Banda Aceh — Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Pendidikan Aceh didorong untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan publik demi kemajuan pendidikan di daerah. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, saat memimpin apel di halaman kantor dinas setempat, Senin (6/4/2026), yang diikuti seluruh pegawai serta pejabat eselon III dan IV.
Dalam arahannya, Murthalamuddin menekankan bahwa setiap hak yang diterima oleh ASN harus diiringi dengan pelaksanaan kewajiban secara maksimal. Ia mengingatkan bahwa hak yang diambil tanpa menjalankan kewajiban pada hakikatnya tidak halal untuk diterima.
“Setiap rupiah yang kita terima harus kita pertanggungjawabkan dengan kinerja. Jika kewajiban tidak dijalankan, maka hak yang diterima menjadi tidak bernilai, bahkan tidak halal,” tegasnya.
Menurutnya, tanggung jawab sebagai pelayan publik tidak hanya sebatas kehadiran, tetapi juga kontribusi nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan. Ia mengajak seluruh ASN untuk memanfaatkan ruang profesional masing-masing sebagai wadah untuk berinovasi dan memberi dampak positif.
“Gunakan ruang profesional kita untuk memperbaiki dan berbagi dalam memajukan pendidikan,” ujarnya.
Murthalamuddin juga menyoroti masih adanya berbagai persoalan di lapangan, terutama terkait pemanfaatan sarana dan prasarana pendidikan yang belum optimal. Ia menyebutkan bahwa sejumlah peralatan yang tersedia di sekolah belum dimanfaatkan secara maksimal, bahkan ada yang tidak terdata dengan baik.
“Kita harus memastikan semua fasilitas yang ada benar-benar digunakan untuk mendukung proses pembelajaran, bukan dibiarkan terbengkalai,” katanya.
Selain itu, ia meminta adanya sistem pendataan yang lebih tertib terhadap aset dan peralatan pendidikan guna mencegah pemborosan maupun potensi penyalahgunaan. Ia menegaskan, lemahnya sistem di tingkat bawah akan berdampak langsung pada kinerja di tingkat atas.
Dalam kesempatan tersebut, Murthalamuddin juga mengajak seluruh jajaran untuk membangun budaya kerja yang kolaboratif, adaptif, dan penuh inovasi. Menurutnya, kemajuan pendidikan hanya dapat dicapai melalui kerja sama dan kepedulian bersama.
“Ayo kita berkreasi dan menghadirkan ide-ide positif demi pendidikan yang lebih baik,” ajaknya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa tugas di sektor pendidikan bukan sekadar pekerjaan administratif, tetapi juga bagian dari upaya menghalalkan rezeki serta bentuk pengabdian kepada negara dan nilai-nilai keagamaan. Ia menegaskan bahwa kualitas pendidikan hari ini akan sangat menentukan masa depan generasi mendatang.
Apel tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kinerja, pelayanan, dan kualitas pendidikan di Aceh. Seluruh ASN diharapkan mampu berperan aktif dalam menciptakan sistem pendidikanang profesional, transparan, dan berorientasi pada hasil.
“Pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama untuk masa depan anak bangsa,” pungkasnya.
Editor: Redaksi









