Home / Daerah

Sabtu, 27 Desember 2025 - 12:56 WIB

Jembatan Bailey Kutablang Rampung, Jalur Nasional Medan–Banda Aceh Kembali Normal

REDAKSI

Suasana peresmian Jembatan Bailey Kutablang di jalur nasional Medan–Banda Aceh, Kabupaten Bireuen, Sabtu (27/12/2025).

Suasana peresmian Jembatan Bailey Kutablang di jalur nasional Medan–Banda Aceh, Kabupaten Bireuen, Sabtu (27/12/2025).

Bireuen — Jembatan Bailey di Kutablang yang berada pada jalur nasional Medan–Banda Aceh, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, telah rampung dikerjakan dan dinyatakan siap difungsikan mulai Sabtu, 27 Desember 2025. Jembatan darurat tersebut diresmikan melalui prosesi adat peusijuk sebagai simbol doa dan harapan agar jembatan dapat memberikan manfaat serta keselamatan bagi seluruh pengguna jalan.

Pembangunan jembatan ini dilaksanakan oleh PT Adhi Karya (Persero) dengan dukungan kontraktor lokal PT Krueng Meuh. Selama proses pengerjaan, proyek tersebut mendapatkan pendampingan dari Pemerintah Aceh melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN). Selain itu, percepatan pemasangan konstruksi jembatan turut didukung oleh personel TNI dari Satuan Zeni Kodam Iskandar Muda yang terlibat langsung di lapangan.

Baca Juga :  Aceh Besar Mulai Garap Tanam Gadu untuk Wujudkan Lumbung Pangan Nasional

Setelah prosesi peusijuk yang dilaksanakan oleh tokoh agama setempat pada pukul 08.00 WIB. Usai prosesi tersebut, kendaraan roda dua maupun roda empat sudah dapat melintas, sehingga arus lalu lintas di jalur nasional tersebut kembali berjalan normal.

Penyelesaian pembangunan Jembatan Bailey Kutablang dapat dilakukan dalam waktu relatif singkat berkat solidnya kerja sama seluruh unsur yang terlibat. Personel Zeni Kodam Iskandar Muda bersama tim teknis dari instansi terkait dan pihak kontraktor bekerja secara intensif, bahkan berlangsung siang dan malam, demi memastikan jembatan dapat segera difungsikan dan memenuhi standar keamanan.

Baca Juga :  Puluhan Mahasiswa di Bireuen Gelar Aksi Damai, Desak Pemerintah Tetapkan Aceh Bencana Nasional

Jembatan Bailey Kutablang dibangun sebagai pengganti sementara Jembatan yang sebelumnya mengalami kerusakan berat dan terputus akibat bencana banjir bandang disertai tanah longsor.

Kerusakan tersebut menyebabkan terhentinya akses transportasi pada jalur utama yang menghubungkan Kabupaten Bireuen dengan Kabupaten Aceh Utara serta Kota Lhokseumawe.

Terputusnya akses tersebut sempat melumpuhkan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antarwilayah. Aktivitas ekonomi, perdagangan, serta pelayanan publik turut terganggu, khususnya bagi masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian dan aktivitas sehari-hari pada jalur Bireuen–Lhokseumawe sebagai koridor vital transportasi dan perekonomian.

Secara teknis, pembangunan jembatan melibatkan sebanyak 33 personel dari Zeni Kodam IM dengan progres pekerjaan telah mencapai 100 persen. Jembatan ini dipasang untuk menutup bentang yang sebelumnya terputus sepanjang sekitar 50 meter. Menggunakan konstruksi Bailey tipe 2–1 dengan 21 petak, jembatan memiliki panjang terpasang sekitar 63 meter dengan material milik PUPR. Jembatan ini dirancang mampu menampung beban hingga 60 ton, sehingga dinilai layak dan aman untuk mendukung lalu lintas kendaraan di jalur nasional tersebut.

Baca Juga :  Kodam Iskandar Muda percepat pembangunan irigasi Tersier di Aceh Timur

Dengan rampung dan siap difungsikannya Jembatan Bailey Kutablang, diharapkan konektivitas antarwilayah di pantai utara Aceh kembali pulih, aktivitas masyarakat berjalan lancar, serta roda perekonomian dan distribusi logistik antara Kabupaten Bireuen, Kabupaten Aceh Utara, dan Kota Lhokseumawe dapat kembali bergerak secara optimal.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Kapolres Aceh Tamiang: Bencana Ini Adalah Takdir, Mari Bersinergi untuk Bangkit

Aceh

Kadisdik Aceh Tinjau Pelaksanaan MPLS di Empat Sekolah Unggulan di Aceh Tengah dan Bener Meriah

Daerah

Wakil Ketua DPRK Daniel Abdul Wahab Minta Dishub Operasional Kembali Transkutaraja dan Tambah Rute Baru

Daerah

Memorial Living Park Diresmikan, Wagub Minta Pemerintah Pusat Tunaikan Kompensasi untuk Semua Korban DOM 

Daerah

Gubernur Mualem Tegaskan Respons Cepat Atasi Bencana Banjir, Perintahkan Pembukaan Akses dan Percepatan Distribusi Logistik

Daerah

Sekda Pimpin Rapat Rencana Operasional Angkutan Laut Luar Negeri Lintas

Daerah

Banjir Landa Lhokseumawe, Pemerintah Aceh Salurkan Bantuan Logistik

Daerah

Bentuk Pengawasan, Personil Piket Polresta Banda Aceh Cek Kondisi Tahanan