Jakarta – Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengajak seluruh elemen buruh di Indonesia untuk memperkuat persatuan dan solidaritas bersama pemerintah dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan para pekerja menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas nasional sekaligus mewujudkan visi besar menuju Indonesia Emas 2045.
Ajakan tersebut disampaikan Kapolri saat menghadiri acara buka puasa bersama dengan jajaran Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di wilayah Jawa Barat, Jumat (6/3/2026). Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, sekaligus menjadi momentum memperkuat komunikasi antara institusi negara dan organisasi pekerja.
Dalam sambutannya, Kapolri menyoroti berbagai dinamika global yang saat ini tengah berkembang dan berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi serta stabilitas sosial di dalam negeri. Ketegangan geopolitik, perubahan ekonomi global, hingga tantangan ketenagakerjaan dinilai dapat berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, termasuk kalangan pekerja.
Menurutnya, situasi tersebut menuntut seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan dan meningkatkan kerja sama lintas sektor. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dari masyarakat, termasuk para buruh yang menjadi salah satu pilar penting pembangunan ekonomi nasional.
“Eskalasi yang terjadi di luar negeri tentu akan berdampak pada situasi dalam negeri. Oleh karena itu kita harus solid dan bekerja sama menghadapi situasi yang ada,” ujar Sigit, yang juga menjabat sebagai Dewan Penasehat KSPSI.
Kapolri juga menyinggung sejumlah program strategis pemerintah yang tengah dijalankan untuk memperkuat struktur ekonomi nasional. Salah satunya adalah kebijakan hilirisasi sumber daya alam yang bertujuan meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah mendorong agar sumber daya alam Indonesia tidak lagi hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, melainkan diolah terlebih dahulu di dalam negeri. Dengan demikian, proses produksi dapat menciptakan industri baru, membuka investasi, serta menyerap lebih banyak tenaga kerja.
Sigit menilai, kebijakan hilirisasi memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk kalangan buruh. Dengan bertambahnya industri pengolahan di dalam negeri, peluang kerja juga akan semakin terbuka luas bagi tenaga kerja Indonesia.
“Dengan pengelolaan sumber daya alam yang lebih optimal di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus memperluas kesempatan kerja,” ungkapnya.
Selain pembangunan sektor industri, Kapolri juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Ia menilai, di tengah persaingan global yang semakin ketat, tenaga kerja Indonesia harus memiliki kompetensi yang unggul agar mampu bersaing dengan tenaga kerja dari negara lain.
Dalam konteks tersebut, Polri membuka peluang kerja sama dengan organisasi buruh untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan tenaga kerja. Menurut Sigit, institusi kepolisian memiliki berbagai fasilitas pendidikan dan pelatihan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi pekerja.
Program pelatihan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana transfer pengetahuan serta penguatan keterampilan bagi tenaga kerja Indonesia, terutama dalam menghadapi investasi perusahaan nasional maupun asing yang terus berkembang.
“Dengan pelatihan dan peningkatan kompetensi, SDM kita akan semakin siap dan profesional untuk bersaing dengan negara lain,” jelasnya.
Tidak hanya di bidang pelatihan, Kapolri juga menyampaikan bahwa fasilitas kesehatan milik Polri dapat dimanfaatkan oleh kalangan buruh sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses pelayanan kesehatan. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Ia berharap, pemanfaatan fasilitas kesehatan tersebut dapat membantu para pekerja memperoleh layanan kesehatan yang lebih mudah dan terjangkau, sehingga kualitas hidup mereka juga dapat meningkat.
Lebih jauh, Sigit menegaskan bahwa perjalanan menuju Indonesia yang maju dan sejahtera membutuhkan kerja sama seluruh elemen bangsa. Pemerintah, dunia usaha, aparat keamanan, hingga organisasi pekerja harus berjalan seiring dalam membangun fondasi ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.
Menurutnya, semangat persatuan dan gotong royong menjadi modal utama bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global yang terus berkembang.
Kapolri pun mengajak seluruh pihak untuk terus mempersiapkan diri menghadapi masa depan, termasuk dengan memperkuat kualitas SDM, memperluas lapangan kerja, serta menjaga stabilitas nasional.
“Ke depan kita harus bersama-sama mempersiapkan semuanya sehingga Indonesia benar-benar mampu mewujudkan cita-cita besar menuju Indonesia Emas,” tutupnya.(**)
Editor: Dahlan













