Sigli – Suasana khidmat pelaksanaan ibadah Shalat Jumat di Masjid Agung Alfalah Sigli, Kabupaten Pidie, berubah menjadi duka mendalam pada Jumat (1/5/2026). Seorang ulama sekaligus tokoh masyarakat, Tgk Amri Abdullah Utue (65), dilaporkan meninggal dunia tepat setelah menjalankan tugasnya sebagai Khatib Jumat.
Kepergian sosok yang dikenal santun ini meninggalkan kesan religius yang mendalam bagi para jemaah, lantaran almarhum menghembuskan napas terakhirnya dalam posisi bersujud saat menunaikan ibadah Shalat Jumat. Innalillahi wainna ilaihi rajiun.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rangkaian ibadah Jumat awalnya berjalan dengan sangat tenang. Tgk Amri Abdullah, yang merupakan warga Desa Raya, Kemukiman Utue, Kecamatan Pidie, dipercayakan menjadi Khatib pada hari tersebut.
Saat berada di atas mimbar, almarhum terlihat sangat tenang dan leluasa dalam menyampaikan mauidhah hasanah (nasihat kebaikan) di hadapan ratusan jemaah yang memadati masjid kebanggaan masyarakat Pidie tersebut. Tidak ada tanda-tanda gangguan kesehatan yang mencolok; almarhum mampu menuntaskan rukun dua khutbah dengan lancar hingga turun dari mimbar.
Setelah khutbah selesai, posisi Imam Shalat Jumat diisi oleh Tgk Syahrul Syamaun, guru dari Madrasah Ulumul Quran (MUQ) Pidie, dengan Tgk Muhammad Noval bertugas sebagai muazzin.
Kejadian yang menggetarkan hati jemaah terjadi saat shalat dimulai. Tgk Amri Abdullah berdiri di shaf pertama, tepat berada di posisi belakang imam. Namun, kejanggalan mulai dirasakan jemaah sekitar ketika memasuki gerakan sujud pada rakaat pertama.
Saat jemaah lain bangkit dari sujud, Tgk Amri tetap diam dalam posisinya. Tubuhnya tidak bergeming sedikit pun hingga Shalat Jumat selesai dilaksanakan.
“Posisi Tgk Amri sujud tidak berubah hingga selesai Shalat Jumat. Beliau tidak lagi bangkit setelah sujud pertama tersebut,” ungkap salah seorang saksi di lokasi.
Sesaat setelah salam, jemaah yang menyadari kondisi tersebut segera menghampiri almarhum. Tubuh Tgk Amri yang masih dalam posisi sujud kemudian digotong bersama-sama untuk dibaringkan di atas ambal masjid. Suasana berubah haru saat jemaah melingkar di sekeliling almarhum sembari melantunkan shalawat dan mencoba memberikan pertolongan pertama dengan mengipas tubuhnya.
Untuk memastikan kondisi almarhum, jenazah segera dilarikan ke RSU Mufid Sigli menggunakan mobil dinas kepolisian yang sedang berjaga. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan medis, pihak rumah sakit menyatakan bahwa Tgk Amri Abdullah telah menghembuskan napas terakhirnya.
Pihak keluarga kemudian menjemput jenazah almarhum dari rumah sakit untuk dibawa pulang ke rumah duka di Desa Raya Utue, Kecamatan Pidie, guna menjalani proses fardu kifayah dan dikebumikan.
Kepergian Tgk Amri meninggalkan duka bagi rekan-rekan seperjuangannya. Tgk Ismail Abubakar, salah seorang jemaah di Masjid Agung Alfalah, mengenang almarhum sebagai sosok kawan baik yang memiliki suara merdu. Keduanya diketahui pernah menimba ilmu agama bersama di Dayah Waled Nasir.
“Almarhum adalah seorang qari karena suaranya yang merdu. Beliau kawan baik saya. Kita doakan semoga almarhum diampuni segala dosanya dan ditempatkan sebagai ahli surga,” ujar Tgk Ismail dengan nada penuh doa.
Meninggalnya Tgk Amri Abdullah dalam keadaan menjalankan tugas sebagai khatib dan dalam posisi sujud dianggap oleh banyak jemaah sebagai akhir kehidupan yang dicita-citakan (husnul khatimah). Selamat jalan, Tgk Amri Abdullah Utue. (*)
Editor: Redaksi









