Home / Daerah

Sabtu, 11 April 2026 - 08:51 WIB

Akses Blangkejeren–Takengon Lumpuh Total Akibat Longsor

REDAKSI

Material longsor berupa tanah dan pepohonan menutupi badan jalan nasional lintas Blangkejeren–Takengon di kawasan Rikit Gaib, Gayo Lues, Jumat (10/4/2026).

Material longsor berupa tanah dan pepohonan menutupi badan jalan nasional lintas Blangkejeren–Takengon di kawasan Rikit Gaib, Gayo Lues, Jumat (10/4/2026).

Gayo luwes – Jalur transportasi nasional yang menghubungkan Blangkejeren (Gayo Lues) dengan Takengon (Aceh Tengah) kembali terputus total pada Jumat (10/4/2026). Material longsor berupa tanah, batu, dan pepohonan menutupi seluruh badan jalan di kawasan Rikit Gaib, membuat kendaraan tidak dapat melintas dari kedua arah.

​Bencana ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah pegunungan Gayo Lues selama beberapa hari terakhir. Karakteristik tanah yang labil di lereng perbukitan membuat area tersebut sangat rentan terhadap kegagalan struktur tanah.

Baca Juga :  Pangdam Iskandar Muda kerahkan personel bantu korban banjir Aceh Utara

​Beberapa poin utama terkait situasi di lokasi antara lain:

​Antrean Kendaraan: Terjadi penumpukan kendaraan yang cukup panjang dari arah Blangkejeren maupun Takengon.

​Upaya Mandiri: Warga setempat berusaha membersihkan material secara manual sebagai langkah awal sembari menunggu tibanya alat berat dari instansi terkait.

​Kerentanan Jalur: Jalur Rikit Gaib memang dikenal sebagai titik rawan karena minimnya dinding penahan tanah dan drainase yang belum optimal.

Baca Juga :  Khadam Indonesia: “Nuga-Nuga Melukis Sejarah Bangun Masa Depan”

​Lumpuhnya jalan nasional ini berdampak signifikan pada berbagai sektor:

​Logistik: Distribusi barang dan kebutuhan pokok antar kabupaten terhenti, memaksa sopir angkutan barang menunda perjalanan.

​Transportasi Umum: Penumpang angkutan umum terpaksa mencari rute alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu lebih lama.

​Aktivitas Masyarakat: Rutinitas ekonomi warga di kedua kabupaten terganggu akibat akses utama yang tidak bisa dilalui.

​Harapan Masyarakat: Warga mendesak pihak terkait segera mengerahkan alat berat untuk membuka akses. Selain itu, diperlukan solusi jangka panjang seperti pembangunan dinding penahan tanah (talud) dan perbaikan sistem drainase agar longsor tidak terus berulang setiap musim penghujan.

Baca Juga :  Sinkronisasi Program Desa, Syukri A. Jalil dan DPMG Aceh Besar Bahas Pedoman APBG 2025

​Masyarakat dan pengguna jalan diminta untuk tetap waspada dan berhati-hati saat melintasi jalur pegunungan, terutama di tengah cuaca ekstrem. Jika intensitas hujan masih tinggi, pengendara disarankan untuk menunda perjalanan demi menghindari risiko keselamatan.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Wakili Pj Gubernur Aceh, Plh Kepala DLHK Aceh Wisudakan Siswa Sekolah Jurnalis Lingkungan

Daerah

Gubernur Muzakir Manaf: Kelola Sektor Unggulan Simeulue untuk Kesejahteraan Masyarakat

Daerah

Kodam Iskandar muda bangun empat Unit Rumah Layak huni bagi Warga

Daerah

Pasca Banjir, Para Babinsa Kodim Aceh Tenggara Bantu Warga pulihkan Dampak banjir 

Daerah

Tugu KM Nol Sabang Ditutup Sementara hingga 18 Maret untuk Penertiban dan Pembersihan

Daerah

Tokoh Muda Aceh Apresiasi Langkah Panglima TNI Beri Kenaikan Pangkat Luar Biasa Dua Prajurit

Berita

Khanduri Jazz 2025 Meriahkan Banda Aceh, Rayakan International Jazz Day dan Perdamaian

Daerah

Taruna Akpol Latsitardanus di Aceh Tamiang Bersihkan Lumpur Pasar dan Santuni Korban Hanyut