Ternate — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ternate terus mematangkan rencana pembangunan Dapur Makanan Bergizi (MBG) sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan pemenuhan gizi bagi warga binaan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan melaksanakan studi tiru ke Kepolisian Resor (Polres) Ternate, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan studi tiru tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas III Ternate, Agustina, bersama jajaran pejabat struktural dan staf terkait. Rombongan berkunjung ke Polres Ternate untuk meninjau secara langsung bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah dibangun dan dioperasikan oleh Polres Ternate.
Kehadiran jajaran Lapas Perempuan Kelas III Ternate disambut langsung oleh Kapolres Ternate, AKBP Anita Ratna Yulianto, S.I.K., M.H., beserta tim pengelola SPPG Polres Ternate. Kunjungan ini menjadi wujud nyata koordinasi dan sinergi antarinstansi dalam mendukung program penyediaan layanan gizi yang representatif, berstandar, dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Ternate memberikan penjelasan secara komprehensif mengenai proses pembangunan SPPG, mulai dari tahap perencanaan, penganggaran, pelaksanaan pembangunan, hingga penyelesaian bangunan. Penjelasan juga mencakup pengaturan tata ruang, alur kerja dapur, standar kebersihan, serta sarana dan prasarana pendukung yang menunjang operasional pelayanan gizi.
Selain mendengarkan paparan, Kepala Lapas Perempuan Kelas III Ternate beserta jajaran juga melakukan peninjauan lapangan secara langsung. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat kondisi fisik bangunan SPPG, tata letak ruangan, fasilitas dapur, serta kelengkapan sarana pendukung lainnya. Dari kegiatan tersebut, rombongan memperoleh gambaran nyata yang akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam perencanaan pembangunan Dapur MBG di lingkungan Lapas Perempuan Kelas III Ternate.
Agustina menyampaikan bahwa studi tiru ini merupakan langkah strategis untuk memastikan pembangunan Dapur MBG ke depan dapat memenuhi standar pelayanan gizi, sekaligus mendukung pemenuhan hak-hak dasar warga binaan, khususnya di bidang kesehatan dan kesejahteraan.
“Kami ingin memastikan bahwa dapur MBG yang akan dibangun nantinya benar-benar representatif, efisien, dan sesuai standar, sehingga mampu menunjang pelayanan pemenuhan gizi bagi warga binaan secara optimal,” ujarnya.
Kegiatan studi tiru berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan koordinatif. Sinergi yang terjalin antara Lapas Perempuan Kelas III Ternate dan Polres Ternate diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi positif antarinstansi dalam mendukung program-program pelayanan publik.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar hingga selesai. Kegiatan ini juga telah didokumentasikan dan dilaporkan secara berjenjang sebagai bahan laporan dan tindak lanjut kepada pimpinan.
Dengan adanya studi tiru ini, Lapas Perempuan Kelas III Ternate diharapkan semakin siap dalam merealisasikan pembangunan Dapur MBG yang berkualitas, guna meningkatkan layanan pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada pemenuhan hak dasar warga binaan.(**)
Editor: Dahlan









