Home / Nasional

Sabtu, 14 Februari 2026 - 08:42 WIB

Prabowo Tegas: MBG Bukan Pemborosan, Hasil Efisiensi untuk Selamatkan Generasi

Redaksi

Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri, Jumat (13/2), sekaligus menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis dibiayai dari hasil efisiensi anggaran negara, bukan pemborosan.

Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri, Jumat (13/2), sekaligus menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis dibiayai dari hasil efisiensi anggaran negara, bukan pemborosan.

Banda Aceh – Presiden RI, Prabowo Subianto, memberikan jawaban tegas terhadap berbagai kritik yang menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bentuk pemborosan anggaran negara. Penegasan tersebut disampaikannya saat meresmikan 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri, Jumat (13/2).

Dalam pidatonya, Presiden menekankan bahwa sumber pendanaan program MBG bukan berasal dari penambahan utang ataupun pembengkakan anggaran baru, melainkan hasil efisiensi besar-besaran di berbagai sektor birokrasi pemerintahan. Ia menyebut, penghematan dilakukan secara ketat dengan memangkas belanja-belanja yang dinilai tidak produktif dan tidak berdampak langsung bagi kesejahteraan rakyat.

Menurut Presiden, tanpa langkah efisiensi tersebut, potensi kebocoran anggaran sangat besar. Ia bahkan secara terbuka menyinggung praktik-praktik yang selama ini rawan terjadi dalam tata kelola keuangan negara.

“Saya yakin kalau tidak kita hemat, uang ini akan dimakan oleh korupsi, dihabis-habiskan untuk memperkaya oknum,” tegasnya di hadapan para tamu undangan dan jajaran Polri.

Baca Juga :  Satgas Yonif 112/DJ Layani Kesehatan Gratis Bagikan Makanan Dan Pakaian Layak Pakai Di Papua

Pangkas Seremonial, Alihkan ke Gizi Rakyat

Presiden menjelaskan, pemerintah telah melakukan penyisiran menyeluruh terhadap anggaran seremonial dan kegiatan yang dianggap tidak substansial. Biaya rapat di hotel mewah, seminar yang minim output, hingga perjalanan dinas luar kota yang tidak berdampak langsung bagi masyarakat menjadi sasaran utama pemangkasan.

Dana yang berhasil dihemat kemudian dialihkan untuk membiayai program MBG, yang fokus pada pemenuhan gizi anak-anak sekolah, balita, serta ibu hamil. Langkah ini, kata Presiden, merupakan bentuk keberpihakan nyata kepada rakyat kecil dan investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Ia juga menolak keras tudingan bahwa program makan gratis merupakan bentuk “penghinaan” terhadap masyarakat. Sebaliknya, menurutnya, negara hadir untuk memastikan generasi muda tidak tumbuh dalam kondisi kekurangan gizi yang berujung pada stunting dan rendahnya kualitas kesehatan.

Baca Juga :  Kapolri Pimpin Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Pratama

“Ini bukan soal bagi-bagi makanan. Ini soal menyelamatkan masa depan bangsa,” ujarnya.

Intervensi Langsung Lawan Stunting dan Kemiskinan

Program MBG disebut sebagai intervensi langsung pemerintah untuk memutus rantai stunting dan kemiskinan struktural. Presiden menilai, stunting bukan sekadar persoalan kesehatan, melainkan juga dampak dari proses pemiskinan yang berlangsung lama.

Dengan memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi seimbang, pemerintah berharap dapat meningkatkan kualitas pendidikan, produktivitas, dan daya saing generasi mendatang.

Hingga Februari 2026, program MBG telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat di berbagai daerah. Angka tersebut menunjukkan skala program yang masif dan menjadi salah satu intervensi sosial terbesar dalam sejarah Indonesia.

Gerakkan Ekonomi Desa

Tak hanya berdampak pada kesehatan, program ini juga menciptakan efek ekonomi berantai. Ribuan SPPG yang tersebar di berbagai wilayah menyerap langsung hasil pertanian, peternakan, dan produk UMKM lokal.

Baca Juga :  Satgas Damai Cartenz Amankan Ibadah Minggu, Warga Sinak Berdoa dengan Tenang

Dengan pola distribusi berbasis wilayah, kebutuhan bahan pangan untuk MBG dipenuhi dari petani, peternak, dan pelaku usaha setempat. Hal ini dinilai mampu menggerakkan ekonomi desa, memperpendek rantai distribusi, serta meningkatkan pendapatan masyarakat.

Presiden optimistis, jika program ini dijalankan secara konsisten dan transparan, Indonesia tidak hanya mampu menekan angka stunting, tetapi juga bergerak menuju swasembada pangan dan bebas kelaparan.

Di akhir sambutannya, Presiden bahkan meminta agar rekam jejak digital para pengkritik program MBG disimpan sebagai dokumentasi sejarah. Menurutnya, kelak saat Indonesia berhasil membuktikan keberhasilan program ini, publik dapat melihat kembali sikap-sikap yang pernah meragukan langkah tersebut.

“Catat semuanya. Nanti sejarah yang akan membuktikan,” pungkasnya.

Dengan komitmen efisiensi anggaran dan pengawasan ketat, pemerintah menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar kebijakan populis, melainkan strategi jangka panjang membangun fondasi generasi emas Indonesia.(**)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Nasional

Wakil Ketua KPK Tolak Imunitas Advokat Dalam RUU KUHAP

Nasional

Skandal Narkoba Guncang Polri, Desakan Reformasi Total Menguat

Nasional

Pangdam Iskandar Muda Hadiri Upacara HUT ke-80 TNI di Monas Jakarta

Berita

Dansatgas 112/DJ Tinjau Pembangunan Aula Serbaguna Dan Berikan Sembako Untuk Pererat Sinergi dengan Tokoh Agama dan Masyarakat Di Papua Tengah

Nasional

Kapolri Tegaskan Polri Kawal Penuh Program Pemerintah 2026

Nasional

Satgas Yonis 112/DJ Kodam IM Gelar Pengobatan Gratis dan Bagi Sembako di Puncak Jaya

Nasional

Wapres Gibran Tinjau Pemulihan Pascabanjir di Aceh Tamiang

Nasional

BPOM Apresiasi Standar Keamanan Pangan SPPG Polri