Home / Aceh / Pemerintah

Minggu, 11 Januari 2026 - 06:29 WIB

Pemerintah Aceh Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Percepat Pemulihan Ekonomi Pascabencana

REDAKSI

Sekda Aceh, M. Nasir, S.IP, MPA memimpin Rapat terkait Pertumbuhan Ekonomi Pasca Bencana Hidrometeorologi, yang jg d hadiri SKPA terkait & LSM,  NGO, di Posko Bencana Aceh, Lantai 3 Kantor Gub, Minggu, 11 Januari 2026.

Sekda Aceh, M. Nasir, S.IP, MPA memimpin Rapat terkait Pertumbuhan Ekonomi Pasca Bencana Hidrometeorologi, yang jg d hadiri SKPA terkait & LSM, NGO, di Posko Bencana Aceh, Lantai 3 Kantor Gub, Minggu, 11 Januari 2026.

Banda Aceh – Pemerintah Aceh mengajak seluruh elemen masyarakat, lembaga sosial, hingga dunia usaha untuk berperan aktif dalam proses pemulihan ekonomi pascabencana. Langkah ini dinilai krusial guna memastikan roda perekonomian rakyat kembali bergerak melalui proses rehabilitasi dan rekonstruksi yang terencana.

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menegaskan pentingnya percepatan pelaksanaan pemulihan secara terkoordinasi dengan menyesuaikan kemampuan dan kewenangan masing-masing bidang. Ia meminta setiap perangkat daerah mengambil peran sesuai fungsi dan kapasitasnya agar proses pemulihan berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Pemulihan ekonomi tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pemulihan usaha, lapangan kerja, serta kepercayaan dan kemandirian masyarakat,” ujar Sekda Aceh, M. Nasir dalam rapat terkait pertumbuhan ekonomi pascabencana hidrometeorologi di Posko Penanganan Bencana Pemerintah Aceh, Minggu, 11 Januari 2026.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Dukung Penguatan Gerakan PKK sebagai Mitra Pembangunan Daerah

Rapat ini turut dihadiri Kepala SKPA, unsur LSM, NGO dan lintas Yayasan peduli pascabencana.

Dalam upaya ini, Sekda menyoroti pentingnya dukungan dari Civil Society Organization (CSO), yayasan, dan lembaga filantropi. Dukungan tersebut diharapkan hadir dalam bentuk pendampingan, penguatan kapasitas masyarakat, maupun penyediaan sumber daya.

M. Nasir juga menekankan bahwa beban pemulihan tidak seharusnya sepenuhnya ditumpukan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA). Pemerintah daerah mendorong pembagian peran di mana unit-unit kecil dan kelompok usaha mikro dapat dibantu melalui skema hibah, bantuan skala kecil, maupun program kemitraan dari mitra pembangunan lainnya.

Baca Juga :  DPRA Dukung Pembentukan LPPD Syariah, Dorong Ekosistem Keuangan Daerah yang Inklusif

Terkait aspek permodalan, Pemerintah Aceh mempercayakan Dinas Koperasi dan UMKM sebagai motor penggerak utama. Dinas ini dinilai memiliki posisi strategis dalam memfasilitasi akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang terdampak.

“Melalui skema bantuan permodalan, pendampingan usaha, pelatihan manajemen, dan penguatan jejaring pemasaran, diharapkan pelaku UMKM dan koperasi dapat kembali bangkit dan berkembang,” tambahnya.

Baca Juga :  Paripurna DPRA Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh

Guna memastikan intervensi yang cepat dan tepat sasaran, Pemerintah Aceh tengah melakukan inventarisasi dan kompilasi masukan kegiatan yang dapat diakomodasi dalam Anggaran Tahun 2026. Hal ini bertujuan agar program yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

“Pemerintah optimistis bahwa dengan koordinasi yang kuat dan komitmen bersama, momentum rehabilitasi ini akan melahirkan struktur ekonomi daerah yang lebih kuat, inklusif, dan berdaya saing di masa depan,” pungkasnya. (***)

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Aceh

Polda Aceh Siapkan Perangkat Starlink untuk Wifi Gratis di Lokasi Bencana

Pemerintah

Baitul Mal Aceh Perkuat Sinergi Lewat Bimtek Kelembagaan

Berita

DPRA Gelar Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I Tahun 2026

Aceh Besar

Disdikbud dan Kejari Aceh Besar Kembali Gelar Jaksa Masuk Sekolah

Aceh Besar

Asisten I Sekdakab Aceh Besar Buka Pembinaan Pertanahan Bagi Imum Mukim dan Keuchik 

Aceh

21 Tahun Tsunami Aceh: Ribuan Warga Zikir dan Doa Bersama di Masjid Raya Baiturrahman

Pemerintah

Pangdam Iskandar Muda Terima Audiensi Kepala BPK RI Perwakilan Aceh di Makodam IM

Aceh

Dua Dekade Pasca-MoU Helsinki, Wali Nanggroe: Aceh Belum Berkembang