Home / Daerah

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:55 WIB

Panorama Jambo Hatta, Wisata Sejarah di Ketinggian Tapaktuan

Redaksi

Panorama Jambo Hatta di Gampong Lhok Rukam, Tapaktuan, menyuguhkan pemandangan Samudera Hindia dari ketinggian bukit, sekaligus menjadi saksi sejarah persinggahan Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta.(5/2/2026).

Panorama Jambo Hatta di Gampong Lhok Rukam, Tapaktuan, menyuguhkan pemandangan Samudera Hindia dari ketinggian bukit, sekaligus menjadi saksi sejarah persinggahan Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta.(5/2/2026).

Tapak Tuan – Gampong Lhok Rukam kembali menegaskan eksistensinya sebagai salah satu destinasi unggulan di Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan. Keindahan alam yang berpadu dengan nilai sejarah menjadikan Panorama Jambo Hatta sebagai magnet baru bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.

Terletak di atas perbukitan dengan panorama langsung menghadap Samudera Hindia, lokasi ini menyuguhkan suasana tenang, sejuk, dan asri. Dari ketinggian, hamparan laut biru berpadu dengan semilir angin pantai menghadirkan sensasi relaksasi yang sulit ditemukan di tengah hiruk-pikuk aktivitas sehari-hari. Tak heran, kawasan ini kerap dipadati pengunjung, khususnya pada sore hari menjelang matahari terbenam.

Baca Juga :  Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Calang Aceh Jaya

Lebih dari sekadar destinasi wisata alam, Panorama Jambo Hatta juga menyimpan nilai historis yang kuat. Tempat ini dikenal sebagai salah satu lokasi persinggahan Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, Mohammad Hatta, pada masa lalu. Jejak sejarah tersebut kini diabadikan dan dijaga oleh masyarakat setempat sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan gampong.

Pengelola Panorama Jambo Hatta, Bang Nurul, menuturkan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk menjaga keaslian dan nilai sejarah lokasi tersebut. Menurutnya, keberadaan Jambo Hatta bukan hanya menjadi ruang rekreasi, tetapi juga sarana edukasi sejarah bagi generasi muda.

Baca Juga :  Diduga Beri Obat kadaluwarsa, YARA Laporkan Manajemen RSUD ke Polda Aceh

“Tempat ini bukan sekadar spot wisata, tapi juga saksi sejarah. Kami ingin nilai-nilai itu tetap terjaga dan dikenal lebih luas,” ujar Bang Nurul, Kamis (5/2/2026).

Meski demikian, ia berharap adanya perhatian dan dukungan lebih dari pemerintah daerah, terutama dalam hal peningkatan akses jalan menuju lokasi serta penyediaan fasilitas pendukung seperti area parkir, penerangan, dan sarana kebersihan. Menurutnya, infrastruktur yang memadai akan sangat berpengaruh terhadap kenyamanan pengunjung dan keberlanjutan wisata tersebut.

“Potensinya sangat besar. Kalau akses dan fasilitas ditingkatkan, Jambo Hatta bisa menjadi destinasi wisata sejarah yang dikenal hingga ke luar Aceh,” tambahnya.

Baca Juga :  Lubang Besar di Aceh Tengah Terbentuk Akibat Proses Geologi Jangka Panjang

Kehadiran Panorama Jambo Hatta juga membawa dampak positif bagi perekonomian warga sekitar. Sejumlah masyarakat mulai mengembangkan usaha kecil, seperti warung kopi, kuliner lokal, hingga produk kreatif berbasis kearifan lokal. Diharapkan, wisata ini dapat terus menjadi penggerak ekonomi kreatif sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi warga Gampong Lhok Rukam.

Dengan keindahan alam yang memikat dan nilai sejarah yang kuat, Panorama Jambo Hatta berpeluang besar menjadi ikon wisata Tapaktuan. Sinergi antara masyarakat dan pemerintah diharapkan mampu mengangkat destinasi ini agar semakin dikenal dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Kafilah Aceh Besar Meriahkan Pawai Ta’aruf MTQ XXXVII di Pidie Jaya

Daerah

Peusijuek Awali Hari Pertama Sekolah Siswa SMA Negeri 1 Matangkuli Pascabanjir

Berita

Banjir Meluas di Aceh Timur: Dusun Kuta Mee, Petua Cut, dan Kesehatan di Lhok Dalam Mulai Terdampak

Daerah

Mendagri dan Menteri Ekonomi Kreatif Tiba di Aceh, Disambut Kapolda dan Pejabat Daerah

Daerah

Subuh Berjamaah, Cara Pj Wali Kota Almuniza Ajak Warga Makmurkan Masjid

Daerah

Percepat Penurunan Stunting, Ini yang Dilakukan Pemkab Aceh Besar

Daerah

Pj Ketua TP PKK Safriati: Meski di Masa Transisi, Roda Oganisasi Tak Boleh Berhenti

Daerah

Istilah Tsunami Perlu Diusung Menjadi Smong