Banda Aceh — Dinas Sosial Kota Banda Aceh bergerak cepat menyalurkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran di Dayah Budi Muthmainnah sebagai bentuk respons darurat terhadap musibah yang terjadi beberapa waktu lalu.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Dra. Sukmawati, M.AP atas arahan Wali Kota Banda Aceh guna membantu kebutuhan dasar para korban terdampak kebakaran.
Penyaluran bantuan dilakukan sebagai langkah awal penanganan darurat untuk memastikan para santri dan pihak dayah mendapatkan dukungan logistik pascakejadian. Bantuan yang diberikan meliputi kebutuhan pokok, perlengkapan tidur, makanan siap saji, serta sejumlah perlengkapan dasar lainnya.
Kepala Dinas Sosial Banda Aceh, Draf. Sukmawati, M., AP mengatakan, pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan penanganan cepat, terutama pada masa awal setelah kejadian.
“Bantuan masa panik ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada korban kebakaran. Kami bergerak cepat sesuai arahan pimpinan daerah agar kebutuhan dasar korban dapat segera terpenuhi,” ujar Sukmawati.
Ia menjelaskan, bantuan masa panik menjadi bagian penting dalam penanganan kebencanaan karena kondisi korban pascakebakaran umumnya membutuhkan dukungan logistik secara cepat sebelum proses pemulihan dilakukan lebih lanjut.
Selain penyaluran bantuan, Dinsos Banda Aceh juga melakukan pendataan terhadap kebutuhan korban untuk memastikan adanya tindak lanjut bantuan sosial apabila diperlukan dalam proses pemulihan.
Menurut Sukmawati, koordinasi lintas instansi terus dilakukan bersama pihak kecamatan, aparatur gampong, dan pengelola dayah agar penanganan dampak kebakaran berjalan optimal.
“Kami juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk melihat kebutuhan lanjutan para korban, termasuk dukungan sosial dan pemulihan pascakejadian,” katanya.
Peristiwa kebakaran yang terjadi di lingkungan Dayah Budi Muthmainnah tersebut sempat menimbulkan kepanikan dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas. Meski demikian, proses penanganan cepat dari petugas dan pemerintah daerah dinilai mampu membantu meringankan beban para korban terdampak.
Pemerintah Kota Banda Aceh menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam setiap kondisi darurat yang dialami masyarakat, termasuk bencana kebakaran, banjir, maupun musibah sosial lainnya.
Dinsos Banda Aceh juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di lingkungan padat aktivitas seperti pesantren, permukiman, dan fasilitas pendidikan.
Selain fokus pada bantuan darurat, pemerintah juga mendorong penguatan kesiapsiagaan masyarakat melalui edukasi mitigasi bencana dan penanganan keadaan darurat agar risiko kerugian akibat kebakaran dapat diminimalisir di masa mendatang. (ADV)
Editor: Redaksi









