Home / Parlementarial

Sabtu, 17 Januari 2026 - 15:37 WIB

Ngohwan Dorong Puskesmas Aceh Besar Jadi BLUD, Solusi Selamatkan 400 Nakes

REDAKSI

Anggota DPRA Fraksi PKB, Munawar AR atau Ngohwan, menyampaikan pandangannya terkait solusi perumahan ratusan tenaga kesehatan Aceh Besar melalui skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Jumat 16 Januari 2026.

Anggota DPRA Fraksi PKB, Munawar AR atau Ngohwan, menyampaikan pandangannya terkait solusi perumahan ratusan tenaga kesehatan Aceh Besar melalui skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Jumat 16 Januari 2026.

Banda Aceh — Polemik dirumahkannya ratusan tenaga kesehatan (nakes) tenaga bakti di Kabupaten Aceh Besar mendapat perhatian serius dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Anggota DPRA dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Munawar AR, yang akrab disapa Ngohwan, mengusulkan agar seluruh Puskesmas di Aceh Besar segera didorong menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sebagai solusi jangka menengah dan panjang.

Usulan tersebut disampaikan Ngohwan menyikapi tidak diperpanjangnya Surat Keputusan (SK) kontrak lebih dari 400 tenaga kesehatan tenaga bakti di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar sejak 31 Desember 2025. Kondisi ini dinilainya sebagai situasi darurat yang harus segera ditangani secara bijak dan berkeadilan.

Menurut Ngohwan, kebijakan perumahan massal tenaga kesehatan berpotensi mengganggu pelayanan kesehatan dasar, khususnya di tingkat Puskesmas yang selama ini menjadi garda terdepan layanan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan terobosan kebijakan yang tidak hanya patuh regulasi, tetapi juga berpihak pada keberlangsungan hidup tenaga kesehatan.

Baca Juga :  Mendagri Tolak Usulan Tenaga Ahli untuk Setiap Anggota DPR Aceh

Ia menjelaskan bahwa Puskesmas memiliki ruang kewenangan yang cukup kuat untuk dikelola secara lebih mandiri, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Kesehatan serta Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Penataan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Dengan status BLUD, Puskesmas memiliki fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan dan sumber daya manusia. Tenaga kesehatan yang dirumahkan masih dapat diakomodir, baik sebagai tenaga kontrak, tenaga bakti, maupun skema kerja lainnya sesuai kebutuhan layanan,” ujar Ngohwan, Jumat (16/1/2026).

Baca Juga :  Lembaga DPR Aceh tunjuk Anwar Ramli sebagai Ketua Tim Revisi UUPA

Ngohwan menilai, skema BLUD menjadi jalan tengah yang realistis di tengah keterbatasan regulasi pengangkatan ASN. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah harus memiliki kepekaan sosial terhadap para tenaga kesehatan yang selama ini telah mengabdikan diri melayani masyarakat, terutama di wilayah pedesaan dan pinggiran.

Selain persoalan ketenagakerjaan, Ngohwan juga menyoroti manfaat lain dari penerapan BLUD, yakni peningkatan kualitas layanan kesehatan, khususnya dalam hal pengadaan obat-obatan dan alat kesehatan.

Selama ini, kata dia, banyak Puskesmas kerap mengalami kekosongan obat karena proses pengadaan harus menunggu pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kondisi tersebut sering kali berdampak langsung pada terganggunya pelayanan kesehatan masyarakat.

“Jika sudah berstatus BLUD, Puskesmas bisa lebih cepat dan mandiri dalam pengadaan obat tanpa harus menunggu proses APBD yang panjang. Ini akan membuat pelayanan kesehatan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga :  Ketua DPRA dan Wakil Gubernur Aceh Bersatu Kembali, Abu Razak: Mari Bangun Aceh Bersama

Ngohwan menyebutkan, saat ini terdapat 29 Puskesmas di Kabupaten Aceh Besar, namun belum satu pun yang berstatus BLUD. Padahal, jika kebijakan ini direalisasikan, tidak hanya akan membantu menyelamatkan nasib ratusan tenaga kesehatan, tetapi juga memperkuat sistem layanan kesehatan daerah secara keseluruhan.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Besar segera melakukan kajian menyeluruh dan mengambil langkah konkret untuk merealisasikan perubahan status Puskesmas menjadi BLUD.

“Ini bukan hanya soal menyelamatkan lebih dari 400 tenaga kesehatan yang tidak diperpanjang kontraknya, tetapi juga soal menjaga keberlangsungan layanan kesehatan masyarakat Aceh Besar,” pungkasnya.(**)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

MTQ Kemukiman Jruek, Gampong Jruek Bak Kreh Juara Umum

Aceh

Bahas Ranqan RPJMA 2025-2029, Pemerintah Aceh Apresiasi DPRA

Parlementarial

DPRA dan Pemerintah Aceh Sepakati KUA – PPAS 2026, Siap Susun APBA

Parlementarial

Hadiri Pertemuan dengan BAM DPR RI, Ketua Fraksi NasDem DPRA Kawal Aspirasi Rakyat Aceh ke Pusat

Parlementarial

DPRA dan Gubernur Sepakati Pertanggung Jawaban APBA 2024, Fraksi-Fraksi Sampaikan Catatan

Parlementarial

Hardiknas 2026, Ketua DPRA: Perkuat SDM Aceh Lewat Sinergi Pendidikan Umum-Dayah

Parlementarial

Ketua DPRK Banda Aceh Tantang Duta Kampus USK 2026: Turun ke Masyarakat, Bukan Menara Gading

Parlementarial

DPRA Sahkan 3 Raqan Inisiatif 2026, Termasuk Qanun Pertambangan Minerba