Home / Nasional

Minggu, 12 April 2026 - 18:08 WIB

Presiden Prabowo: Pencak Silat Adalah Cerminan Jati Diri Bangsa dan Ilmu Kesatria

REDAKSI

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Jakarta International Convention Center, Sabtu (11/04/2026).

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Jakarta International Convention Center, Sabtu (11/04/2026).

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar cabang olahraga biasa, melainkan cerminan jati diri bangsa Indonesia yang sarat dengan nilai-nilai luhur. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yang berlangsung di Jakarta International Convention Center, Sabtu (11/04/2026).

​Dalam forum nasional tersebut, Presiden menekankan bahwa pencak silat merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya Indonesia yang diwariskan lintas generasi. Nilai-nilai seperti keberanian, kehormatan, kerendahan hati, serta komitmen untuk membela kebenaran dan keadilan disebut sebagai inti dari ajaran bela diri asli nusantara ini.

Baca Juga :  Kapolri Tegas Tolak Polri di Bawah Kementerian: Posisi di Bawah Presiden Sudah Ideal

​“Pencak silat itu bagian dari budaya kita dan pencak silat itu bagian daripada ilmu kesatria,” ujar Presiden Prabowo.

​Prabowo menegaskan bahwa seorang pendekar sejati tidak hanya dituntut memiliki kekuatan fisik, tetapi juga kekuatan jiwa, akhlak, dan keimanan. Ia mengingatkan bahwa semakin tinggi ilmu seseorang, maka semakin besar pula tuntutan untuk bersikap rendah hati.

​“Ajaran guru-guru kita semakin berisi, semakin menunduk. Ilmu kita adalah demikian. Kerendahan hati, bukan kerendahan diri. Kita hormat, sopan, santun, itu adalah budaya kita. Kesatria, pendekar, selalu membela kebenaran, selalu membela yang lemah, selalu membela yang tertindas, selalu membela keadilan,” tegasnya.

Baca Juga :  ‎Gubernur Mualem Bahas Penguatan Ekonomi dengan Menteri Perdagangan RI

​Di tengah arus globalisasi, Presiden mengingatkan pentingnya menjaga kebanggaan terhadap budaya nasional. Beliau mencontohkan kebiasaan mengenakan pakaian tradisional dari berbagai daerah sebagai wujud penghormatan terhadap warisan leluhur.

​Ia juga menekankan bahwa bangsa Indonesia tidak boleh kehilangan jati diri atau merasa inferior di tengah pengaruh budaya asing. Menurutnya, penghormatan terhadap bangsa lain harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap budaya sendiri.

​“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati budaya sendiri. Bangsa yang menghormati orang tuanya, leluhurnya,” tambah Presiden.

Baca Juga :  Raih Empat Penghargaan Top CSR Awards 2025, SBI Tegaskan Komitmen pada Bisnis Berkelanjutan

​Presiden mengapresiasi peran strategis Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dalam menjaga eksistensi pencak silat sebagai sarana pembentukan karakter bangsa. Ia memberikan penghargaan atas konsistensi IPSI dalam merawat nilai-nilai tersebut di tengah dinamika zaman yang terus berubah.

​Mengakhiri sambutannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh insan pencak silat di tanah air untuk terus menjaga kemurnian ajaran, memperkuat karakter generasi muda, serta menanamkan rasa bangga terhadap budaya nasional sebagai fondasi kuat dalam menghadapi tantangan global.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Nasional

Menulis untuk Masa Depan: 39 dari 40 Buku Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo Resmi Terdaftar HAKI

Nasional

Muktamar Ke-35 NU: Rais Aam dan Ketum PBNU Dilarang Rangkap Jabatan Politik dan Publik

Nasional

Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara 4 Jam Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

Nasional

Bupati Aceh Besar Kunjungi Balai Embrio Ternak Cipelang
Ketua nu jatim hasan mutawakkil alallah di masjid-al akbar surabaya

Berita

NU Minta Pesantren Tak Terprovokasi Teror Orang Gila

Nasional

Industri Nasional Solid di Akhir 2025, Pariwisata Melonjak 17,5 Persen

Berita

Makan Bergizi Gratis Dimulai Hari Ini, Setiap Dapur Dikawal Ahli Gizi dan Akuntan

Nasional

Operasional Bandara Soekarno-Hatta, Halim, dan Husein Sastranegara Kembali Dibuka Pasca-Erupsi Gunung Anak Krakatau