Banda Aceh — PT Surveyor Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya untuk turut berkontribusi dalam pembangunan ekonomi Aceh melalui pengelolaan industri minyak dan gas bumi (migas) yang berkelanjutan, transparan, dan akuntabel.
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama PT Surveyor Indonesia, Fajar Wibhiyadi, dalam ajang 7th Aceh Upstream Oil & Gas Supply Chain Management Summit 2026 yang digelar di Gedung AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.
Sebagai bagian dari Holding IDSurvey, PT Surveyor Indonesia menjalankan peran strategis melalui layanan Testing, Inspection, Certification, and Consultation (TICC) yang terintegrasi secara menyeluruh. Layanan ini mencakup seluruh rantai industri migas, mulai dari eksplorasi, perencanaan, konstruksi dan commissioning, hingga operasi, produksi, distribusi, dan pelayanan.
Peran tersebut dinilai penting untuk memastikan aktivitas hulu migas berjalan efisien, sesuai regulasi, serta mampu memberikan nilai ekonomi yang optimal bagi daerah.
Kolaborasi dengan BPMA Perkuat Tata Kelola Migas Aceh
Dalam konteks Aceh, PT Surveyor Indonesia selama ini aktif bermitra dengan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) untuk mendukung penguatan tata kelola dan kematangan industri migas di wilayah tersebut.
Kemitraan ini berperan dalam memastikan pengelolaan sumber daya migas Aceh berjalan sesuai standar, mendukung optimalisasi aset, serta menciptakan kepastian dan kepercayaan bagi seluruh pemangku kepentingan industri.
Dalam paparannya, Fajar menekankan bahwa tata kelola migas yang sustainable dan traceable dapat menjadi pondasi penting bagi pemulihan serta penguatan ekonomi lokal Aceh.
“Pengelolaan migas yang baik tidak hanya berkontribusi pada ketahanan energi nasional, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam membangun fondasi ekonomi daerah. Melalui kolaborasi yang kuat dengan para pemangku kepentingan, termasuk BPMA, industri migas Aceh dapat terus tumbuh secara matang dan berkelanjutan,” ujar Fajar.
Dorong Transisi Energi dan Pemanfaatan Teknologi Digital
Sejalan dengan agenda pembangunan jangka panjang, PT Surveyor Indonesia juga mendorong transisi energi melalui penguatan sistem verifikasi dan pemanfaatan teknologi digital.
Langkah ini ditujukan untuk menjaga keberlanjutan industri migas sekaligus mendukung pengembangan energi masa depan yang lebih efisien dan rendah emisi. Selain itu, perusahaan juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia lokal agar dapat berperan aktif dalam rantai nilai industri energi di Aceh.(**)
Editor: Redaksi









