Banda Aceh – Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Kodam IM) terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Aceh melalui program pembangunan jembatan perintis. Hingga laporan progres pada Senin (23/03/2026), sebanyak 14 titik jembatan telah selesai dibangun, sementara 1 titik lainnya masih dalam tahap pengerjaan. Senin (23/3/26)
Pembangunan jembatan perintis ini merupakan hasil sinergi antara Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Mabes TNI AD, yang bertujuan untuk membuka akses transportasi, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di daerah terpencil dan sulit dijangkau.
Untuk jembatan perintis dukungan Kemhan, seluruh target pembangunan sebanyak 3 titik telah selesai 100 persen. Ketiga jembatan tersebut berada di wilayah Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Pidie, yakni Jembatan Sungai Krueng Putu, Jembatan Sungai Meureudu, dan Jembatan Desa Baro Yaman. Jembatan-jembatan ini kini telah dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana penghubung vital antar desa.
Sementara itu, pada pembangunan jembatan perintis dukungan Mabesad, dari total 12 titik yang direncanakan, sebanyak 11 titik telah rampung, dan 1 titik masih dalam proses penyelesaian. Jembatan yang masih dalam tahap pengerjaan tersebut berada di Desa Sekrak Kiri menuju Sekrak Kanan, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, dengan progres mencapai 73,30 persen.
Adapun jembatan yang telah selesai tersebar di berbagai wilayah di Aceh, meliputi Kabupaten Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Bireuen, hingga Aceh Barat. Pembangunan tersebut melibatkan personel TNI, unsur VRI, serta partisipasi aktif masyarakat setempat, sehingga memperkuat semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan wilayah.
Berbagai jembatan yang telah dibangun memiliki panjang bervariasi, mulai dari 50 meter hingga 250 meter, dengan kapasitas yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Kehadiran jembatan perintis ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, mempermudah distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan akses terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan perekonomian.
Kodam Iskandar Muda melalui satuan jajaran terus mengoptimalkan pengerjaan di titik yang masih berlangsung agar dapat segera diselesaikan sesuai target. Selain itu, keberhasilan pembangunan jembatan perintis ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di wilayah Aceh.
Dengan capaian progres yang signifikan ini, diharapkan seluruh jembatan perintis yang dibangun dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, serta menjadi pendorong utama dalam meningkatkan kesejahteraan dan konektivitas antarwilayah di Provinsi Aceh.
Editor: redaksi









