Home / Daerah

Kamis, 5 Maret 2026 - 23:15 WIB

Panic Buying BBM di Takengon, Antrean Kendaraan dan Jeriken Mengular hingga Ratusan Meter

REDAKSI

Warga dan kendaraan mengantre panjang untuk membeli BBM di SPBU Jalan Lintang, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (4/3/2026) sore hingga malam. Kepanikan masyarakat terhadap isu ketersediaan BBM memicu aksi panic buying dengan banyak warga datang membawa jeriken untuk mendapatkan bahan bakar.

Warga dan kendaraan mengantre panjang untuk membeli BBM di SPBU Jalan Lintang, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (4/3/2026) sore hingga malam. Kepanikan masyarakat terhadap isu ketersediaan BBM memicu aksi panic buying dengan banyak warga datang membawa jeriken untuk mendapatkan bahan bakar.

Aceh Tengah — Kepanikan masyarakat terhadap ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) memicu aksi panic buying di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. Antrean panjang kendaraan dan warga yang membawa jeriken tampak memadati SPBU di Jalan Lintang, Kota Takengon, sejak Rabu (4/3/2026) sore hingga malam.

Pantauan di lokasi menunjukkan ratusan warga berbondong-bondong datang untuk membeli BBM, baik menggunakan sepeda motor, mobil, maupun dengan membawa jeriken. Situasi tersebut membuat antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter dari pintu masuk SPBU dan bahkan meluas hingga ke badan jalan.

Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi menjadi padat. Banyak pengendara harus bersabar menunggu giliran untuk mengisi BBM di tengah antrean panjang yang bergerak sangat lambat.

Baca Juga :  Pj Bupati Iswanto Hadiri Paripurna Penetapan Pasangan Bupati - Wakil Bupati Aceh Besar Terpilih

Tidak hanya kendaraan, sejumlah warga juga terlihat membawa jeriken dalam jumlah cukup banyak. Mereka berharap dapat memperoleh BBM sebagai cadangan di rumah, menyusul kekhawatiran terhadap potensi kelangkaan bahan bakar dalam beberapa hari ke depan.

Kekhawatiran masyarakat ini muncul setelah beredarnya informasi terkait ketegangan geopolitik di kawasan Selat Hormuz yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Konflik di kawasan tersebut dikhawatirkan dapat berdampak terhadap distribusi energi global, termasuk pasokan minyak dunia.

Selat Hormuz sendiri dikenal sebagai salah satu jalur utama distribusi minyak dunia. Jika terjadi gangguan di wilayah tersebut, banyak pihak menilai hal itu dapat mempengaruhi stabilitas harga dan distribusi energi secara global.

Meski demikian, pemerintah pusat sebelumnya telah memastikan bahwa ketersediaan energi nasional masih dalam kondisi aman.

Baca Juga :  Remaja 16 Tahun Hilang Tenggelam di DAS Krueng Meureubo

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa stok BBM maupun LPG di dalam negeri saat ini masih mencukupi, termasuk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang periode Lebaran yang biasanya mengalami peningkatan konsumsi energi.

Menurut Bahlil, pemerintah telah menghitung kapasitas cadangan energi nasional yang saat ini diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hingga sekitar 21 hari ke depan.

Ia juga mengakui bahwa kemampuan daya tampung atau storage BBM Indonesia memang memiliki keterbatasan dibandingkan beberapa negara lain.

“Memang sejak dahulu, sudah sejak lama, bahwa kemampuan storage kita, daya tampung BBM kita, ini tidak lebih dari 21 hari sampai 25 hari. Itu kemampuan kita,” ujar Bahlil.

Meski terdapat dinamika global yang dapat mempengaruhi harga energi dunia, pemerintah menegaskan bahwa pasokan energi untuk kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dan akan terus dijaga agar tetap stabil.

Baca Juga :  Data Tak Sinkron, Korban Banjir Aceh Terancam Terabaikan

Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Aksi panic buying justru berpotensi mempercepat terjadinya kelangkaan di tingkat distribusi, terutama jika banyak pihak menimbun BBM dalam jumlah besar.

Jika pembelian dilakukan secara wajar sesuai kebutuhan, maka distribusi BBM dipastikan dapat berjalan lebih stabil dan merata bagi seluruh masyarakat.

Fenomena antrean panjang di SPBU Takengon ini menjadi gambaran bagaimana cepatnya kekhawatiran publik dapat memicu kepanikan massal, terutama ketika berkaitan dengan kebutuhan vital seperti bahan bakar.

Pemerintah daerah bersama pihak terkait diharapkan dapat terus memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat agar situasi tetap kondusif dan tidak menimbulkan kepanikan yang lebih luas.(**)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Wakil Ketua DPRK Aceh Selatan Minta Pemkab Sediakan Mobil Damkar untuk Kota Bahagia

Daerah

Dandim 0108/Aceh Tenggara Turun Langsung Bersama Warga Pasang Tali Sling Jembatan Gantung Perintis Garuda di Desa Teger Miko

Daerah

Pj Gubernur Safrizal: Karakter Aceh adalah Karakter Islam

Daerah

Pj Bupati Aceh Besar Dampingi Fadli Zon Saat Kuliah Umum di ISBI Aceh

Daerah

Empat Program Prioritas Dinas Dayah Aceh Digenjot, Muhsin: Perkuat Kualitas dan Kemandirian Dayah

Daerah

Gubernur Mualem Hadiri Haul ke-5 Abu Paloh Gadeng di Aceh Utara

Aceh

Kadisdik Aceh Tinjau Pelaksanaan MPLS di Empat Sekolah Unggulan di Aceh Tengah dan Bener Meriah

Daerah

Detik-Detik Tanah Runtuh Saat Menteri PU Tinjau Retakan Mirip Sinkhole di Aceh Tengah