Home / Ekonomi

Selasa, 3 Februari 2026 - 09:33 WIB

Rupiah Menguat terhadap Dolar AS pada Perdagangan Pagi Ini

Redaksi

Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa pagi (3/2/2026), didorong sentimen positif pasar global dan optimisme ekonomi domestik.

Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa pagi (3/2/2026), didorong sentimen positif pasar global dan optimisme ekonomi domestik.

Jakarta – Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Selasa (3/2/2026). Penguatan mata uang Garuda ini menjadi sinyal positif bagi pasar keuangan domestik di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.

Pada awal perdagangan, rupiah tercatat bergerak di zona hijau setelah sebelumnya sempat mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir. Penguatan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, baik dari dalam negeri maupun sentimen eksternal yang turut membentuk pergerakan pasar valuta asing.

Sentimen Global Dorong Rupiah Menguat

Salah satu faktor utama yang menopang penguatan rupiah adalah melemahnya dolar AS di pasar global. Dolar tertekan seiring ekspektasi pelaku pasar terhadap kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed). Investor kini mulai memperkirakan adanya peluang penurunan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan, menyusul indikasi perlambatan inflasi di Negeri Paman Sam.

Baca Juga :  Kadis SI Aceh Besar Hadiri Penyerahan Paket Sembako untuk Masyarakat Kurang Mampu dari Kodam IM

Kondisi tersebut membuat arus modal asing kembali masuk ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, sehingga rupiah mendapatkan dorongan positif.

Optimisme Investor terhadap Ekonomi Domestik

Dari dalam negeri, penguatan rupiah juga didukung oleh optimisme investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Fundamental ekonomi yang relatif kuat, inflasi yang terjaga, serta langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar menjadi faktor yang memperkuat kepercayaan pasar.

Baca Juga :  BSI Resmi Naik Kelas Sebagai Persero, Mayoritas Pembiayaan ke Segmen Konsumer dan Ritel

Selain itu, sektor ekspor Indonesia yang masih menunjukkan kinerja baik turut memberikan kontribusi terhadap pasokan devisa, sehingga menopang pergerakan rupiah.

Pasar Menanti Kebijakan Bank Indonesia

Meski rupiah menguat pada pagi ini, pelaku pasar masih mencermati langkah Bank Indonesia ke depan, terutama terkait kebijakan suku bunga dan intervensi di pasar valuta asing. Bank Indonesia diperkirakan tetap akan menjaga stabilitas rupiah agar tidak terlalu berfluktuasi tajam, mengingat tekanan global masih dapat berubah sewaktu-waktu.

Pengamat menilai, pergerakan rupiah dalam beberapa hari mendatang masih akan sangat dipengaruhi oleh sentimen global, termasuk perkembangan ekonomi AS, harga komoditas dunia, serta kondisi geopolitik internasional.

Baca Juga :  Harga Emas di Aceh Tembus Rp8,6 Juta per Mayam, Akankah Menuju Rp10 Juta?

Rupiah Berpotensi Stabil dalam Jangka Pendek

Dengan penguatan yang terjadi pada awal perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan berpeluang bergerak stabil dalam jangka pendek. Namun, investor tetap diminta waspada terhadap potensi volatilitas pasar, terutama menjelang rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat dan agenda pertemuan bank sentral global.

Penguatan rupiah ini menjadi kabar baik bagi perekonomian nasional karena dapat membantu menekan biaya impor serta menjaga stabilitas harga barang di dalam negeri.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Berita

Wakili Bupati, Staf Ahli Hadiri Panen Raya Jagung Kuartal II Serentak

Ekonomi

Harga Emas Pegadaian Kompak Turun, Antam Anjlok Rp74 Ribu per Gram

Ekonomi

Harga Emas Antam Turun Rp40 Ribu, Buyback Ikut Melemah

Ekonomi

BI: Ekonomi Aceh Mulai Bangkit Usai Tekanan Sepanjang 2025

Aceh

Aceh Catat Investasi Rp4,16 Triliun pada Triwulan III 2025

Berita

Presiden Prabowo Lepas Ekspor Perdana 1.200 Ton Jagung ke Malaysia

Ekonomi

Harga Emas di Banda Aceh Tembus Rp8,1 Juta per Mayam, Minat Pembeli Tetap Stabil

Ekonomi

Enam Tahun Terakhir, Angka Pernikahan di Aceh Terus Menurun