Home / Ekonomi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:27 WIB

BPS Aceh Catat Jumlah Penduduk Miskin Bertambah 10,40 Ribu Orang per Maret 2026

REDAKSI

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat jumlah penduduk miskin di Aceh bertambah 10,40 ribu orang menjadi 713,78 ribu orang pada Maret 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat jumlah penduduk miskin di Aceh bertambah 10,40 ribu orang menjadi 713,78 ribu orang pada Maret 2026

BANDA ACEH — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat adanya peningkatan jumlah penduduk miskin di Provinsi Aceh. Jumlah warga miskin bertambah sebanyak 10,40 ribu orang, yaitu dari 703,33 ribu orang pada September 2025 menjadi 713,78 ribu orang pada Maret 2026.

Kepala BPS Aceh, Agus Andria, menyampaikan bahwa pendataan ini bersumber dari Survei Sosial dan Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilakukan tidak lama setelah wilayah tersebut terkena dampak bencana.

“Pengukuran data kemiskinan bersumber dari Survei Sosial dan Ekonomi Nasional (Susenas). Pendataan ini dilakukan saat Aceh baru saja terdampak bencana hidrometeorologi,” ujar Agus Andria di Banda Aceh, Rabu.

Baca Juga :  Harga Emas Tembus Rp3,1 Juta per Gram, BSI Pastikan Stok Aman

Kenaikan Garis Kemiskinan dan Sebaran Wilayah

Agus menjelaskan bahwa besar kecilnya jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh Garis Kemiskinan. Penduduk miskin didefinisikan sebagai warga yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan.

Pada Maret 2026, Garis Kemiskinan di Aceh tercatat sebesar Rp742.464 per kapita per bulan. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 3,83 persen dibandingkan posisi September 2025.

Berdasarkan sebaran daerah, kenaikan persentase kemiskinan terjadi baik di wilayah perdesaan maupun perkotaan:

  • Perdesaan: Naik dari 14,51 persen (September 2025) menjadi 14,66 persen (Maret 2026).
  • Perkotaan: Naik dari 8,15 persen (September 2025) menjadi 8,27 persen (Maret 2026).
Baca Juga :  GPIPS Diluncurkan, BI Perkuat Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi

Dinamika Ketimpangan (Gini Ratio)

Tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk (Gini Ratio) menunjukkan tren yang berbeda antara perkotaan dan perdesaan:

  • Perkotaan: Gini Ratio mengalami kenaikan dari 0,316 pada September 2025 menjadi 0,323pada Maret 2026.
  • Perdesaan: Gini Ratio mengalami penurunan dari 0,225 pada September 2025 menjadi 0,221 pada Maret 2026.

Indeks Kedalaman dan Keparahan Kemiskinan Membaik

Baca Juga :  Gubernur Aceh Tekankan Penguatan Tata Kelola dan Transformasi Digital dalam RUPS Bank Aceh Syariah

Meskipun jumlah penduduk miskin secara umum bertambah, indikator kedalaman dan keparahan kemiskinan justru menunjukkan perbaikan (penurunan angka):

  • Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1): Turun dari 2,055 (September 2025) menjadi 1,961 (Maret 2026).
  • Indeks Keparahan Kemiskinan (P2): Turun dari 0,523 (September 2025) menjadi 0,460(Maret 2026).

Agus menerangkan bahwa penurunan Indeks Kedalaman Kemiskinan mengindikasikan rata-rata pengeluaran penduduk miskin pada Maret 2026 cenderung semakin mendekati Garis Kemiskinan dibandingkan kondisi September 2025. Sementara itu, penurunan Indeks Keparahan Kemiskinan menandakan ketimpangan pengeluaran di antara sesama penduduk miskin juga semakin rendah.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Ekonomi

BSI Gelar BSI Fest Ramadhan 1447 H di Masjid Raya Baiturrahman

Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp18.029 per Dolar AS, Dipengaruhi Kebijakan The Fed dan Sentimen Global

Ekonomi

Mualem Jajaki Kerja Sama Pengembangan Peternakan dan Pertanian dengan Australia

Ekonomi

Dana Pemerintah Mengendap Rp234 Triliun, Mintarsih: Kejiwaan Masyarakat Pasti Terdampak

Ekonomi

Didukung 19.293 Agen di Aceh, BSI Tingkatkan Inklusi Keuangan Hingga Pelosok

Ekonomi

Bank Aceh Syariah Cabang Aceh Tengah Serahkan Zakat Perusahaan Rp400 Juta, Diterima Bupati Haili Yoga

Ekonomi

FKIJK Aceh Perkuat Kepedulian Sosial Melalui Renovasi Masjid Syuhada Kuala Simpang

Ekonomi

“Transaksi QRIS di Aceh Tumbuh Pesat, Capai Rp1,98 Triliun hingga September 2025”