Home / Daerah

Selasa, 22 September 2026 - 14:03 WIB

Sekda Lhokseumawe Tanggapi Tuntutan Mahasiswa Terkait Gaji PPPK hingga Program Sampah

REDAKSI

Sekda Lhokseumawe A. Haris tanggapi aksi mahasiswa Universitas Malikussaleh di Kantor Wali Kota, Senin 21/9/2026, terkait tuntutan gaji PPPK, MBG, fasum, keterbukaan anggaran hingga program Broh Jeut Keu Peng

Sekda Lhokseumawe A. Haris tanggapi aksi mahasiswa Universitas Malikussaleh di Kantor Wali Kota, Senin 21/9/2026, terkait tuntutan gaji PPPK, MBG, fasum, keterbukaan anggaran hingga program Broh Jeut Keu Peng

LHOKSEUMAWE — Sekretaris Daerah (Sekda) Lhokseumawe, A. Haris, menegaskan bahwa anggaran untuk membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebenarnya telah tersedia dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota Perubahan (APBK-P). Namun, proses pembayarannya masih harus menunggu pengesahan resmi.

Pernyataan tersebut disampaikan A. Haris secara langsung di hadapan massa mahasiswa dari Universitas Malikussaleh yang menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Wali Kota Lhokseumawe pada Senin, 21 September 2026.

Dalam aksinya, para mahasiswa mempertanyakan sejumlah persoalan kinerja Pemko Lhokseumawe, meliputi:

  • Pembayaran gaji PPPK
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
  • Fasilitas umum
  • Keterbukaan anggaran
  • Pelaksanaan program Broh Jeut Keu Peng
Baca Juga :  Hindari Kemacetan Saat Pawai Takbiran Idul Fitri 1446 Hijriah, Berikut Imbauan Kasat Lantas 

Penjelasan Terkait Huntara, Huntap, dan Program Lingkungan

Selain menjawab persoalan gaji PPPK, A. Haris juga memberikan klarifikasi mengenai tuntutan terkait rehabilitasi, rekonstruksi, serta program pengelolaan sampah:

  • Huntara dan Huntap: Pembangunan hunian sementara (huntara) di Lhokseumawe telah dilakukan sebagai bagian dari pekerjaan pemerintah pusat. Sementara itu, untuk proses tender hunian tetap (huntap) telah selesai dikerjakan sehingga tinggal menunggu proses pembangunannya.
  • Program Broh Jeut Keu Peng: Pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) menyatakan program ini sudah mulai beroperasi meski masih ada bagian yang perlu diperbaiki. “Programnya sudah beroperasional, hanya ada beberapa yang harus diperbaiki, terutama bantalan untuk mesinnya. Mesin pencacah belum dioperasionalkan, sedangkan yang lainnya sudah,” jelas A. Haris.
  • Pengolahan Sampah Sementara: Untuk sementara waktu, proses pengolahan sampah dilakukan dengan memilah sampah terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke mesin yang sudah dapat digunakan. “Karena mesin pencacah belum beroperasi, sampah yang masuk terlebih dahulu dipilah sebelum diproses menggunakan mesin lainnya. Namun untuk mesin yang berada di gedung lainnya sudah beroperasi,” tambahnya.
Baca Juga :  Kafilah Aceh Besar Meriahkan Pawai Ta’aruf MTQ XXXVII di Pidie Jaya

Sebelumnya, puluhan mahasiswa Universitas Malikussaleh memang dikabarkan menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Wali Kota Lhokseumawe pada Senin, 21 September 2026, guna menuntut transparansi dan penyelesaian berbagai persoalan kinerja pemerintah kota.

Baca Juga :  Pengungsi Banjir Aceh Tamiang Resah Diminta Kosongkan Tenda 16 Februari

Penulis: Tika Fitri Lestari

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Prajurit Kodam IM Rampungkan Pemasangan Jembatan ARMCO Tahap I di Aceh Timur

Daerah

Jalur KKA Bener Meriah–Aceh Utara Rusak Parah, Kendaraan Terbalik dan Korban Berjatuhan

Daerah

Kapolda Aceh Melayat ke Rumah Duka Istri Personel Polres Pidie

Daerah

Kabupaten Simeulue Ditunjuk Wakili Aceh dalam Gerakan Tanam Serempak Nasional

Daerah

Ketua DPRA Akan Lanjutkan Pansus Tambang 

Daerah

Wakil Ketua DPRK Daniel Abdul Wahab Minta Dishub Operasional Kembali Transkutaraja dan Tambah Rute Baru

Daerah

Data Tak Sinkron, Korban Banjir Aceh Terancam Terabaikan

Daerah

Gebrakan HRB, Wali Kota Subulussalam Terpilih Lakukan Konsolidasi ke Provinsi Hingga ke Pusat