Home / Pemerintah

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:57 WIB

152 Ribu Warga Aceh Menganggur, Lulusan Kampus dan SMK Paling Terdampak

Redaksi

Kepala BPS Aceh Agus Andria SST MSi menyampaikan data ketenagakerjaan Aceh dalam konferensi pers Berita Resmi Statistik di Banda Aceh, Kamis (5/2/2026).

Kepala BPS Aceh Agus Andria SST MSi menyampaikan data ketenagakerjaan Aceh dalam konferensi pers Berita Resmi Statistik di Banda Aceh, Kamis (5/2/2026).

Banda Aceh – Jumlah pengangguran di Provinsi Aceh hingga November 2025 masih tergolong tinggi. Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat, sebanyak 152 ribu orang masuk dalam kategori pengangguran terbuka. Ironisnya, kelompok penganggur terbesar justru berasal dari lulusan perguruan tinggi dan sekolah kejuruan, yang seharusnya lebih siap memasuki dunia kerja.

Kepala BPS Aceh, Agus Andria SST MSi, mengungkapkan hal tersebut dalam konferensi pers Berita Resmi Statistik yang digelar di Kantor BPS Aceh, Kamis (5/2/2026).

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) November 2025, jumlah angkatan kerja di Aceh mencapai 2,717 juta orang, meningkat sekitar 16 ribu orang dibandingkan Agustus 2025. Namun, peningkatan jumlah angkatan kerja tersebut tidak sepenuhnya diiringi dengan kualitas penyerapan tenaga kerja.

Hal ini tercermin dari Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) yang justru mengalami penurunan. Pada November 2025, TPAK Aceh tercatat sebesar 65,13 persen, turun 0,19 persen poin dibanding periode sebelumnya.

Baca Juga :  Muharram Idris Lantik dr. Bunaiya Sebagai Direktur RSUD Aceh Besar

Dari total angkatan kerja tersebut, sebanyak 2,565 juta orang tercatat sudah bekerja, sementara 152 ribu orang lainnya masih menganggur. Meski jumlah pengangguran ini menurun sekitar 960 orang dibandingkan Agustus 2025, penurunannya dinilai belum signifikan.

Secara persentase, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Aceh pada November 2025 berada di angka 5,60 persen, turun tipis 0,04 persen poin dari Agustus 2025 yang sebesar 5,64 persen.

Agus juga menjelaskan, jumlah penduduk usia kerja di Aceh (15 tahun ke atas) mencapai 4,172 juta orang, meningkat 16 ribu orang dibandingkan Agustus 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,455 juta orang tergolong bukan angkatan kerja, seperti pelajar, ibu rumah tangga, dan kelompok lainnya.

Baca Juga :  DPRA Minta BUMN di Aceh Bantu Percepatan Pembangunan, Ini Tujuannya

Dari sisi lapangan usaha, peningkatan penyerapan tenaga kerja paling besar terjadi di sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib, yang naik 1,07 persen poin. Sektor ini menjadi salah satu penopang utama penyerapan tenaga kerja di Aceh.

Sementara itu, jumlah pekerja di sektor formal tercatat sebanyak 928 ribu orang atau 36,20 persen dari total pekerja. Angka ini meningkat 0,11 persen poin dibandingkan Agustus 2025. Meski demikian, pasar kerja Aceh masih dibayangi kerentanan.

BPS mencatat, persentase setengah pengangguran pada November 2025 meningkat 2,11 persen poin, sedangkan pekerja paruh waktu naik 0,97 persen poin. Kondisi ini menunjukkan masih banyak pekerja yang belum mendapatkan jam kerja optimal dan pendapatan yang layak.

Baca Juga :  Pemkab Aceh Besar Gelar Bakti Sosial HKN ke-61 di Jantho Baru

Dari sisi pendidikan, penduduk bekerja di Aceh masih didominasi oleh lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan porsi 33,94 persen. Sementara itu, pekerja dengan pendidikan tinggi (Diploma hingga S3) mencapai 18,75 persen dan mengalami peningkatan dibandingkan Agustus 2025.

Namun, di balik peningkatan jumlah pekerja berpendidikan tinggi tersebut, BPS mencatat fakta yang memprihatinkan. Tingkat pengangguran tertinggi justru berasal dari kelompok berpendidikan tinggi, menunjukkan adanya ketimpangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan pasar kerja di Aceh.

Kondisi ini menjadi sinyal kuat bagi pemangku kebijakan untuk memperkuat sinergi antara pendidikan, pelatihan vokasi, dan kebutuhan industri agar lulusan tidak hanya bertambah secara kuantitas, tetapi juga relevan secara kompetensi.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pemerintah

SatPol PP & WH Aceh Intensifkan Patroli 24 Jam Jelang Ramadhan 1447 H

Parlementarial

DPR Aceh Lakukan Kunjungan Kerja ke Pidie dan Pidie Jaya, Temukan Akses Publik Yang Perlu Perbaikan

Aceh Besar

Sekdakab Aceh Besar Dorong Siswa agar Terus Berprestasi

Pemerintah

Marthunis Pamit, Murthalamuddin Siap Lanjutkan Misi Pendidikan Aceh

Pemerintah

Wakil Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Yasir Tekankan Pentingnya Kolaborasi Kampus dengan Dunia Kerja melalui MBKM

Parlementarial

Jalan Nasional Putus dan Banyak Daerah Terilosir, Pemerintah Pusat Didesak Tetapkan Bencana Sumatera Darurat Nasional

Parlementarial

Sekretariat DPRA Gelar Apel Perdana dan Halal Bihalal

Aceh Besar

Camat Peukan Bada Kukuhkan Tuha Peut Mukim Gurah Periode 2025–2030