam pidato tersebut.

Kemudian, Memasuki usia ke-69, pemerintah menilai masih banyak pekerjaan yang perlu dituntaskan, terutama terkait pembangunan rumah sakit representatif dan pembentukan pusat kota yang layak sebagai identitas kabupaten. Dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 450 ribu jiwa, Aceh Besar dinilai membutuhkan fasilitas publik yang lebih memadai.

“Dengan penduduk sebanyak ini, sudah semestinya Aceh Besar memiliki rumah sakit utama yang memadai serta sebuah kota yang berfungsi sebagai pusat konsentrasi ekonomi, politik, pertahanan, dan layanan publik,” tegasnya.

Baca Juga :  Bupati Aceh Besar Ngopi Bareng Masyarakat Jurong Peujeura

Selain refleksi pembangunan fisik, pemerintah juga menyoroti sektor pendidikan sebagai prioritas masa depan daerah. Pemerintah menekankan pentingnya percepatan digitalisasi sekolah, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, serta penerapan pendidikan yang lebih humanis dan berkarakter.

“Tidak ada lagi pola pendidikan yang keras seperti masa lalu. Sekolah harus menjadi ruang aman, ramah, dan membentuk karakter positif bagi anak-anak. Guru dan kepala sekolah harus bekerja harmonis dalam mendidik generasi Aceh Besar,” ujarnya.

Terakhir, Muharram Idris mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi, saling mendukung, serta berkontribusi dalam mewujudkan Aceh Besar yang maju, modern, religius, dan membanggakan.

“Semoga Aceh Besar senantiasa berkembang dan berjaya dengan perubahan positif yang terus kita upayakan. Kita berharap daerah ini menjadi hunian indah yang memberi kenyamanan dan kebanggaan bagi seluruh masyarakat,” tutupnya.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Berita

Ketua DPRA Apresiasi Mualem Cabut Pergub JKA, Sebut Bukti Cinta ke Rakyat Aceh

Berita

Bupati Aceh Besar Panggil Direktur PDAM Tirta Mountala untuk Paparkan Hasil Kerja Periode 2018-2024

Berita

Mualem Sambut Kepala BP Haji, Usulkan Penambahan Kuota Haji dan Penerbangan Umrah Langsung dari Aceh

Berita

Pangdam IM Pimpin Laporan Korps Kenaikan Pangkat 61 Pamen Kodam IM Periode Oktober 2025

Pemkab Aceh Besar

Bupati Aceh Besar Muharram Idris Sambangi Puskesmas Lhoong

Berita

Pertemuan Pangdam IM dan Forum Galasantara Perkuat Kolaborasi Militer-Sipil untuk Pembangunan Aceh Berkelanjutan

Berita

Syech Muharram: Semua Warga Aceh Besar Memiliki Hak dan Tanggung Jawab yang Sama

Pemkab Aceh Besar

Pemkab Abes Salurkan Daging Bantuan Presiden Untuk 905 KK