Home / Banda Aceh

Senin, 23 Februari 2026 - 17:03 WIB

Illiza Dorong Budaya Keamanan Pangan di Sekolah

Redaksi

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal berdialog dengan siswa saat menghadiri kegiatan pembudayaan keamanan pangan di SMP Negeri 10 Banda Aceh, Senin (23/2/2026).

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal berdialog dengan siswa saat menghadiri kegiatan pembudayaan keamanan pangan di SMP Negeri 10 Banda Aceh, Senin (23/2/2026).

Banda Aceh – Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal menghadiri kegiatan pemberian dukungan dan komitmen pembudayaan keamanan pangan di SMP Negeri 10 Banda Aceh, Senin (23/2/2026). Kegiatan yang berlangsung penuh semangat tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran pentingnya konsumsi pangan sehat di kalangan pelajar di Kota Banda Aceh.

Kedatangan Illiza yang akrab disapa Bunda Illiza disambut hangat oleh Kepala Sekolah Intan Nirmala bersama para guru dan siswa. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri. Penyambutan berlangsung meriah dengan penampilan tari daerah dari para siswa serta kehadiran Duta Sapa sekolah yang dikenal sebagai pelajar berkarakter, disiplin, dan peduli lingkungan.

Baca Juga :  Digugurkan Tanpa Surat Resmi, Kuasa Hukum Anita Surati Pansel JPT Pratama Aceh

Dalam sambutannya, Illiza menegaskan bahwa pembudayaan keamanan pangan di lingkungan sekolah merupakan langkah strategis dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Menurutnya, kebiasaan memilih makanan sehat harus ditanamkan sejak usia dini agar menjadi pola hidup yang berkelanjutan.

“Keamanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi harus menjadi budaya bersama. Anak-anak kita harus memahami mana makanan yang aman dan layak dikonsumsi, serta bagaimana menjaga kesehatan sejak dini,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Illiza juga berdialog langsung dengan para Duta Sapa SMPN 10 Banda Aceh. Dialog berlangsung interaktif dan penuh antusiasme, membahas pentingnya kesadaran kolektif dalam memastikan makanan yang dikonsumsi bebas dari bahan berbahaya serta memenuhi standar kesehatan.

Baca Juga :  Disdikbud Banda Aceh dan Persagi Edukasi Gizi Serentak Peringati HGN ke-66

Ia menambahkan, sekolah memiliki peran penting sebagai pusat edukasi literasi pangan. Melalui edukasi yang konsisten, para siswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

“Jika sejak sekolah anak-anak sudah terbiasa memilih makanan sehat, maka ke depan kita akan memiliki generasi yang lebih kuat, produktif, dan berdaya saing,” tambahnya.

Selain berdialog, Bunda Illiza juga menyempatkan diri menyapa para siswa serta memberikan motivasi agar terus belajar dengan semangat dan menjaga pola hidup sehat. Suasana hangat terlihat saat para siswa menyambut pesan motivasi tersebut dengan penuh antusias.

Baca Juga :  Buka RAKERDA I DPD IWAPI, Plt Sekda: Perempuan Bisa Jadi Tulang Punggung Ekonomi Aceh

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan pendidikan. Sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat upaya menciptakan generasi masa depan yang sehat, berakhlak, dan unggul.

Melalui program pembudayaan keamanan pangan ini, diharapkan seluruh sekolah di Banda Aceh dapat terus meningkatkan edukasi tentang pentingnya konsumsi makanan sehat sekaligus membangun lingkungan sekolah yang lebih aman dan berkualitas.(**)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

Wali Kota Illiza Tanam Mangrove Bersama Polda Aceh di Alue Naga

Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Tinjau Pasar Murah, Bantu Warga Sambut Idul Fitri

Banda Aceh

Ketum IWO Dwi Chistianto Lantik PW dan PD IWO Se-Aceh: Perkuat Jurnalisme Digital di Anjong Mon Mata

Banda Aceh

Personel Satpol PP Banda Aceh Dicambuk dan Dipecat Usai Terbukti Langgar Ikhtilat

Banda Aceh

Jelang Berbuka, Lalu Lintas Banda Aceh Padat di Sejumlah Titik

Banda Aceh

PBN Aceh Berbagi Kasih Jelang Idul Fitri, Santuni Anak Yatim hingga Abang Becak

Banda Aceh

Banda Aceh Bersatu untuk Palestina

Banda Aceh

Harga Emas di Langsa Tembus Rp9,3 Juta per Mayam, Dampak Ketegangan Timur Tengah