Home / Nasional

Selasa, 3 Februari 2026 - 15:36 WIB

Indonesia Siap Bangun PLTN 7 GW, Hashim: Masuk RUPTL 2025-2034

Redaksi

Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo menyampaikan rencana pembangunan PLTN 7 GW dalam forum ESG Sustainability Forum 2026, Selasa (3/2/2026).

Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo menyampaikan rencana pembangunan PLTN 7 GW dalam forum ESG Sustainability Forum 2026, Selasa (3/2/2026).

Jakarta – Pemerintah Indonesia mulai membuka babak baru dalam pengembangan energi nasional. Utusan Khusus Presiden di Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, menyatakan bahwa Indonesia berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dengan kapasitas mencapai 7 Giga Watt (GW).

Rencana pembangunan PLTN tersebut disebut sudah masuk dalam dokumen strategis nasional, yakni Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034, yang menjadi peta jalan pengembangan kelistrikan Indonesia dalam 10 tahun ke depan.

“Dalam RUPTL PLN ditetapkan sebanyak 70 Giga energi listrik yang dihasilkan dari energi baru terbarukan. Di luar itu nanti ada 7 GW dihasilkan dari tenaga nuklir. Ini hal baru,” ujar Hashim dalam ESG Sustainability Forum 2026 CNBC Indonesia, Selasa (3/2/2026).

Tambahan Besar untuk Target Energi Bersih

Baca Juga :  Kunjungan Delegasi Kepolisian Prancis Perkuat Kerja Sama dan Motivasi Calon Bintara Polwan

Dalam paparannya, Hashim menjelaskan bahwa Indonesia menargetkan produksi listrik dari Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 70 GW selama periode 2025-2034. Namun, pemerintah juga memasukkan nuklir sebagai sumber tambahan energi bersih yang cukup signifikan.

Menurutnya, pembangunan PLTN 7 GW merupakan langkah baru yang strategis, meskipun masih menjadi perdebatan global.

“Apakah ini clean energy carbon, ada yang kontroversi soal ini,” tegas Hashim.

Isu nuklir memang kerap memunculkan perbedaan pandangan. Sebagian pihak menilai nuklir sebagai energi rendah emisi karbon yang dapat membantu transisi energi, sementara pihak lain mengkhawatirkan risiko limbah radioaktif dan keamanan teknologi.

Negara Maju Sudah Lebih Dulu Menggunakan Nuklir

Hashim juga menekankan bahwa penggunaan tenaga nuklir bukanlah hal asing di dunia. Banyak negara maju sudah lama mengandalkan PLTN sebagai salah satu sumber energi utama.

Baca Juga :  Satgas Yonif 112/DJ Ajarkan Wawasan Kebangsaan Dan Cinta Tanah Air Kepada Anak Papua

“Semua negara maju memiliki pembangkit listrik dari tenaga nuklir itu,” katanya.

Ia bahkan mencontohkan Jepang, yang kembali mengaktifkan pembangkit nuklirnya setelah sempat dihentikan pasca insiden Fukushima.

“Jepang juga mengaktifkan lagi pembangkit nuklirnya,” tambahnya.

Peluang Investasi Baru di Indonesia

Selain memperkuat ketahanan energi nasional, pembangunan PLTN juga dipandang sebagai peluang besar bagi masuknya investasi asing maupun domestik.

Hashim menilai, proyek energi nuklir dapat menarik minat para investor global yang mencari sektor energi masa depan dengan skala besar.

“Berarti kesempatan investasi banyak pemodal-pemodal investor tertarik di investasi bidang ini,” jelasnya.

Lokasi dan Pengembang Masih Belum Diungkap

Meski rencana pembangunan PLTN sudah disebut masuk dalam RUPTL, Hashim belum menjelaskan secara rinci siapa pihak yang akan membangun proyek tersebut, serta di wilayah mana PLTN itu akan didirikan.

Baca Juga :  SKANDAL JUAL BELI ANAK: Bilqis Diculik dan Dijual Berantai, Pelaku Beraksi 9 Kali

Padahal, penentuan lokasi menjadi isu penting mengingat pembangunan pembangkit nuklir membutuhkan standar keselamatan tinggi, kesiapan infrastruktur, serta penerimaan masyarakat sekitar.

Proyek ini juga dipastikan akan menjadi salah satu agenda besar dalam transisi energi Indonesia menuju target net zero emission di masa mendatang.

Babak Baru Energi Nasional

Dengan masuknya energi nuklir dalam rencana kelistrikan nasional, Indonesia kini mulai melangkah ke arah diversifikasi sumber energi yang lebih luas.

Jika benar direalisasikan, pembangunan PLTN 7 GW akan menjadi tonggak penting dalam sejarah energi Indonesia, sekaligus menandai upaya pemerintah mengejar ketahanan energi dan pengurangan emisi karbon secara lebih agresif.(**)

Share :

Baca Juga

Nasional

Wali Nanggroe Temui Mendagri Tito Karnavian Bahas Masa Depan Aceh

Nasional

Satgas Yonif 112/DJ Laksanakan Anjangsana Langsung Ke Honai Warga Puncak Jaya

Hukum

OJK Serahkan Dua Tersangka Kasus PT Investree ke Kejaksaan

Nasional

Pangdam Iskandar Muda Hadiri Upacara HUT ke-80 TNI di Monas Jakarta

Berita

Dua Jenazah Warga Sipil Korban Penembakan KKB di Jayawijaya Dipulangkan ke Jawa Barat, Kaops Damai Cartenz: Kami Terus Buru Pelakunya

Nasional

Kepala BPKA: Pemerintah Aceh Dukung Digitalisasi Keuangan Daerah

Nasional

1.819 Produk Ekspor Indonesia Bebas Tarif ke Amerika Serikat

Nasional

Kapolri Apresiasi Perilisan Lagu ‘Mudik Aman, Keluarga Nyaman’