BENER MERIAH — Lebih dari 500 warga menggelar aksi gotong royong dan menggalang dana swadaya untuk memperbaikinya ruas jalan utama penghubung Kampung Bintang Musara dan Kampung Cemparam Lama di kawasan Jembatan Wih Kanis, Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah. Ruas jalan ini merupakan jalur vital yang menjadi akses menuju 14 desa di kawasan tersebut.
Pengerjaan perbaikan berupa konstruksi rabat beton sepanjang 72 meter dengan lebar empat meter telah dimulai sejak Sabtu (12/9/2026). Warga berhasil mengumpulkan dana donasi sekitar Rp 80 juta untuk membeli material, membiayai operasional, hingga menyewa alat berat.
Salah seorang warga Mesidah, Amran, mengungkapkan bahwa meskipun jembatan di lokasi tersebut telah diperbaiki setelah sempat putus total akibat banjir bandang tahun lalu, kondisi badan jalan yang menanjak masih rusak parah dan diperburuk oleh curah hujan deras belakangan ini.
“Kami sangat kesulitan, apalagi sekarang sedang memasuki musim panen kopi,” ujar Amran, Kamis (17/9/2026).
Kesulitan akses ini dirasakan langsung oleh masyarakat dari berbagai profesi. Jamaluddin, warga lainnya, menyebutkan bahwa selain petani kopi yang butuh mengangkut hasil panen dari kebun ke lokasi penjualan, jalur ini juga diakses oleh pedagang, tenaga kesehatan, hingga pegawai yang menuju pusat Kecamatan Mesidah.
Aksi tanggap ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bener Meriah berupa bantuan satu unit compactor untuk pemadatan, serta masing-masing tiga truk pasir dan koral. Menariknya, aksi gotong royong ini tidak hanya diikuti warga Kecamatan Mesidah yang mayoritas merupakan petani kopi arabika, tetapi juga melibatkan warga dari Kecamatan Bandar, Bener Kelipah, dan Syiah Utama.
Guna memperlancar proses pengerjaan, jalan tersebut saat ini ditutup sementara untuk kendaraan roda empat dan roda шесть, sementara kendaraan roda dua sudah diizinkan melintas. Pengendara roda empat yang ingin menuju Kecamatan Mesidah diarahkan menggunakan jalur alternatif melalui Kanis (Kecamatan Bandar) menuju Arul Putih.
Inisiatif swadaya masyarakat ini menjadi bukti nyata kepedulian warga dalam menjaga mobilitas ekonomi dan pelayanan publik, sembari menunggu penanganan jalan yang lebih permanen dari pemerintah setempat.
Penulis: Tika Fitri Lestari
Editor: Dahlan









