Home / Banda Aceh

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:38 WIB

Polda Aceh: Penyidikan Kasus Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Masih Berlangsung, Tunggu Hasil Pemeriksaan Labfor

REDAKSI

Penyidik Ditreskrimum Polda Aceh terus melakukan penyidikan menyeluruh terkait insiden ledakan di KMP Aceh Hebat 2. Hingga kini, polisi telah memeriksa 12 saksi dan masih menunggu hasil Labfor untuk menentukan penyebab pasti ledakan.

Penyidik Ditreskrimum Polda Aceh terus melakukan penyidikan menyeluruh terkait insiden ledakan di KMP Aceh Hebat 2. Hingga kini, polisi telah memeriksa 12 saksi dan masih menunggu hasil Labfor untuk menentukan penyebab pasti ledakan.

Banda Aceh – Polda Aceh terus melakukan penyidikan secara menyeluruh terkait peristiwa ledakan yang terjadi di KMP Aceh Hebat 2. Hingga saat ini, penyidik Ditreskrimum Polda Aceh masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) sebagai salah satu dasar untuk menentukan penyebab pasti insiden tersebut dan arah penyidikan lebih lanjut.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., berdasarkan keterangan dari penyidik, mengatakan bahwa sejak penanganan perkara dimulai, penyidik telah melakukan serangkaian langkah penyidikan, termasuk meminta bantuan tim Laboratorium Forensik untuk melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.

Baca Juga :  Ketua Baitul Mal Banda Aceh Ajak Sambut Ramadhan 1447 H dengan Semangat Berbagi

“Tim penyidik telah berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik untuk melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Hasil pemeriksaan tersebut sangat penting karena akan menjadi salah satu dasar dalam mengungkap penyebab ledakan sekaligus menentukan arah penyidikan,” ujar Joko.

Selain itu, penyidik juga telah memeriksa sebanyak 12 orang saksi yang terdiri atas petugas PT ASDP Indonesia Ferry, pihak sekolah sebagai korban, serta saksi-saksi lain yang mengetahui peristiwa tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk melengkapi alat bukti dan memperoleh gambaran yang utuh mengenai kronologi kejadian.

Baca Juga :  Laskar Aswaja Apresiasi Penegakan Syariat Islam yang Dilakukan Walikota Banda Aceh

Joko menjelaskan, hingga saat ini hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik masih belum diterima penyidik. Oleh karena itu, proses penyidikan masih difokuskan pada pendalaman terhadap seluruh kemungkinan penyebab ledakan, termasuk menelusuri ada atau tidaknya unsur kelalaian maupun unsur pidana lainnya berdasarkan fakta dan alat bukti yang diperoleh.

Sementara itu, proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan status quo telah selesai dilaksanakan. Sejalan dengan itu, garis polisi (police line) telah dicabut dan kapal telah diserahkan kembali kepada pihak PT ASDP Indonesia Ferry untuk dilakukan pemeriksaan teknis serta perbaikan apabila diperlukan.

Baca Juga :  Peukan Raya Ramadhan 1447 H Digelar di Eks Pasar Aceh Lama

Menurut Joko, langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan bahwa KMP Aceh Hebat 2 merupakan salah satu sarana transportasi laut yang memiliki peran penting dalam melayani mobilitas masyarakat pada lintasan Banda Aceh–Sabang.

“Penyidik akan terus bekerja secara profesional, objektif, dan berdasarkan alat bukti. Perkembangan penanganan perkara akan kami sampaikan kepada masyarakat setelah hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik diterima dan dianalisis sebagai bagian dari proses penyidikan,” tutup Joko.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

Digugurkan Tanpa Surat Resmi, Kuasa Hukum Anita Surati Pansel JPT Pratama Aceh

Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Genjot Kualitas Data ASN, IKD Tembus 95,31

Banda Aceh

Afdhal Pimpin Safari Ramadhan Perdana di Lampriet

Banda Aceh

Piala Presiden 2026: Belajar dari Tragedi Senegal, Ketua DPRK Banda Aceh Lepas SSB Barona dan Lambhuk FA ke Yogyakarta

Banda Aceh

Dinsos Banda Aceh Pastikan Penanganan Cepat Dampak Angin Kencang di Ulee Pata

Banda Aceh

Illiza Respons Cepat Keluhan Traffic Light Simpang Oman, Arus Lalu Lintas Kini Lebih Lancar

Banda Aceh

Perkuat Ketahanan Generasi Muda, BPBD Banda Aceh Integrasikan Edukasi Mitigasi Bencana ke Kurikulum Sekolah

Banda Aceh

Bank Aceh Perkuat Peran Strategis, Gelar Peusijuk dan Lepas 1.624 Jamaah Calon Haji 2026