Banda Aceh – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Banda Aceh resmi beroperasi normal kembali mulai Selasa (31/3/2026), setelah sempat jeda selama bulan Ramadan dan libur Idul Fitri 1447 Hijriah. Pada hari pertama pengoperasiannya, tercatat sebanyak 95.593 porsi makanan telah disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat.
Koordinator Wilayah Kota Banda Aceh, Muhammad Reza, mengonfirmasi bahwa seluruh infrastruktur pendukung program telah aktif.
“Hari ini merupakan hari pertama pendistribusian MBG pasca Ramadan. Sebanyak 36 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sudah beroperasi dan seluruhnya terlibat dalam penyaluran porsi makanan tersebut,” ujar Reza.
Pembaruan Menu: Fokus pada Makanan Segar
Ada perubahan signifikan dalam standar operasional prosedur (SOP) pemberian makanan kali ini. Sesuai dengan arahan pusat, pihak pengelola kini sepenuhnya menghapuskan menu kering.
Menu Lama: Masih menyertakan jenis makanan kering.
Menu Baru: Seluruhnya berupa fresh food (menu basah) yang siap santap.
Kebijakan ini diambil untuk memastikan kualitas gizi yang diterima masyarakat, khususnya anak-anak sebagai prioritas utama, tetap terjaga dan lebih efektif diserap tubuh.
Wacana Penyesuaian Jadwal Distribusi
Terkait wacana Pemerintah Pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengubah pola distribusi menjadi lima hari sepekan (mengikuti hari sekolah), Reza menyatakan bahwa wilayah Aceh masih menjalankan skema lama.
Meskipun BGN membuka opsi distribusi hingga hari Sabtu untuk daerah kategori Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) guna menekan angka stunting, pihak wilayah masih menunggu instruksi formal.
“Untuk Aceh belum ada perubahan. Kami masih menunggu petunjuk dari BGN pusat terkait mekanisme distribusi ke depan,” tambahnya.
Dengan kembali beroperasinya 36 SPPG secara optimal, program MBG diharapkan dapat terus menjadi garda terdepan dalam menjaga asupan gizi masyarakat serta menekan angka stunting di Kota Banda Aceh.
Editor: redaksi









