Home / Daerah

Jumat, 18 September 2026 - 14:47 WIB

Akses Utama 14 Desa Rusak, Warga Empat Kecamatan di Bener Meriah Swadaya Perbaiki Jalan

REDAKSI

Lebih dari 500 warga gotong royong dan swadaya perbaiki ruas jalan utama penghubung Kampung Bintang Musara - Cemparam Lama di Jembatan Wih Kanis, Kec. Mesidah, Bener Meriah, akses vital 14 desa.

Lebih dari 500 warga gotong royong dan swadaya perbaiki ruas jalan utama penghubung Kampung Bintang Musara - Cemparam Lama di Jembatan Wih Kanis, Kec. Mesidah, Bener Meriah, akses vital 14 desa.

BENER MERIAH — Lebih dari 500 warga menggelar aksi gotong royong dan menggalang dana swadaya untuk memperbaikinya ruas jalan utama penghubung Kampung Bintang Musara dan Kampung Cemparam Lama di kawasan Jembatan Wih Kanis, Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah. Ruas jalan ini merupakan jalur vital yang menjadi akses menuju 14 desa di kawasan tersebut.

Pengerjaan perbaikan berupa konstruksi rabat beton sepanjang 72 meter dengan lebar empat meter telah dimulai sejak Sabtu (12/9/2026). Warga berhasil mengumpulkan dana donasi sekitar Rp 80 juta untuk membeli material, membiayai operasional, hingga menyewa alat berat.

Baca Juga :  Prajurit Kodam IM Gerak Cepat Bantu Warga Terdampak Longsor di Aceh Selatan dan Nagan Raya

Salah seorang warga Mesidah, Amran, mengungkapkan bahwa meskipun jembatan di lokasi tersebut telah diperbaiki setelah sempat putus total akibat banjir bandang tahun lalu, kondisi badan jalan yang menanjak masih rusak parah dan diperburuk oleh curah hujan deras belakangan ini.

“Kami sangat kesulitan, apalagi sekarang sedang memasuki musim panen kopi,” ujar Amran, Kamis (17/9/2026).

Kesulitan akses ini dirasakan langsung oleh masyarakat dari berbagai profesi. Jamaluddin, warga lainnya, menyebutkan bahwa selain petani kopi yang butuh mengangkut hasil panen dari kebun ke lokasi penjualan, jalur ini juga diakses oleh pedagang, tenaga kesehatan, hingga pegawai yang menuju pusat Kecamatan Mesidah.

Baca Juga :  Santuni 1.852 Anak Yatim dan Piatu, Sibral Malasyi : Menyantuni Mereka Merupakan Ajaran Rosulallah

Aksi tanggap ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bener Meriah berupa bantuan satu unit compactor untuk pemadatan, serta masing-masing tiga truk pasir dan koral. Menariknya, aksi gotong royong ini tidak hanya diikuti warga Kecamatan Mesidah yang mayoritas merupakan petani kopi arabika, tetapi juga melibatkan warga dari Kecamatan Bandar, Bener Kelipah, dan Syiah Utama.

Baca Juga :  Penanganan Pascabencana di Aceh Tamiang Capai Progres Signifikan

Guna memperlancar proses pengerjaan, jalan tersebut saat ini ditutup sementara untuk kendaraan roda empat dan roda шесть, sementara kendaraan roda dua sudah diizinkan melintas. Pengendara roda empat yang ingin menuju Kecamatan Mesidah diarahkan menggunakan jalur alternatif melalui Kanis (Kecamatan Bandar) menuju Arul Putih.

Inisiatif swadaya masyarakat ini menjadi bukti nyata kepedulian warga dalam menjaga mobilitas ekonomi dan pelayanan publik, sembari menunggu penanganan jalan yang lebih permanen dari pemerintah setempat.

Penulis: Tika Fitri Lestari

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Kasus Malaria di Aceh Jaya Kembali Merebak, Dinkes Ungkap Penyebab dan Langkah Penanganannya

Daerah

Pembangunan 64 Unit Huntap Korban Banjir Bandang di Bener Meriah Resmi Dimulai

Aceh

DPRA Desak PLN Aceh Perbaiki Sistem Komunikasi Pemadaman Listrik

Daerah

Prajurit Kodam IM Dirikan Dapur Umum untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh

Daerah

Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Misbahul buka Giat Peningkatan Kemampuan Polisi RW

Daerah

Maraknya Pengeboman Ikan di Perairan Simeulue Dilaporkan ke KKP

Daerah

Pasca Banjir RSUD Aceh Tamiang Lumpuh, Puluhan Personel TNI dikerahkan

Daerah

Tembus Jalan Terjal dan Longsor, Wali Kota Illiza Hantarkan Amanah Bantuan Warga Mojokerto ke Desa Babo