Home / Pendidikan

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:56 WIB

Rektor UIN Ar-Raniry: Indonesia Emas 2045 Perlu Ditopang Agama, Moral, dan Teknologi

REDAKSI

Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag., saat menjadi keynote speaker dalam Talk Show Pendidikan Nasional di Aula Gedung Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Selasa (7/7/2026).

Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag., saat menjadi keynote speaker dalam Talk Show Pendidikan Nasional di Aula Gedung Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Selasa (7/7/2026).

Banda Aceh  – Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Mujiburrahman MAg mengatakan cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak dapat diwujudkan hanya melalui kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi. Menurut dia, pembangunan sumber daya manusia harus ditopang oleh nilai-nilai agama, moral, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pernyataan itu disampaikan Mujiburrahman saat menjadi keynote speaker pada Talk Show Pendidikan Nasional dalam rangka Musyawarah Daerah (Musda) ICMI Orda Aceh Besar bertema Transformasi Kebijakan Pendidikan Nasional dalam Mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045 di Aula Gedung Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Selasa (7/7/2026).

Menurut Mujiburrahman, Indonesia akan memasuki usia satu abad kemerdekaan pada 2045 dengan harapan menjadi negara maju. Karena itu, pembangunan manusia harus dilakukan secara menyeluruh melalui penguatan karakter, pembinaan akhlak, pendidikan agama, serta peningkatan kualitas ilmu pengetahuan dan teknologi.

Baca Juga :  Disdikbud Banda Aceh Lakukan Profiling Guru SD–SMP untuk Pemetaan Kompetensi

“Indonesia akan menjadi negara yang kuat apabila generasi bangsanya memiliki moral yang kokoh sekaligus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya.

Ia mengatakan kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi maupun perkembangan teknologi, tetapi juga oleh kualitas karakter dan integritas masyarakatnya. Karena itu, pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang beriman, berakhlak, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, pendidikan agama, pembinaan karakter, dan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi harus berjalan secara seimbang agar mampu melahirkan generasi yang berdaya saing di tingkat global tanpa kehilangan nilai-nilai moral.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Luncurkan Aplikasi SPMB, Gubernur Tegaskan Pentingnya Transparansi dan Keadilan

Ia berharap organisasi cendekiawan seperti ICMI terus berkontribusi melalui kajian ilmiah dan rekomendasi kebijakan guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof Eka Srimulyani MA PhD, mengatakan transformasi pendidikan nasional tidak cukup berorientasi pada peningkatan capaian akademik. Menurut dia, pendidikan juga harus memperkuat karakter, literasi digital, serta kolaborasi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah.

“Indonesia Emas 2045 tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang bagaimana pendidikan mampu melahirkan manusia yang berintegritas, berkarakter, dan siap menghadapi perubahan dunia,” kata Eka.

Ia menambahkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), menjadi tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan. Karena itu, guru dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan perannya sebagai teladan dalam pembentukan karakter peserta didik.

Baca Juga :  Tak Layak Digunakan, SMAS–SMPS Bustanul Ulum Minta Relokasi Pasca Banjir Bandang

Sementara itu, Guru Besar USK sekaligus Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh Besar, Prof Dr Mustanir MSc, menekankan pentingnya penyusunan kebijakan pendidikan yang berbasis data. Menurut dia, hasil evaluasi pendidikan perlu dimanfaatkan untuk memperkuat budaya literasi, meningkatkan kompetensi guru, memperluas pemerataan mutu pendidikan, serta menghasilkan kebijakan yang lebih efektif.

Talk show yang menjadi bagian dari rangkaian Musda ICMI Orda Aceh Besar itu menghadirkan akademisi, praktisi pendidikan, dan organisasi cendekiawan untuk membahas arah transformasi pendidikan nasional menuju Indonesia Emas 2045. [ ]

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Berita

Dinas Pendidikan Aceh Optimalkan Peran BKK untuk Penempatan Kerja Lulusan SMK

Pendidikan

Disdik Aceh Larang Perpisahan Mewah dan Tamasya, Sekolah Diminta Peka Pascabencana

Pemerintah

Pembuatan Akun SPMB Diperpanjang hingga Besok, Kadisdik Aceh Ingatkan Larangan Pungli

Pendidikan

Perkuat Kerja Sama Pendidikan, Konsulat Singapura dan Ngee Ann Polytechnic Kunjungi Disdik Aceh

Pendidikan

Bullying, Stunting, hingga Siaga Bencana Jadi Fokus Program Mahasiswa KKN USK di Cut Langien

Nasional

Satgas Yonif 112/DJ Laksanakan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di SD YPPGI ILU

Pendidikan

Yayasan Abulyatama Ganti Pimpinan Unaya

Pendidikan

Halal Bi Halal Iduladha 1446 H, Marthunis Ajak Civitas Disdik Aceh Tanamkan Nilai Pengorbanan dan Integritas