Home / Nasional

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:04 WIB

Pakar Hukum Apresiasi Putusan MK soal Jabatan ASN bagi Anggota Polri

Redaksi

Guru Besar Fakultas Hukum Prof. Dr. I Gede Panca Astawa memberikan pandangannya terkait Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 223/PUU-XXIII/2025 yang mengatur pengisian jabatan ASN oleh anggota Polri.(20/01/2026).

Guru Besar Fakultas Hukum Prof. Dr. I Gede Panca Astawa memberikan pandangannya terkait Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 223/PUU-XXIII/2025 yang mengatur pengisian jabatan ASN oleh anggota Polri.(20/01/2026).

Jakarta — Guru Besar Fakultas Hukum, Prof. Dr. I Gede Panca Astawa, memberikan apresiasi atas terbitnya Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 223/PUU-XXIII/2025 yang diputuskan pada Senin (19/1/2026). Putusan tersebut berkaitan dengan pengujian materiil Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Prof. Panca Astawa menjelaskan bahwa permohonan uji materi dalam perkara tersebut diajukan oleh dua pemohon, yakni seorang advokat sebagai Pemohon I dan seorang mahasiswa Fakultas Hukum sebagai Pemohon II.

“Dalam Putusan Nomor 223/PUU-XXIII/2025, Mahkamah Konstitusi menolak permohonan Pemohon I untuk seluruhnya karena dinilai tidak beralasan menurut hukum. Sementara itu, permohonan Pemohon II dinyatakan tidak dapat diterima karena tidak memiliki legal standing,” jelasnya.

Baca Juga :  Satgas Yonif 112/DJ Laksanakan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di SD YPPGI ILU

Ia menambahkan bahwa terdapat sejumlah pertimbangan hukum penting yang menjadi dasar putusan MK, salah satunya adalah keterkaitan antara Undang-Undang ASN dan Undang-Undang Polri.

“Pasal 19 ayat (3) Undang-Undang ASN dan Pasal 28 ayat (3) Undang-Undang Polri beserta penjelasannya saling berkelindan. Artinya, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia dapat menduduki jabatan ASN tertentu pada instansi pusat berdasarkan sistem merit yang diatur dalam Undang-Undang ASN dan tetap sejalan dengan tugas pokok Polri,” terangnya.

Mahkamah Konstitusi juga mempertimbangkan keberadaan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil.

Baca Juga :  Ketua TP PKK Aceh Dorong Percepatan Bantuan Rumah untuk Masyarakat dan Eks Kombatan

“Berdasarkan Pasal 147 PP Nomor 11 Tahun 2017, pengisian jabatan ASN tertentu oleh anggota kepolisian hanya dapat dilakukan pada instansi pusat tertentu dan harus didasarkan pada kompetensi serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Prof. Panca Astawa menegaskan bahwa pengaturan pengisian jabatan ASN oleh anggota Polri tidak berdiri sendiri, melainkan tetap merujuk pada Undang-Undang Polri sebagai lex specialis.

“Dalam aspek substansi kelembagaan, Undang-Undang ASN tetap mengacu pada pengaturan yang terdapat dalam Undang-Undang Polri. Hal ini menunjukkan konsistensi sistem hukum yang berlaku,” tambahnya.

Atas dasar tersebut, Prof. Panca Astawa menyampaikan apresiasi tinggi kepada Mahkamah Konstitusi. Ia menilai putusan tersebut memberikan kepastian hukum yang jelas.

Baca Juga :  Muzakir Manaf Jadi Inspektur Upacara HUT Bhayangkara ke-79 di Aceh

“Putusan ini memberikan legitimasi kepada anggota kepolisian aktif untuk menduduki jabatan sipil tertentu tanpa harus mengundurkan diri atau pensiun dari dinas kepolisian,” tegasnya.

Ia juga menilai bahwa pasca putusan MK ini, Polri tidak perlu menunggu terbitnya peraturan pemerintah baru sebagai dasar pelaksanaan.

“Secara normatif, dasar hukum pelaksanaannya sudah tersedia melalui PP Nomor 11 Tahun 2017 sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 17 Tahun 2020,” tutup Prof. Dr. I Gede Panca Astawa.

Putusan MK Nomor 223/PUU-XXIII/2025 ini dinilai memberikan kepastian hukum terkait mekanisme penempatan anggota Polri pada jabatan ASN tertentu di instansi pusat, sekaligus memperkuat sinergi kelembagaan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.(**)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Berita

Ketua Dekranasda Aceh Kunjungi Anjungan Aceh di TMII, Dorong Penguatan Seni dan Budaya sebagai Ikon Nasional

Nasional

Illiza-Afdhal Hadiri Welcome Dinner Rakernas XI JKPI di Yogyakarta

Ekbis

Update Harga Emas di Pegadaian Senin 6 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri 24

Nasional

Gema Kosgoro Siap Geruduk BGN: Lawan Pejabat yang Menginjak Harga Diri Mahasiswa

Nasional

DPR Minta Pemerintah Hati-hati Cabut Kewarganegaraan Bripda Rio

Nasional

Kapolri Turun ke Posko Terpadu, Pastikan Kesiapan Personel Operasi Ketupat 2025

Nasional

Aceh Raih Gold Award UB Halalmetric 2025, Komitmen Memperkuat Ekosistem Halal dan Wisata Syariah

Berita

Dansatgas 112/DJ Tinjau Pembangunan Aula Serbaguna Dan Berikan Sembako Untuk Pererat Sinergi dengan Tokoh Agama dan Masyarakat Di Papua Tengah