Home / Polri

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:32 WIB

Upacara Hari Kesadaran Nasional Jadi Penguat Komitmen Polda Aceh Untuk Indonesia Asri

REDAKSI

Wakapolda Aceh, Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., saat membacakan amanat Kapolda Aceh dalam Upacara Hari Kesadaran Nasional di Lapangan Apel Mapolda Aceh, Rabu (18/2/2026).

Wakapolda Aceh, Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., saat membacakan amanat Kapolda Aceh dalam Upacara Hari Kesadaran Nasional di Lapangan Apel Mapolda Aceh, Rabu (18/2/2026).

Banda Aceh – Wakapolda Aceh, Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., bertindak selaku Inspektur Upacara pada peringatan Hari Kesadaran Nasional yang digelar di Lapangan Apel Mapolda Aceh, Rabu (18/2/2026).

Upacara tersebut dihadiri Irwasda, para Pejabat Utama (PJU), Pamen, Pama, Bintara, Tamtama, serta ASN Polda Aceh.

Dalam kesempatan itu, Wakapolda membacakan amanat tertulis Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah, M. M.

Dalam amanatnya, Kapolda Aceh menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh personel Polda Aceh dan jajaran atas kontribusi nyata dalam menjaga harkamtibmas serta mendukung pemulihan pascabencana di Aceh.

Kapolda menegaskan, saat ini Polri tengah menjalani proses transformasi besar menuju perubahan peradaban. Transformasi tersebut berlangsung di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, rivalitas kekuatan besar, tekanan ekonomi, hingga ancaman konflik berskala luas yang berdampak hingga ke tingkat nasional dan daerah.

Baca Juga :  Kapolda Aceh Hadiri Rapim Polri 2026, Tekankan Peran Polri Jaga Stabilitas dan Dukung Program Pemerintah

“Menyikapi kondisi tersebut, diperlukan kesiapan, kewaspadaan, serta kemampuan adaptasi dari seluruh jajaran Polri agar mampu mengantisipasi setiap potensi ancaman dan tantangan yang berkembang,” demikian amanat yang dibacakan Wakapolda.

Kapolda juga mengutip arahan Presiden Republik Indonesia dalam Rapim TNI–Polri yang menekankan pentingnya sinergitas dan soliditas antara TNI dan Polri sebagai pilar utama pertahanan dan keamanan negara. Presiden mengingatkan agar para pimpinan terus belajar, memperluas wawasan, dan memahami dinamika global, termasuk perkembangan politik, ekonomi, pertanian, dan teknologi.

Menurutnya, perang modern tidak selalu berbentuk konvensional, melainkan dapat terjadi melalui teknologi, sistem keuangan, pengaruh demografi, hingga penguasaan sumber daya. Oleh karena itu, setiap pangkat dan jabatan merupakan amanah yang mengandung tanggung jawab moral untuk menjadi pemimpin yang tegas, benar, dan bertanggung jawab.

Kapolda juga menekankan tidak boleh ada tindakan anarkis yang merusak fasilitas umum maupun gedung pemerintahan. TNI dan Polri memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh objek vital dan fasilitas publik tetap aman dan terlindungi. Setiap potensi gangguan harus ditangani secara profesional, proporsional, dan sesuai ketentuan hukum.

Baca Juga :  Wakapolda Aceh Tinjau Progres Pembangunan Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang

Sejalan dengan itu, Presiden turut mendorong terciptanya lingkungan yang tertib, bersih, dan beradab melalui Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Polri diharapkan berperan aktif sebagai pelopor dalam mewujudkan lingkungan kerja dan kehidupan masyarakat yang bersih, tertata, dan nyaman.

Kapolda Aceh juga mengajak seluruh jajaran untuk mendukung dan mengawal penuh program pemerintah tahun 2026, sebagaimana arahan Kapolri pada Rapim Polri. Polri harus hadir menjaga stabilitas ekonomi, mengawal ketahanan pangan, mencegah kebocoran anggaran, serta memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif guna mendukung pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Polri Perkuat Meritokrasi Lewat Konsolidasi Asesor Assessment Center 2026

Selain itu, penguatan pengawasan internal dan penegakan hukum yang berkeadilan menjadi perhatian utama. Tingginya laporan masyarakat harus menjadi bahan evaluasi bersama. Kebijakan zero tolerance terhadap penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran anggota harus ditegakkan secara tegas dan transparan dengan berpedoman pada nilai-nilai Tri Brata dan Catur Prasetya.

Penanganan kejahatan menonjol seperti judi online, narkoba, dan kejahatan siber juga diminta untuk terus diperkuat. Satgas Pangan diinstruksikan aktif menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, khususnya menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H, agar masyarakat merasa aman dan terlindungi.

Mengakhiri amanatnya, Kapolda mengajak seluruh personel menjadikan Hari Kesadaran Nasional sebagai momentum memperkuat disiplin, meningkatkan integritas, serta meneguhkan komitmen pelayanan kepada masyarakat. Budaya kerja yang bersih, responsif, dan akuntabel harus terus dibangun, disertai pemberian penghargaan bagi personel berprestasi serta pembinaan tegas terhadap pelanggaran.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Polri

Kapolresta Banda Aceh Serahkan Bantuan Masa Panik Korban Kebakaran

Berita

Tim Lebah Amankan Tiga Remaja Pelaku Curanmor di Parkiran Masjid

Polri

Desersi dari Brimob, Bripda Rio Gabung Tentara Rusia dan Dipecat Tidak Hormat

Polri

Polda Aceh Bagikan Ribuan Paket Daging Meugang untuk Personel Polri dan Wartawan Selama Dua Hari

Polri

Ipda H. Khafrawi Ingatkan Masyarakat tentang Bahaya Laten Terorisme

Polri

Operasi Ketupat 2026 Merupakan Operasi Kemanusiaan, Polri Pastikan Masyarakat Merasa Aman Saat Berlibur

Aceh

Polda Aceh Bekerja Sama dengan SPGG Dirikan Dapur Umum untuk Korban Banjir

Polri

Kapolda Aceh Tinjau Pelaksanaan Ujian Seleksi PAG 2025, Pastikan Berjalan Sesuai Prinsip BETAH