BANDA ACEH – Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, M.Pd., mendorong Baitul Mal Kota Banda Aceh untuk menjadikan program beasiswa penuh bagi anak-anak penghafal Al-Qur’an (tahfiz) sebagai salah satu program prioritas lembaga tersebut.
Musriadi menilai, meningkatnya antusiasme orang tua dalam menyekolahkan anak-anak mereka ke lembaga pendidikan tahfiz merupakan peluang besar yang perlu direspons oleh pemerintah daerah melalui kebijakan pendidikan yang konkrit.
“Jangan sampai keinginan orang tua membekali anak dengan pendidikan Al-Qur’an terhambat hanya karena keterbatasan ekonomi,” tegas Musriadi, Sabtu (17/10/2026).
Peran Strategis dan Inovasi Baitul Mal
Musriadi menjelaskan bahwa Baitul Mal Banda Aceh memiliki posisi strategis untuk merancang program beasiswa penuh bagi anak-anak daerah yang memiliki minat, potensi, serta kesungguhan dalam menghafal Al-Qur’an.
“Sudah saatnya Baitul Mal menghadirkan inovasi program yang menyentuh masa depan generasi muda. Kita ingin anak-anak Banda Aceh mendapatkan kesempatan belajar di sekolah-sekolah tahfiz unggulan, baik di dalam negeri maupun luar negeri, tanpa harus terbebani persoalan biaya,” ujar Musriadi.
Skema Beasiswa Terencana dan Berkelanjutan
Aspirasi ini diharapkan dapat dilaksanakan dengan skema yang matang dan berkelanjutan, meliputi:
* Proses Seleksi: Penjaringan calon penerima secara transparan dan tepat sasaran.
* Pembiayaan Pendidikan: Penjaminan biaya pendidikan secara penuh.
* Pendampingan & Evaluasi: Pengawasan berkala terhadap perkembangan hafalan Al-Qur’an dan prestasi akademik.
Dengan skema yang terstruktur, program ini akan memprioritaskan keluarga kurang mampu agar tetap dapat memberikan pendidikan tahfiz terbaik bagi anak-anak mereka.
Target Generasi Qur’ani Lintas Waktu
Musriadi optimistis, apabila program beasiswa tahfiz ini dirancang dengan baik dan dijalankan secara konsisten dalam jangka panjang (5 tahun), Banda Aceh akan mampu melahirkan lebih banyak penghafal Al-Qur’an yang berkontribusi bagi masyarakat, agama, dan daerah.
“Bayangkan jika setiap tahun anak-anak Banda Aceh mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan tahfiz terbaik melalui program beasiswa yang berkelanjutan. Dalam lima tahun, kita berharap semakin banyak lahir generasi penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya kuat hafalannya, tetapi juga baik akhlaknya dan memiliki prestasi akademik,” Pungkasnya. (*)
Penulis: Hidayat. S
Editor: Dahlan









