Home / Nasional

Senin, 9 Februari 2026 - 16:00 WIB

Satgas Damai Cartenz Amankan Ibadah Minggu, Warga Sinak Berdoa dengan Tenang

Redaksi

Personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 melaksanakan pengamanan ibadah Minggu di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua, demi memastikan umat Nasrani beribadah dengan aman dan khidmat.(9/2/2026)

Personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 melaksanakan pengamanan ibadah Minggu di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua, demi memastikan umat Nasrani beribadah dengan aman dan khidmat.(9/2/2026)

Puncak – Suasana Minggu pagi di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua, berlangsung dengan penuh ketenangan dan kekhidmatan. Di tengah sejuknya udara pegunungan, warga Nasrani melangkah menuju gereja dengan rasa aman, berkat kehadiran personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 yang melakukan pengamanan ibadah.

Sejak pagi hari, personel Satgas telah bersiaga untuk memastikan jalannya ibadah berlangsung lancar dan kondusif. Kegiatan diawali dengan apel pengecekan personel di Pos Belukar pada Minggu (8/2/2026) pukul 09.26 WIT, yang dipimpin oleh Briptu Fahri Yansyah. Dalam apel tersebut dilakukan pemeriksaan kesiapan personel, kelengkapan perorangan, serta pembagian tugas pengamanan di lokasi ibadah.

Baca Juga :  Pemerintah Didesak Tetapkan Narkotika sebagai Bahaya Laten Bangsa

Usai apel, personel bergerak menuju gereja-gereja di wilayah Sinak untuk melaksanakan pengamanan. Kehadiran aparat bukan semata menjalankan tugas pengamanan, melainkan menjadi simbol nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.

Di wilayah pegunungan Papua yang memiliki tantangan geografis dan situasi keamanan tersendiri, ketenangan dalam beribadah menjadi hal yang sangat berharga. Melalui Operasi Damai Cartenz 2026, aparat berupaya memastikan masyarakat dapat berdoa tanpa rasa khawatir, sehingga nilai toleransi dan kedamaian tetap terjaga.

Baca Juga :  Satgas Yonif 112/DJ Dan Warga Gotong Royong Bersihkan Lingkungan Di Puncak Jaya

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa pengamanan rumah ibadah merupakan bentuk komitmen Polri dalam melindungi seluruh warga negara tanpa membedakan latar belakang.

“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa kehadiran aparat bertujuan untuk melindungi, bukan menakuti. Ketika masyarakat dapat beribadah dengan tenang, di situlah makna kehadiran kami,” ujar Brigjen Pol. Faizal Ramadhani.

Hal senada disampaikan Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga. Ia menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas pengamanan.

“Pengamanan ibadah bukan hanya soal prosedur, tetapi juga empati. Kami ingin membangun rasa saling percaya agar aparat dan masyarakat dapat berjalan bersama menjaga kedamaian,” kata Kombes Pol. Adarma Sinaga.

Baca Juga :  Aceh Raih Gold Award UB Halalmetric 2025, Komitmen Memperkuat Ekosistem Halal dan Wisata Syariah

Kegiatan pengamanan berlangsung hingga pukul 10.46 WIT dan berjalan aman, tertib, serta kondusif. Warga pun menyambut positif kehadiran personel Satgas, merasa lebih nyaman dan tenang selama mengikuti rangkaian ibadah Minggu.

Di Distrik Sinak pagi itu, kedamaian bukan sekadar harapan. Ia hadir melalui langkah-langkah senyap aparat yang berjaga, memastikan doa-doa warga dapat dipanjatkan dengan penuh rasa aman dan damai.(**)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Nasional

Mualem Temui Menparekraf, Bahas Rencana Pembentukan Badan Ekonomi Kreatif

Hukrim

Polisi Memburu Terduga Pelaku Penembakan di Rest Area Tol Tangerang 4 Orang

Daerah

PT PEMA Ajak 50 Anak Yatim Belanja dan Makan Bersama

Nasional

Pembuatan Undang-undang Penyadapan Dimulai,DPR Fokus Pada Pencegahan Penyalahgunaan

Nasional

Longsor Bandung Barat Telan 7 Korban Jiwa, 82 Warga Masih Dicari

Nasional

Wali Nanggroe Aceh Kunjungi Keraton Yogyakarta, Bahas Pelestarian Budaya dan Status Keistimewaan

Nasional

Kapolri Tetapkan Status Gugur dan Berikan KPLB Anumerta Terhadap 3 Personel Terbaiknya

Nasional

Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza, Setoran Fantastis Rp16,9 Triliun Jadi Sorotan