Home / Berita / Peristiwa

Rabu, 16 April 2025 - 14:59 WIB

Wanita ODGJ di Syiah Kuala Ini Tinggal bersama Jasad Suaminya yang Telah Membusuk Beberapa Hari

REDAKSI

Banda Aceh – Seorang wanita gangguan jiwa berinisial YT diketahui tinggal bersama jasad suaminya yang telah membusuk sejak beberapa hari lalu di dalam sebuah kios kecil di Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.

YT selama ini memang hidup bersama sang suami yakni TB yang kesehariannya bekerja sebagai tukang sol sepatu. Sejak 17 tahun lalu, kedua warga asal luar Banda Aceh ini tinggal di kios tersebut.

Terungkapnya hal ini berawal dari laporan warga sekitar yang curiga dengan aroma tak sedap yang tercium di sekitar kios. Apalagi, kehadiran TB tak terlihat selama beberapa hari belakangan setelah sempat mengeluh sakit kepala dan mata.

Atas kecurigaan itulah, warga berinisiatif melapor ke pihak kepolisian setempat. Kedatangan polisi dan warga di lokasi pada Selasa, 15 April 2025 malam sekitar pukul 20.00 WIB, sempat disambut oleh YT.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat di SMA 2 Unggul Ali Hasymy dan SMP 2 Ali Hasymy

Aroma yang tak sedap semakin kuat tercium dari depan kios sekaligus rumahnya tersebut. Namun, YT tak mengizinkan polisi masuk, sehingga upaya paksa pun dilakukan oleh petugas.

“Ternyata korban (TB) telah meninggal dunia dalam keadaan membusuk di tempat tidur, diduga korban meninggal sejak beberapa hari,” ujar Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Joko Heri Purwono melalui Kapolsek Syiah Kuala, Iptu Cut Layla Surya, Rabu (16/4/2025).

Atas penemuan ini, polisi yang ikut dibantu warga beserta tim medis langsung mengevakuasi jasad TB ke rumah sakit. Sementara, sang istri yakni YT diamankan ke Polsek Syiah Kuala untuk dimintai keterangan.

Baca Juga :  Pimpin Apel Senin, Wagub Minta SKPA Jaga Harga Bahan Pokok Tetap Stabil Jelang Puasa

Dari keterangan beberapa saksi yang juga warga sekitar, empat hari lalu TB sempat mengeluh sakit kepala dan sakit mata. Pasca keluhan itu, TB tak terlihat lagi, padahal biasanya ia selalu terlihat bekerja di depan kiosnya.

“Keberadaan korban sempat ditanyakan warga ke YT, namun yang bersangkutan bilang suaminya sedang sakit. Saksi lainnya menyebut bahwa YT mengalami gangguan jiwa, bahkan keduanya kerap bertengkar hebat,” beber wanita yang akrab disapa Cut Uya ini.

“Keluarga korban yang sempat dihubungi via telepon juga mengakui bahwa YT mengalami gangguan kejiwaan, bahkan YT sering kesurupan,” ucap Uya berdasarkan pengakuan keluarga.

Lebih lanjut Cut Uya mengatakan, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jasad TB. Selain itu, YT pun tak dapat dimintai keterangan lantaran ia selalu berbicara ngawur, bahkan tak mengetahui identitasnya sendiri.

Baca Juga :  Mahasiswa Minta Pj Gubernur Aceh Kembali Ke Pusat

“Yang bersangkutan (YT) selalu ngawur saat ditanya, bahkan identitasnya sendiri tidak tahu. Saat ditanya terkait kematian suaminya, dia bilang kalau ‘sudah empat hari gak mati suami saya’,” jelasnya.

Saat ini, kata Cut Uya, jenazah TB telah dibawa pulang pihak keluarga ke kampung halamannya di Bireuen. Mereka juga menolak untuk visum, yang ditandai dengan membuat surat pernyataan penolakan.

“Keluarga menolak jenazah divisum, saat ini juga telah dibawa pulang ke kampung halaman. Untuk YT hingga sekarang masih di Polsek, nantinya akan diambil oleh perangkat desa,” pungkasnya.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Berita

Kadisdik Aceh Beri Semangat Mental Juara kepada Siswa dalam Penutupan O2SN se-Aceh Timur

Peristiwa

Pria 60 Tahun Ditemukan Tewas Membusuk di Gubuk Kebun Kemiri Aceh Tenggara

Berita

Pangdam Iskandar Muda Terima Audiensi Forum Galasantara, Bahas Sinergi Ketahanan Pangan dan Pengentasan Kemiskinan

Berita

Idul Adha, Wisata Iboih Sabang Ditutup Selama Dua Hari

Berita

Reses DPRK Banda Aceh di Geuceu Komplek: Faisal Ridha Kawal Aspirasi Drainase, Jalan & UMKM

Berita

Bupati Yahukimo Bantah Isu Keterlibatan TNI-Polri jadi Guru dan Nakes: Siap Mundur jika Terbukti

Berita

Ketua TP PKK Marlina: Semua Gampong harus membuat Sekolah Lansia  

Berita

Satgas Ops Ketupat Seulawah Tingkatkan Kegiatan Preemtif dan Preventif di Pusat Perbelanjaan