ACEH — Meski sebagian besar wilayah Aceh telah kembali menikmati aliran listrik pascabencana yang melanda pada akhir November 2025, namun hingga kini masih terdapat 13 desa (gampong) yang belum teraliri listrik secara normal. Untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan, PLN bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiagakan genset darurat sebagai sumber listrik sementara.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra, mengatakan bahwa proses pemulihan jaringan listrik terus dilakukan secara bertahap. Namun, kondisi geografis dan keterbatasan akses menjadi tantangan utama di sejumlah wilayah terdampak.
“PLN mencatat masih terdapat 13 desa yang belum teraliri listrik secara permanen,” ujar Eddi dalam keterangannya, Selasa (10/2/2026).
Belasan gampong tersebut tersebar di beberapa kabupaten di Aceh. Delapan desa berada di Kabupaten Aceh Tengah, sementara masing-masing satu desa berada di Kabupaten Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Aceh Barat, dan Aceh Tamiang.
Menurut Eddi, meskipun jaringan distribusi belum sepenuhnya pulih, masyarakat di desa-desa tersebut tidak dibiarkan tanpa pasokan listrik. PLN memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi melalui penggunaan genset darurat yang disalurkan bersama Kementerian ESDM.
“Kehadiran genset darurat menjadi solusi sementara agar aktivitas masyarakat, seperti penerangan, layanan kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya tetap berjalan,” jelasnya.
Secara keseluruhan, PLN mencatat sebanyak 6.487 desa atau sekitar 99,8 persen wilayah di Aceh telah kembali menikmati aliran listrik pascabencana. Namun, pemulihan di sejumlah titik terhambat oleh kerusakan infrastruktur pendukung.
Eddi mengungkapkan, bencana yang terjadi menyebabkan 171 titik longsor menutup akses jalan menuju wilayah terpencil, serta 14 jembatan rusak. Kondisi ini menghambat mobilisasi alat berat dan distribusi material kelistrikan ke lokasi terdampak.
“Pemulihan jaringan permanen sangat bergantung pada kondisi jalan dan jembatan. Keselamatan petugas menjadi prioritas utama kami,” tegas Eddi.
Untuk mengatasi kendala tersebut, PLN terus menjalin koordinasi intensif dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah guna membuka akses ke wilayah yang masih terisolasi. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan jaringan listrik secara permanen.
“Sambil menunggu akses terbuka, kami memastikan warga di 13 desa tersebut tetap mendapatkan pasokan listrik melalui genset cadangan yang telah disiagakan,” tambahnya.
PLN menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan pemulihan jaringan listrik di seluruh wilayah Aceh secepat mungkin, seiring dengan perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan yang terdampak bencana.(**)
Editor: Dahlan









