Home / Pemerintah

Minggu, 18 Januari 2026 - 12:39 WIB

Tim EMT Dinkes Aceh Layani Puluhan Pengungsi di Langkahan Aceh Utara

Redaksi

Tim Emergency Medical Team (EMT) Terpadu Dinas Kesehatan Aceh memberikan pemeriksaan kesehatan dan edukasi PHBS kepada pengungsi di Posko SMA Negeri 2 Langkahan, Gampong Leubok Pusaka, Aceh Utara, Jumat (17/1/2026).

Tim Emergency Medical Team (EMT) Terpadu Dinas Kesehatan Aceh memberikan pemeriksaan kesehatan dan edukasi PHBS kepada pengungsi di Posko SMA Negeri 2 Langkahan, Gampong Leubok Pusaka, Aceh Utara, Jumat (17/1/2026).

Aceh Utara — Pemerintah Aceh melalui Tim Emergency Medical Team (EMT) Terpadu Dinas Kesehatan Aceh, khususnya Tim 4 Aceh Utara, terus memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal bagi masyarakat terdampak bencana. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelayanan kesehatan yang dilaksanakan di Posko Pengungsian SMA Negeri 2 Langkahan, Gampong Leubok Pusaka, Kabupaten Aceh Utara, pada Jumat (17/1/2026).

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 45 pengungsi mendapatkan pelayanan kesehatan menyeluruh, meliputi pemeriksaan kesehatan, pengobatan dasar, serta konsultasi medis sesuai keluhan yang dialami para pengungsi. Layanan ini diberikan untuk memastikan kondisi kesehatan para pengungsi tetap terpantau, khususnya kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan perempuan.

Baca Juga :  Sekda Aceh Resmi Buka Pra PORA Anggar 2025

Selain pelayanan medis, Tim EMT juga memberikan edukasi kesehatan khusus bagi lansia, serta melakukan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada seluruh pengungsi. Edukasi tersebut menekankan pentingnya menjaga kebersihan diri, konsumsi air bersih, pengelolaan sampah, serta upaya pencegahan penyakit menular di lingkungan pengungsian yang memiliki keterbatasan fasilitas.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, penyakit yang paling banyak ditemukan pada pengungsi di antaranya infeksi kulit, seperti dermatitis dan tinea, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta demam. Kondisi ini dinilai berkaitan erat dengan faktor lingkungan pengungsian, perubahan cuaca, kepadatan hunian, serta kebersihan yang perlu terus dijaga.

Baca Juga :  Anggota DPRA Dapil Wilayah 8 Bahas Kegiatan Tahun 2025 di Aceh Tenggara

Tidak hanya fokus pada aspek kuratif, Tim EMT Terpadu Dinkes Aceh juga melakukan pemantauan kesehatan lingkungan di area posko pengungsian. Pemantauan tersebut mencakup kualitas air bersih, kondisi dan kelayakan jamban, sistem pengelolaan sampah, hingga pengendalian vektor penyakit seperti nyamuk dan lalat, guna mencegah munculnya penyakit berbasis lingkungan.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dini agar tidak terjadi wabah penyakit di lingkungan pengungsian. Tim kesehatan juga berkoordinasi dengan pengelola posko dan aparat setempat untuk memastikan rekomendasi perbaikan lingkungan dapat segera ditindaklanjuti.

Baca Juga :  Finalis Duta Wisata Aceh Besar 2025 Ikuti Pelatihan Konten Kreator dalam Kegiatan Pra Karantina

Dinas Kesehatan Aceh menegaskan bahwa kehadiran Tim EMT di lokasi pengungsian merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana. Pelayanan kesehatan terpadu ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan selama masa tanggap darurat, guna memastikan kondisi pengungsi tetap sehat dan terhindar dari penyakit.

Melalui upaya promotif, preventif, dan kuratif yang dilakukan secara simultan, Dinkes Aceh berharap derajat kesehatan pengungsi di Aceh Utara dapat tetap terjaga, sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana secara menyeluruh.(**)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Berita

Irfansyah: DPRA Tetapkan Raqan Prolega Prioritas 2025

Banda Aceh

Buka RAKERDA I DPD IWAPI, Plt Sekda: Perempuan Bisa Jadi Tulang Punggung Ekonomi Aceh

Pemerintah

Junaidi di Apel Rutin Disdik Aceh: Energi Baru untuk Wujudkan “Aceh Meusyuhu”

Pemerintah

Aceh Perlu Siapkan Infrastruktur Bisnis Guna Tarik Investor

Berita

Berikan Kenyamanan Pemudik, Petugas Dishub Aceh Besar Standby di 4 Titik

Aceh

Pemerintah Aceh dan Kejati Aceh Teken Nota Kesepakatan Pidana Kerja Sosial ‎

Parlementarial

Ketua DPRA : Aceh Perlu Partisipasi Aktif Masyarakat dalam Pembangunan

Aceh Besar

Wakil Bupati Aceh Besar Lantik Pengurus KABY Yogyakarta