Kutacane – Pembangunan jembatan gantung di Desa Mamas Indah, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, terus menunjukkan progres signifikan. Hingga Minggu (1/3/2026), pengerjaan fisik jembatan telah mencapai 87 persen dan ditargetkan segera difungsikan untuk mendukung akses transportasi masyarakat, termasuk menuju jalur lintas nasional.
Pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan oleh personel Kodim 0108/Agara melalui Posramil Darul Hasanah bersama prajurit Yonzipur TNI AD dengan dukungan aktif masyarakat setempat. Sinergi antara aparat dan warga menjadi faktor utama percepatan pembangunan di lapangan.
Saat ini, konstruksi utama jembatan gantung telah terpasang dengan baik. Rangka baja serta kabel utama penyangga telah diinstal sesuai standar teknis. Pekerjaan yang masih berlangsung meliputi pemasangan lantai jembatan, pagar pengaman, serta penyempurnaan aspek keselamatan (safety) agar jembatan siap digunakan secara aman.
Pembangunan jembatan ini menjadi solusi strategis dalam memulihkan akses transportasi warga setelah sebelumnya jalur penghubung antar desa dan antar kecamatan mengalami kendala yang menghambat mobilitas masyarakat. Kehadiran jembatan gantung diharapkan menjadi jalur alternatif yang efektif untuk memperlancar aktivitas warga.
Di lapangan, proses pembangunan dilakukan secara gotong royong. Prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat bersama masyarakat bahu-membahu memasang papan lantai jembatan, mengecat pagar pengaman berwarna merah putih, serta melakukan penimbunan dan pengecoran pondasi untuk memperkuat struktur penyangga. Seluruh tahapan dikerjakan dengan pengawasan teknis guna memastikan konstruksi kokoh dan tahan lama.
Komandan Posramil Darul Hasanah menyampaikan bahwa keselamatan pengguna menjadi prioritas utama dalam tahap akhir pengerjaan. Pemeriksaan dilakukan secara detail mulai dari kekencangan kabel penyangga, kestabilan lantai pijakan, hingga kekuatan pondasi di kedua sisi jembatan.
Selain mempercepat pembangunan, keterlibatan masyarakat juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas umum yang dibangun. Semangat gotong royong tersebut menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Salah seorang warga Desa Mamas Indah, Rahmat (45), mengaku sangat terbantu dengan hampir rampungnya pembangunan jembatan tersebut. Selama ini, warga harus menempuh jalur memutar yang cukup jauh untuk membawa hasil kebun ke pasar maupun mengakses layanan publik.
“Selama ini kami harus memutar cukup jauh untuk membawa hasil kebun ke pasar. Kalau jembatan ini sudah bisa dipakai, tentu waktu tempuh lebih singkat dan biaya angkut juga berkurang. Kami sangat berterima kasih kepada TNI yang sudah membantu,” ujarnya.
Keberadaan jembatan gantung ini nantinya tidak hanya memperlancar mobilitas antar desa dan antar kecamatan, tetapi juga mendukung distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat. Akses menuju fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, serta kegiatan ekonomi masyarakat juga akan semakin terbuka.
Dengan progres mencapai 87 persen, jembatan gantung Desa Mamas Indah diharapkan dapat segera difungsikan dalam waktu dekat guna memperkuat konektivitas wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.(**)
Editor: Dahlan













