Teheran – Pemerintah Iran akhirnya merilis pernyataan resmi terkait kondisi kesehatan Pemimpin Tertinggi, Mojtaba Khamenei. Hal ini menyusul spekulasi global yang beredar setelah kompleks kepemimpinan di Teheran dihantam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada awal perang besar tahun 2026.
Melalui keterangan resminya, otoritas Iran mengonfirmasi bahwa sang pemimpin sempat mengalami luka-luka saat serangan terjadi, namun kini dalam keadaan sehat dan tetap menjalankan aktivitas kenegaraan secara normal.
Kronologi Insiden 28 Februari 2026
Direktur Jenderal Protokol Kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Mazaher Hosseini, menjelaskan bahwa serangan udara besar-besaran yang terjadi pada 28 Februari 2026 menyebabkan kerusakan parah di titik-titik strategis kompleks kepemimpinan.
Hosseini mengungkapkan bahwa ledakan dahsyat mengguncang area utama yang biasanya digunakan untuk pidato resmi dan kegiatan kenegaraan. Beruntung, saat serangan berlangsung, Mojtaba Khamenei tidak berada di lokasi utama tersebut, sehingga terhindar dari dampak yang paling fatal.
Detail Kondisi Kesehatan dan Cedera
Meskipun selamat dari dampak utama ledakan, Hosseini mengakui bahwa gelombang kejut dari serangan tersebut sempat membuat Mojtaba Khamenei terjatuh saat sedang menuju kediamannya.
“Cedera punggungnya sudah membaik dalam masa pemulihan ini, sedangkan cedera pada tempurung lutut juga segera pulih sepenuhnya,” ungkap Hosseini seperti dikutip dari media pemerintah Iran.
Ia juga mengklarifikasi beberapa rumor mengenai luka kepala yang sempat beredar di media internasional. Hosseini menegaskan bahwa luka di belakang telinga pemimpin tertinggi hanya bersifat ringan. Namun, ia tidak menampik adanya korban jiwa dari pihak keluarga dan pejabat senior Iran dalam serangan yang juga menyasar kediaman keluarga tersebut.
Upaya Menjaga Stabilitas Politik
Keterbukaan Iran dalam mengungkap kondisi Mojtaba Khamenei dinilai oleh para analis internasional sebagai upaya strategis untuk meredam spekulasi global sekaligus menjaga stabilitas internal di tengah tensi geopolitik Timur Tengah yang masih membara.
Sosok Mojtaba Khamenei kini dipandang memegang peranan krusial dalam arah kebijakan Iran pascaperang. Kehadirannya di ruang publik mendatang dianggap sebagai simbol konsolidasi kekuatan politik Iran kepada dunia.
Pihak Teheran mengisyaratkan bahwa Mojtaba Khamenei akan segera menyampaikan pidato publik secara langsung setelah kondisi fisiknya dinyatakan benar-benar stabil oleh tim medis.
Editor: Redaksi









