Home / Ekbis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Wali Kota Sabang: Pelabuhan Tidak Padat dan Lokasi Strategis Jadi Modal Tarik Investasi Maritim

REDAKSI

Pemerintah Kota Sabang terus mengoptimalkan langkah strategis untuk memperkuat daya saing di sektor maritim.

Pemerintah Kota Sabang terus mengoptimalkan langkah strategis untuk memperkuat daya saing di sektor maritim.

SABANG — Pemerintah Kota Sabang terus mengoptimalkan berbagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing daerah di sektor maritim. Letak yang strategis serta kesiapan infrastruktur menjadi modal utama Sabang untuk berkembang sebagai pusat bisnis maritim dan destinasi investasi.

Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, menyampaikan bahwa peluang investasi tersebut salah satunya terlihat dari ketertarikan perusahaan energi Mubadala Energy. Perusahaan tersebut saat ini sedang mempertimbangkan dua lokasi untuk mendukung aktivitas operasionalnya, yaitu Sabang dan Lhokseumawe.

Baca Juga :  Dekranasda Aceh Besar Genjot UMKM Naik Kelas, Bidik Pasar Nasional Lewat Batik, Songket dan Anyaman Bili

Zulkifli menjelaskan bahwa Sabang memiliki sejumlah keunggulan kompetitif. Selain memiliki kedalaman laut yang memadai, Sabang didukung oleh fasilitas Pelabuhan CT-3 milik Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS). Kondisi pelabuhan yang tidak padat juga menjadi nilai tambah signifikan bagi para investor.

“Selain itu, Sabang bukan merupakan pelabuhan yang padat sehingga kapal-kapal yang membawa peralatan maupun logistik tidak perlu mengantre saat bersandar. Hal ini menjadi nilai lebih bagi investor,” ujar Zulkifli di Aula Pulau Weh, Kantor Wali Kota Sabang, Jumat (7/8/2026).

Baca Juga :  Bank Aceh Hadirkan Gampong Ramadhan di Masjid Raya Baiturrahman

Guna memperkuat posisi tersebut, Pemko Sabang terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah pusat untuk mendorong pengembangan Sabang sebagai pusat bisnis maritim nasional, khususnya pada layanan bunkering dan penyediaan air bersih bagi kapal-kapal internasional. Hasil koordinasi dengan kementerian terkait menunjukkan adanya peluang besar bagi Sabang untuk mengambil peran strategis tersebut.

Baca Juga :  BSI Aceh Gelar Media Gathering Bahas Peran Strategis Perbankan Syariah dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Aceh

Berdasarkan data yang diterima, terdapat sekitar 1.600 kapal yang melintasi jalur Selat Malaka yang berpotensi membutuhkan pasokan air bersih saat singgah di pelabuhan. Pemko Sabang juga telah melakukan komunikasi dengan para pelaku usaha pelayaran dari Malaysia, Batam, hingga beberapa negara lainnya. Para pelaku usaha tersebut menyatakan ketertarikannya memanfaatkan Pelabuhan Sabang sebagai pelabuhan persinggahan, dengan harapan memperoleh kepastian serta dukungan penuh dari pemerintah pusat.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Ekbis

Wakil Wali Kota Banda Aceh Tutup BSI Fest Ramadhan, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah dan UMKM

Ekbis

T Rival Amiruddin: Jejak Pengusaha Transportasi yang Menjadikan Kepedulian sebagai Identitas

Ekbis

Pengembangan Temuan Gas Tangkulo Diproyeksikan Dialirkan ke Daratan Aceh Melalui Pipa Bawah Laut

Ekbis

Kepiting Soka Budidaya Meuraxa Banda Aceh Sukses Diekspor ke Singapura, Malaysia, Jepang, dan China

Berita

Perkuat Transaksi Ritel UMKM, BSI Aceh Optimalkan Ekosistem Pasar

Ekbis

BSI dan BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Kolaborasi melalui BSI Agen untuk Perluas Perlindungan Pekerja di Aceh

Aceh

Bank Aceh Syariah Rayakan HUT ke-52: Satukan Langkah Bangun Aceh, Kuatkan Komitmen untuk Mandiri dan Sejahtera

Ekbis

Harga Minyak Dunia Turun, Namun Harga BBM di Indonesia Justru Alami Penyesuaian